alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Kantin Sekolah Tak Boleh Buka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto menyalurkan bansos bagi ribuan pedagang kantin di lingkungan sekolah jenjang SD dan SMP Negeri. Hal itu seiring belum diperbolehkannya buka meski pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berlangsung sejak awal September. ’’Bansos ini menjadi salah satu upaya pemerintah hadir dan meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Diakui Ikfina, meski bansos berupa bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula,  tetap tak bisa mengubah situasi secara total. Setidaknya, lanjutnya, bisa meringankan beban masyarakat. Khususnya pedagang di lingkungan sekolah yang belakangan juga kut terdampak sepanjang pandemi. Apalagi, meski saat ini PTM terbatas sudah berlangsung sejak September, namun kantin masih belum diperbolehkan buka. ’’Karena aktivitas makan dan minum bersama cukup berisiko terhadap persebaran Covid-19. Sekaligus menghidari klaster di dunia pendidikan. Itu yang harus kita jaga bersama,’’ paparnya.

Baca Juga :  Belasan Rumah dan Fasum Rusak Diterjan Angin Kencang

Dengan melepas masker dan tidak memperhatikan jarak aman saat jajan di kantin, membuat prokes kendor dan dikhawatirkan menjadi celah persebaran. ’’Kita harus ikhlas, sabar dan semangat menjalani pandemi ini. Walaupun tidak bisa berjualan di sekolah, tapi kita harus tetap bekerja dengan memanfaatkan peluang lainnya,’’ tegasnya.

Saat ini, pemda pun masih terus fokus dalam penuruan level PPKM sesuai Inmendagri. Belakangan pemda juga jemput bola ke Jakarta untuk meminta kejelasan atas status yang disandangnya saat ini.

Selain capaian vaksin sudah melebihi yang ditargetkan, juga perlu formula baru dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, jika vaksinasi itu dihitung berdasarkan data kependudukan, bisa saja capaiannya sudah menuju 90 persen. ’’Kejelasan ini yang kita cari. Kami perlu dapat penjelasan. Artinya, jika ada yang salah dengan kita, kita bisa langsung perbaiki. Sehingga nanti pada saat Inmendagri keluar berikutnya, kita sudah bisa turun level,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

Sementara itu, Kadispendik kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menambahkan, tercatat 1.229 kantin yang menjadi sasaran bansos. Mereka tersebar di 18 kecamatan. ’’Penyaluran dibagi dalam empat rayon,’’ ujarnya.

Rinciannya, rayon satu meliputi empat kecamatan di utara Sungai Brantas. Yakni, Dawarblandong, Jetis, Kemlagi, dan Gedeg. Di lokasi ini terdapat 208 kantin. Di rayon dua meliputi Sooko, Trowulan, Puri, Mojoanyar, dan Bangsal. Total ada 333 kantin.

Selanjutnya, rayon tiga ada Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, Dlanggu, dan Kutorejo dengan total sasaran 497 kantin. Sedangkan di rayon empat meliputi Kecamatan Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo dengan sasaran 191 kantin. ’’Tujuannya meringankan beban bagi para pedagang di sekolah yang terdampak Covid-19. Siswa belajar dari rumah mulai Maret 2020. Saat ini sudah PTM tapi kantin juga belum boleh jualan,’’ungkapnya. (ori/ron)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkab Mojokerto menyalurkan bansos bagi ribuan pedagang kantin di lingkungan sekolah jenjang SD dan SMP Negeri. Hal itu seiring belum diperbolehkannya buka meski pembelajaran tatap muka (PTM) sudah berlangsung sejak awal September. ’’Bansos ini menjadi salah satu upaya pemerintah hadir dan meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin.

Diakui Ikfina, meski bansos berupa bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan gula,  tetap tak bisa mengubah situasi secara total. Setidaknya, lanjutnya, bisa meringankan beban masyarakat. Khususnya pedagang di lingkungan sekolah yang belakangan juga kut terdampak sepanjang pandemi. Apalagi, meski saat ini PTM terbatas sudah berlangsung sejak September, namun kantin masih belum diperbolehkan buka. ’’Karena aktivitas makan dan minum bersama cukup berisiko terhadap persebaran Covid-19. Sekaligus menghidari klaster di dunia pendidikan. Itu yang harus kita jaga bersama,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

Dengan melepas masker dan tidak memperhatikan jarak aman saat jajan di kantin, membuat prokes kendor dan dikhawatirkan menjadi celah persebaran. ’’Kita harus ikhlas, sabar dan semangat menjalani pandemi ini. Walaupun tidak bisa berjualan di sekolah, tapi kita harus tetap bekerja dengan memanfaatkan peluang lainnya,’’ tegasnya.

Saat ini, pemda pun masih terus fokus dalam penuruan level PPKM sesuai Inmendagri. Belakangan pemda juga jemput bola ke Jakarta untuk meminta kejelasan atas status yang disandangnya saat ini.

Selain capaian vaksin sudah melebihi yang ditargetkan, juga perlu formula baru dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, jika vaksinasi itu dihitung berdasarkan data kependudukan, bisa saja capaiannya sudah menuju 90 persen. ’’Kejelasan ini yang kita cari. Kami perlu dapat penjelasan. Artinya, jika ada yang salah dengan kita, kita bisa langsung perbaiki. Sehingga nanti pada saat Inmendagri keluar berikutnya, kita sudah bisa turun level,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Untuk 10.000 PKL dan Warung per Penerima Mendapat Rp 1,2 Juta

Sementara itu, Kadispendik kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menambahkan, tercatat 1.229 kantin yang menjadi sasaran bansos. Mereka tersebar di 18 kecamatan. ’’Penyaluran dibagi dalam empat rayon,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Rinciannya, rayon satu meliputi empat kecamatan di utara Sungai Brantas. Yakni, Dawarblandong, Jetis, Kemlagi, dan Gedeg. Di lokasi ini terdapat 208 kantin. Di rayon dua meliputi Sooko, Trowulan, Puri, Mojoanyar, dan Bangsal. Total ada 333 kantin.

Selanjutnya, rayon tiga ada Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, Dlanggu, dan Kutorejo dengan total sasaran 497 kantin. Sedangkan di rayon empat meliputi Kecamatan Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo dengan sasaran 191 kantin. ’’Tujuannya meringankan beban bagi para pedagang di sekolah yang terdampak Covid-19. Siswa belajar dari rumah mulai Maret 2020. Saat ini sudah PTM tapi kantin juga belum boleh jualan,’’ungkapnya. (ori/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/