alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Turun Hujan, Jalan Seperti Sawah

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir menandai datangnya cuaca ekstrem. Kondisi itu menuntut warga supaya meningkatkan kewaspadaan lantaran dampak yang beragam. Seperti warga di Dusun Sambi Gembol, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang setiap hujan harus menghadapi kondisi jalan berlumpur.

Ali, 49, warga setempat mengatakan, pasca hujan sejumlah titik di ruas jalan tersebut selalu berlumpur. Padahal, jalur penghubung antar dusun tersebut menjadi akses utama warga selama puluhan tahun. Namun, empat tahun belakangan ini kondisinya semakin rusak dan berlumpur sehabis hujan. ”Sudah seperti sawah,” ujarnya.

Menurut Ali, jalan berlumpur lantaran di sepanjang jalan tersebut banyak persawahan. Sementara jalur irigasi yang secara di kedua sisi jalan tidak berfungsi optimal. Sehingga tanah yang terbawa aliran air mandek di ruas jalan yang memang sudah rusak tersebut. ”Ini diuruk pakai tanah yang batunya besar-besar itu,” kata Ali. Alih-alih diuruk dengan sirtu, ruas jalan yang menjadi langganan kubangan lumpur tersebut hanya diuruk dengan tanah liat serta bongkahan batu.

Baca Juga :  Kerajinan Wayang Kulit Talok, Pertahankan Warisan Leluhur

Sehingga tidak menutup kemungkinan kondisi berlumpur semakin parah setiap selesai hujan. Sedikitnya ada tiga titik kubangan lumpur yang kondisinya paling parah. ”Sering juga ada yang terpeleset gitu, karena memang benar-benar seperti sawah itu lho,”  tuturnya. Tampak irigasi di sisi jalan sudah dangkal dan tertutup tanah. Drainase yang dibuat secara manual tanpa difondasi itu memang rawan tergerus air. Tak heran bagian jalan yang lebih rendah dari permukaan tanah di kedua sisinya justru menjadi kubangan lumpur baru.

Kondisi itu tidak hanya berbahaya ketika hujan saja. Bahkan, saat kondisi cerah, warga mesti berhati-hati ketika melintasi bekas kubangan lumpur. Terutama pengendara sepeda motor yang rawan terpeleset hingga terjebak lumpur yang hanya kering di permukaannya. Guna mengatasi hal itu, tampak bekas roda sepeda motor yang dijadikan sebagai jalan setapak para pengendara. (adi)

Baca Juga :  Bernilai Seni Tinggi, Omzet Tembus Jutaan Rupiah

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan lebat yang turun dalam beberapa hari terakhir menandai datangnya cuaca ekstrem. Kondisi itu menuntut warga supaya meningkatkan kewaspadaan lantaran dampak yang beragam. Seperti warga di Dusun Sambi Gembol, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang setiap hujan harus menghadapi kondisi jalan berlumpur.

Ali, 49, warga setempat mengatakan, pasca hujan sejumlah titik di ruas jalan tersebut selalu berlumpur. Padahal, jalur penghubung antar dusun tersebut menjadi akses utama warga selama puluhan tahun. Namun, empat tahun belakangan ini kondisinya semakin rusak dan berlumpur sehabis hujan. ”Sudah seperti sawah,” ujarnya.

Menurut Ali, jalan berlumpur lantaran di sepanjang jalan tersebut banyak persawahan. Sementara jalur irigasi yang secara di kedua sisi jalan tidak berfungsi optimal. Sehingga tanah yang terbawa aliran air mandek di ruas jalan yang memang sudah rusak tersebut. ”Ini diuruk pakai tanah yang batunya besar-besar itu,” kata Ali. Alih-alih diuruk dengan sirtu, ruas jalan yang menjadi langganan kubangan lumpur tersebut hanya diuruk dengan tanah liat serta bongkahan batu.

Baca Juga :  Habiskan Puluhan Miliar, Plafon Jebol, Dinding Rontok

Sehingga tidak menutup kemungkinan kondisi berlumpur semakin parah setiap selesai hujan. Sedikitnya ada tiga titik kubangan lumpur yang kondisinya paling parah. ”Sering juga ada yang terpeleset gitu, karena memang benar-benar seperti sawah itu lho,”  tuturnya. Tampak irigasi di sisi jalan sudah dangkal dan tertutup tanah. Drainase yang dibuat secara manual tanpa difondasi itu memang rawan tergerus air. Tak heran bagian jalan yang lebih rendah dari permukaan tanah di kedua sisinya justru menjadi kubangan lumpur baru.

Kondisi itu tidak hanya berbahaya ketika hujan saja. Bahkan, saat kondisi cerah, warga mesti berhati-hati ketika melintasi bekas kubangan lumpur. Terutama pengendara sepeda motor yang rawan terpeleset hingga terjebak lumpur yang hanya kering di permukaannya. Guna mengatasi hal itu, tampak bekas roda sepeda motor yang dijadikan sebagai jalan setapak para pengendara. (adi)

Baca Juga :  Keluarga Cikeas Napak Tilas Kerajaan Majapahit

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/