alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

BPBD Sebut Pengaruh Arah Angin dan Atmosfer

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Mojokerto Raya diimbau bersiap-siap menyesuaiakan peralihan musim yang datang lebih awal. Hal itu menyusul terjadinya hujan yang mengguyur Bumi Majapahit sejak dua pekan terakhir. Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten menyebut, musim hujan kali ini datang lebih awal ketimbang tahun lalu.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Mojokerto Puji Andriati menerangkan, saat ini tengah memasuki musim penghujan. Menyusul hasil perkiraan BMKG yang menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Mojokerto Raya, telah memasuki musim penghujan. Namun, guyuran hujan belakangan ini masih dalam kategori rendah.

Disebutkannya, musim penghujan kali ini datang lebih cepat jika dibandingkan tahun lalu. Sebab, hujan tak mengguyur Mojokerto selama bulan Oktober tahun lalu. Sedangkan sekitar dua pekan lalu hujan mulai membasahi meski dalam intensitas rendah. ’’Menurut pemetaan BMKG, bulan Oktober ini sudah masuk musim hujan. Cuman kategorinya masih rendah. Mungkin nanti bulan November baru rendah ke sedang. Hingga bulan Desember nanti kategorinya sedang ke tinggi,’’ bebernya kemarin.

Baca Juga :  Siswa Pidato Cegah Korupsi, Kejari Ajak Antirasuah sejak Dini

Puji Menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memenggaruhi musim hujan kali ini datang lebih cepat. Di antaranya, pengaruh dari arah angin hingga kondisi atmosfer. ’’Seperti beberapa waktu lalu adanya La Nina itu juga pengaruh arah angin, termasuk atmosfer. Sehingga membuat curah hujan bisa bergeser,’’ ungkapnya.

Tak pelak, pihaknya mengimbau agar masyarakat kian meningkatkan kewaspadaan saat mendapati indikasi terjadinya bencana. Mengingat Mojokerto Raya masuk dalam kategori wilayah rawan bencana.

Upaya preventif guna meminimalisir terjadinya bencana saat memasuki musim penghujan telah dilakukan. Bahkan mulai dilakukan sejak sebelum masuk musim penghujan lalu. Mulai dari mitigasi bencana secara struktural maupun nonstruktural. ’’Nonstruktural itu seperti memberikan pembinaan di sejumlah desa, pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan memberikan edukasi simulasi bencana,’’ paparnya.

Baca Juga :  Slank-Mensos Duet Perangi Narkoba

Setidaknya, BPBD Kabupaten telah membentuk destana di 15 desa yang tersebar di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, BPBD turut memberikan bekal kebencanaan bagi pelajar di sejumlah sekolah agar menjadi sekolah aman bencana. Serta menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di sejumlah daerah rawan bencana. Baik daerah rawan bencana banjir hingga tanah longsor.

’’Hasil dari mitigasi, sudah kita serahkan ke Bupati (Mojokerto) lalu (untuk) ditindaklanjuti oleh DPUPR Kabupaten Mojokerto. Sebab, banyak ditemukan adanya pendangkalan sungai dan banyak sampah kayu yang menghambat arus beberapa sungai yang berpotensi menyebabkan banjir,’’ tukas Puji. (vad/abi)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga Mojokerto Raya diimbau bersiap-siap menyesuaiakan peralihan musim yang datang lebih awal. Hal itu menyusul terjadinya hujan yang mengguyur Bumi Majapahit sejak dua pekan terakhir. Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten menyebut, musim hujan kali ini datang lebih awal ketimbang tahun lalu.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Mojokerto Puji Andriati menerangkan, saat ini tengah memasuki musim penghujan. Menyusul hasil perkiraan BMKG yang menyebutkan sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Mojokerto Raya, telah memasuki musim penghujan. Namun, guyuran hujan belakangan ini masih dalam kategori rendah.

Disebutkannya, musim penghujan kali ini datang lebih cepat jika dibandingkan tahun lalu. Sebab, hujan tak mengguyur Mojokerto selama bulan Oktober tahun lalu. Sedangkan sekitar dua pekan lalu hujan mulai membasahi meski dalam intensitas rendah. ’’Menurut pemetaan BMKG, bulan Oktober ini sudah masuk musim hujan. Cuman kategorinya masih rendah. Mungkin nanti bulan November baru rendah ke sedang. Hingga bulan Desember nanti kategorinya sedang ke tinggi,’’ bebernya kemarin.

Baca Juga :  Slank-Mensos Duet Perangi Narkoba

Puji Menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memenggaruhi musim hujan kali ini datang lebih cepat. Di antaranya, pengaruh dari arah angin hingga kondisi atmosfer. ’’Seperti beberapa waktu lalu adanya La Nina itu juga pengaruh arah angin, termasuk atmosfer. Sehingga membuat curah hujan bisa bergeser,’’ ungkapnya.

Tak pelak, pihaknya mengimbau agar masyarakat kian meningkatkan kewaspadaan saat mendapati indikasi terjadinya bencana. Mengingat Mojokerto Raya masuk dalam kategori wilayah rawan bencana.

Upaya preventif guna meminimalisir terjadinya bencana saat memasuki musim penghujan telah dilakukan. Bahkan mulai dilakukan sejak sebelum masuk musim penghujan lalu. Mulai dari mitigasi bencana secara struktural maupun nonstruktural. ’’Nonstruktural itu seperti memberikan pembinaan di sejumlah desa, pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan memberikan edukasi simulasi bencana,’’ paparnya.

Baca Juga :  Polemik Daftar Ulang SMAN 1 Puri, Cabdindik Cuci Tangan
- Advertisement -

Setidaknya, BPBD Kabupaten telah membentuk destana di 15 desa yang tersebar di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, BPBD turut memberikan bekal kebencanaan bagi pelajar di sejumlah sekolah agar menjadi sekolah aman bencana. Serta menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana di sejumlah daerah rawan bencana. Baik daerah rawan bencana banjir hingga tanah longsor.

’’Hasil dari mitigasi, sudah kita serahkan ke Bupati (Mojokerto) lalu (untuk) ditindaklanjuti oleh DPUPR Kabupaten Mojokerto. Sebab, banyak ditemukan adanya pendangkalan sungai dan banyak sampah kayu yang menghambat arus beberapa sungai yang berpotensi menyebabkan banjir,’’ tukas Puji. (vad/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/