alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Hari Ini, 247 Peserta Jalani SKB

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari ini menjadi penentuan nasib bagi 247 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Mojokerto tahun 2021. Mereka bersaing dalam tahap akhir Seleksi Kompetensi Bidang Kantor Regional (Kanreg) II Badan kepegawaian Negara (BKN) Surabaya.

Kepala Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, pelaksanaan SKB dijadwalkan hanya sehari. Mulai pagi ini, seluruh peserta CPNS di Aula Majapahit Kanreg II BKN Surabaya, Jalan Letjen S. Parman, Waru, Sidoarjo. ’’Karena masih pandemi, SKB dilakukan pembagian tiga sesi,’’ terangnya.

Selain itu, pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Setiap peserta diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil non-reaktif rapid test antigen 1 x 24 jam sebelum mengikuti SKB.

Imron menyebutkan, khusus bagi peserta dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 sedianya diberi pengecualian untuk menunda pelaksanaan. Namun, hingga sore kemarin pihaknya menyatakan belum ada laporan terkait peserta yang dinyatakan terpapar korona. ‘’’Sementara belum ada laporan, mudah-mudahan bisa hadir semua,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Puluhan Kursi PPPK Guru Lowong

Sebab, sebut Imron, panitia SKB tidak memberi toleransi ketidakhadiran peserta dengan alasan lainnya. Termasuk jika ada yang terlambat, peserta juga langsung dinyatakan gugur karena tidak diperkenankan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) tersebut. ’’Karena dijadwalkan hanya sehari saja,’’ ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto ini memaparkan, SKB merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi CPNS. Sehingga, ujian hari ini akan menentukan nasib dari 252 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Namun, sebanyak 5 peserta CPNS Pemkot Mojokerto telah menuntaskan tes SKB dengan titik lokasi luar Jawa Timur pada 15-16 November lalu. Masing-masing di Kanreg I BKN Yogyakarta, Kanreg X Denpasar, UPT BKN Kendari, serta 2 peserta lainnya di BKN V DKI Jakarta. ’’Jadi ada 247 peserta yang ujian SKB besok (hari ini),’’ papar Imron.

Baca Juga :  Penuh Dukungan dan Luar Biasa

Dari jumlah peserta SKB tersebut, hanya 95 orang yang berpeluang lolos mengisi 95 formasi CPNS formasi tenaga teknis dan tenaga kesehatan (nakes). Slot kursi jabatan CPNS di lingkungan Pemkot Mojokerto itu lebih sedikit dibanding kuota yang diberikan pemerintah pusat tahun ini 102 formasi.

Pasalnya, sebanyak 7 formasi dipastikan tidak terisi lantaran tidak ada pelamar. Masing-masing dari formasi dokter spesialis kulit dan kelamin; dokter spesialis bedah mulut; dokter spesialis bedah anak; dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT); serta dokter sub spesialis bedah onkologi dengan lokasi penempatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. ’’Paling banyak dari formasi dokter spesialis,’’ imbuhnya.

Selain itu, 2 formasi nakes lainnya juga lowong. Yakni, jabatan dokter dengan wilayah penempatan di Puskesmas Gedongan dan asisten apoteker pada Instalasi Farmasi Kota Mojokerto. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hari ini menjadi penentuan nasib bagi 247 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Mojokerto tahun 2021. Mereka bersaing dalam tahap akhir Seleksi Kompetensi Bidang Kantor Regional (Kanreg) II Badan kepegawaian Negara (BKN) Surabaya.

Kepala Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, pelaksanaan SKB dijadwalkan hanya sehari. Mulai pagi ini, seluruh peserta CPNS di Aula Majapahit Kanreg II BKN Surabaya, Jalan Letjen S. Parman, Waru, Sidoarjo. ’’Karena masih pandemi, SKB dilakukan pembagian tiga sesi,’’ terangnya.

Selain itu, pelaksanaannya juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Setiap peserta diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil non-reaktif rapid test antigen 1 x 24 jam sebelum mengikuti SKB.

Imron menyebutkan, khusus bagi peserta dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 sedianya diberi pengecualian untuk menunda pelaksanaan. Namun, hingga sore kemarin pihaknya menyatakan belum ada laporan terkait peserta yang dinyatakan terpapar korona. ‘’’Sementara belum ada laporan, mudah-mudahan bisa hadir semua,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Borong Dagangan UMKM dan Bagikan Nasi Kotak Plus Hand Sanitizer

Sebab, sebut Imron, panitia SKB tidak memberi toleransi ketidakhadiran peserta dengan alasan lainnya. Termasuk jika ada yang terlambat, peserta juga langsung dinyatakan gugur karena tidak diperkenankan mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) tersebut. ’’Karena dijadwalkan hanya sehari saja,’’ ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Mojokerto ini memaparkan, SKB merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi CPNS. Sehingga, ujian hari ini akan menentukan nasib dari 252 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

- Advertisement -

Namun, sebanyak 5 peserta CPNS Pemkot Mojokerto telah menuntaskan tes SKB dengan titik lokasi luar Jawa Timur pada 15-16 November lalu. Masing-masing di Kanreg I BKN Yogyakarta, Kanreg X Denpasar, UPT BKN Kendari, serta 2 peserta lainnya di BKN V DKI Jakarta. ’’Jadi ada 247 peserta yang ujian SKB besok (hari ini),’’ papar Imron.

Baca Juga :  Banyak Ditemukan Siswa SD Rabun Jauh

Dari jumlah peserta SKB tersebut, hanya 95 orang yang berpeluang lolos mengisi 95 formasi CPNS formasi tenaga teknis dan tenaga kesehatan (nakes). Slot kursi jabatan CPNS di lingkungan Pemkot Mojokerto itu lebih sedikit dibanding kuota yang diberikan pemerintah pusat tahun ini 102 formasi.

Pasalnya, sebanyak 7 formasi dipastikan tidak terisi lantaran tidak ada pelamar. Masing-masing dari formasi dokter spesialis kulit dan kelamin; dokter spesialis bedah mulut; dokter spesialis bedah anak; dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT); serta dokter sub spesialis bedah onkologi dengan lokasi penempatan di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. ’’Paling banyak dari formasi dokter spesialis,’’ imbuhnya.

Selain itu, 2 formasi nakes lainnya juga lowong. Yakni, jabatan dokter dengan wilayah penempatan di Puskesmas Gedongan dan asisten apoteker pada Instalasi Farmasi Kota Mojokerto. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/