alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

Jembatan Pemerintah dengan Masyarakat Membangun Daerah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto  – Sebanyak 100 orang perwakilan 30 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Mojokerto mengikuti acara Jambore Ormas tahun ini. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka secara resmi acara yang digelar Bakesbangpol Kota Mojokerto bertema Ormas Siap Bersinergi Memelihara dan Mengembangkan Harmoni Kota Mojokerto di Sanggar Pramuka Kota Mojokerto, kemarin (26/10).

Wali Kota Ika Puspitasari mengungkapkan kegiatan ini sebagai jembatan masyarakat pasca berjibaku menangani pandemi. Sehingga, Jambore Ormas tahun ini diupayakan menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bakal dimasifkan kembali. ’’Kegiatan dialog kebangsaan dalam rangka Jambore Ormas ini diupayakan melalui partisipasi masyarakat mengajak ormas untuk berdiskusi. Tujuannya, selain memelihara sekaligus mengembangkan seluruh lingkungan di Kota Mojokerto menjadi lingkungan yang harmonis,’’ ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini melanjutkan kegiatan pemberdayaan yang aktif di masyarakat mulai dari level kelurahan sekarang sudah berjalan masif. Dia berharap tatanan yang sedemikian itu selanjutnya melalui ormas-ormas ini bisa berkontribusi yang sama. Tak lain dengan tujuan menciptakan harmonisasi di lingkungan yang aman. ’’Sekaligus, pemberdayaan seluruh potensi dari ormas itu bersama-sama mewujudkan harmoni di lingkungan RW,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Jadi Sasaran Vandalisme

Masih kata Ning Ita, dialog kebangsaan ini juga bisa menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat. Keterlibatan ini nantinya tak hanya didominasi unsur-unsur tertentu. Melainkan, seluruh ormas harus memiliki kontribusi yang sama dan bergerak di masing-masing lingkungan mulai dari level terbawah. ’’Semoga kegiatan ini akan menjadi satu jembatan bagi kita bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kota Mojokerto ke depan yang berdaya saing, mandiri dan warganya lebih sejahtera lagi,’’ harapnya.

Kepala Bagian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Moch. Imron mengatakan mengatakan landasan jambore ormas mengacu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyaratan. Peserta jambore ormas adalah anggota ormas yang sudah terdaftar di Bakesbangpol. Peserta juga sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. ’’Nanti Jambore Ormas ini mulai kegiatan pada Jumat (29/10) sampai Sabtu (30/10) mendatang. Pelaksanaannya di Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

Disinggung terkait harapan terlaksananya acara ini, Imron menyebutkan adanya fasilitasi kepada para pengurus organisasi yang tergabung dalam aksi nyata Ormas. Tak hanya itu, Jambore kali ini juga sebagai bentuk implementasi komitmen bersama sebagai wujud bakti nyata kepada Pemkot Mojokerto. ’’Ini sebagai upaya meningkatkan kerja sama sinergitas dan stabilitas antarormas dalam merintis harmoni Kota Mojokerto,’’ tukasnya. (oce/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto  – Sebanyak 100 orang perwakilan 30 organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Mojokerto mengikuti acara Jambore Ormas tahun ini. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka secara resmi acara yang digelar Bakesbangpol Kota Mojokerto bertema Ormas Siap Bersinergi Memelihara dan Mengembangkan Harmoni Kota Mojokerto di Sanggar Pramuka Kota Mojokerto, kemarin (26/10).

Wali Kota Ika Puspitasari mengungkapkan kegiatan ini sebagai jembatan masyarakat pasca berjibaku menangani pandemi. Sehingga, Jambore Ormas tahun ini diupayakan menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bakal dimasifkan kembali. ’’Kegiatan dialog kebangsaan dalam rangka Jambore Ormas ini diupayakan melalui partisipasi masyarakat mengajak ormas untuk berdiskusi. Tujuannya, selain memelihara sekaligus mengembangkan seluruh lingkungan di Kota Mojokerto menjadi lingkungan yang harmonis,’’ ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini melanjutkan kegiatan pemberdayaan yang aktif di masyarakat mulai dari level kelurahan sekarang sudah berjalan masif. Dia berharap tatanan yang sedemikian itu selanjutnya melalui ormas-ormas ini bisa berkontribusi yang sama. Tak lain dengan tujuan menciptakan harmonisasi di lingkungan yang aman. ’’Sekaligus, pemberdayaan seluruh potensi dari ormas itu bersama-sama mewujudkan harmoni di lingkungan RW,’’ lanjut dia.

Baca Juga :  Kopi jadi Pendongkrak Ekonomi

Masih kata Ning Ita, dialog kebangsaan ini juga bisa menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat. Keterlibatan ini nantinya tak hanya didominasi unsur-unsur tertentu. Melainkan, seluruh ormas harus memiliki kontribusi yang sama dan bergerak di masing-masing lingkungan mulai dari level terbawah. ’’Semoga kegiatan ini akan menjadi satu jembatan bagi kita bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Kota Mojokerto ke depan yang berdaya saing, mandiri dan warganya lebih sejahtera lagi,’’ harapnya.

Kepala Bagian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Moch. Imron mengatakan mengatakan landasan jambore ormas mengacu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyaratan. Peserta jambore ormas adalah anggota ormas yang sudah terdaftar di Bakesbangpol. Peserta juga sudah mengikuti vaksinasi Covid-19. ’’Nanti Jambore Ormas ini mulai kegiatan pada Jumat (29/10) sampai Sabtu (30/10) mendatang. Pelaksanaannya di Lingkungan/Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan,’’ tutur dia.

Baca Juga :  Disapu Angin, Perpustakaan SDN di Mojokerto Ambruk

Disinggung terkait harapan terlaksananya acara ini, Imron menyebutkan adanya fasilitasi kepada para pengurus organisasi yang tergabung dalam aksi nyata Ormas. Tak hanya itu, Jambore kali ini juga sebagai bentuk implementasi komitmen bersama sebagai wujud bakti nyata kepada Pemkot Mojokerto. ’’Ini sebagai upaya meningkatkan kerja sama sinergitas dan stabilitas antarormas dalam merintis harmoni Kota Mojokerto,’’ tukasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/