alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

LKTI 2020 Bisa Jadi Karya Berharga bagi Desa

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2020 menggelar rapat teknis di Aula Darmo Kantor Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) Senin (26/10).

Dalam pertemuan tersebut mambahas seputar digelarnya event LKTI dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020.

Direktur JPRM M. Nur Kholis menyatakan, LKTI tidak sekadar sebuah ajang yang mewadahi bakat dari kalangan pelajar maupun santri. Akan tetapi, LKTI dapat menjadi karya dokumentasi yang merekam berbagai potensi setiap desa dan kelurahan.

”Sehingga, karya-karya peserta LKTI bukan hanya sebagai bahan untuk kompetisi, melainkan juga layak untuk disajikan kepada publik,” ujarnya. Sebab, LKTI 2020 mengambil tema tentang Kearifan Lokal Sebagai Identitas Karakter Negeri. Dengan demikian, setiap peserta dapat menggali materi dari berbagai latar belakang permasalahan.

Mulai dari dari sisi sejarah, potensi, sosial budaya, ekonomi, maupun profil dari masing-masing desa atau kelurahan. Di sisi lain, event lomba hasil kerja bareng JPRM dan Loodst Coffee Mojokerto ini juga sekaligus untuk memupuk bibit-bibit penulis di Mojokerto Raya.

Baca Juga :  Pengiriman Naskah Penulisan LKTI 2020 Dipermudah

Sehingga harap Nur Kholis, melalui LKTI 2020 ini mampu menumbuhkan penulis-penulis muda yang andal. ”Tidak hanya di ajang LKTI saja, tapi ke depan penulis di Mojokerto diharapkan bisa terus berkarya,” tandasnya.

Ketua panitia LKTI 2020 Rizal Amrulloh menambahkan, dalam rapat tersebut panitia juga merumuskan terkait aspek penilaian karya tulis.

Antara lain yang menjadi poin penilaian tim juri adalah topik atau gagasan yang diangkat, sistimatika tulisan, penggunaan bahasa yang baik dan benar, kreativitas dan inovasi, serta keakuratan dan integritas data informasi. ”Penilaian nanti menjadi kewenangan penuh dari tim juri,” imbuhnya.

Panitia juga telah menyepakati tim juri yang terdiri dari empat orang. Masing-masing terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Mulai dari akademisi, pemerintahan, penulis/sejarawan, serta jurnalis.

Baca Juga :  Peserta Antusias Serap Ilmu Baru

Syarat mutlak agar karya dapat berhasil lolos seleksi harus mengirimkan naskah orisinal alias bukan hasil plagiat. Selain itu, karya juga belum pernah dimuat di media manapun serta belum pernah diikutkan dalam ajang perlombaan serupa.

Peserta dapat mengirimkan naskah melalui email karyatulisilmiahhsn2020jprm@gmail.com. Di samping itu, peserta juga harus mengirimkan naskah hardcopy ke kantor JPRM Jalan RA. Basuni 96, Jalan R.A Basuni, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Panitia memberi batas akhir pengiriman hingga 15 November mendatang. Panitia turut menyiapkan total hadiah Rp 10 juta. Masing-masing akan diberikan kepada para juara untuk kategori pelajar dan santri.

LKTI juga didukung oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Mojokerto, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Mojokerto, LP Ma’arif Kabupaten Mojokerto, dan CV Sinar Mojokerto. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Panitia Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2020 menggelar rapat teknis di Aula Darmo Kantor Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) Senin (26/10).

Dalam pertemuan tersebut mambahas seputar digelarnya event LKTI dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2020.

Direktur JPRM M. Nur Kholis menyatakan, LKTI tidak sekadar sebuah ajang yang mewadahi bakat dari kalangan pelajar maupun santri. Akan tetapi, LKTI dapat menjadi karya dokumentasi yang merekam berbagai potensi setiap desa dan kelurahan.

”Sehingga, karya-karya peserta LKTI bukan hanya sebagai bahan untuk kompetisi, melainkan juga layak untuk disajikan kepada publik,” ujarnya. Sebab, LKTI 2020 mengambil tema tentang Kearifan Lokal Sebagai Identitas Karakter Negeri. Dengan demikian, setiap peserta dapat menggali materi dari berbagai latar belakang permasalahan.

Mulai dari dari sisi sejarah, potensi, sosial budaya, ekonomi, maupun profil dari masing-masing desa atau kelurahan. Di sisi lain, event lomba hasil kerja bareng JPRM dan Loodst Coffee Mojokerto ini juga sekaligus untuk memupuk bibit-bibit penulis di Mojokerto Raya.

Baca Juga :  Pemdes Bakal Dirikan Museum Desa

Sehingga harap Nur Kholis, melalui LKTI 2020 ini mampu menumbuhkan penulis-penulis muda yang andal. ”Tidak hanya di ajang LKTI saja, tapi ke depan penulis di Mojokerto diharapkan bisa terus berkarya,” tandasnya.

- Advertisement -

Ketua panitia LKTI 2020 Rizal Amrulloh menambahkan, dalam rapat tersebut panitia juga merumuskan terkait aspek penilaian karya tulis.

Antara lain yang menjadi poin penilaian tim juri adalah topik atau gagasan yang diangkat, sistimatika tulisan, penggunaan bahasa yang baik dan benar, kreativitas dan inovasi, serta keakuratan dan integritas data informasi. ”Penilaian nanti menjadi kewenangan penuh dari tim juri,” imbuhnya.

Panitia juga telah menyepakati tim juri yang terdiri dari empat orang. Masing-masing terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Mulai dari akademisi, pemerintahan, penulis/sejarawan, serta jurnalis.

Baca Juga :  Peserta Antusias Serap Ilmu Baru

Syarat mutlak agar karya dapat berhasil lolos seleksi harus mengirimkan naskah orisinal alias bukan hasil plagiat. Selain itu, karya juga belum pernah dimuat di media manapun serta belum pernah diikutkan dalam ajang perlombaan serupa.

Peserta dapat mengirimkan naskah melalui email karyatulisilmiahhsn2020jprm@gmail.com. Di samping itu, peserta juga harus mengirimkan naskah hardcopy ke kantor JPRM Jalan RA. Basuni 96, Jalan R.A Basuni, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Panitia memberi batas akhir pengiriman hingga 15 November mendatang. Panitia turut menyiapkan total hadiah Rp 10 juta. Masing-masing akan diberikan kepada para juara untuk kategori pelajar dan santri.

LKTI juga didukung oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Mojokerto, Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Mojokerto, LP Ma’arif Kabupaten Mojokerto, dan CV Sinar Mojokerto. 

Artikel Terkait

Most Read

Curi Motor di Kos-Kosan, Terekam CCTV

Aksi Vandalisme Harus Izin

Serapan Anggaran Pemkab Loyo

Artikel Terbaru


/