alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Usai Ditutup, Pemandian Sekarsari Akan Dipercantik

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kolam pemandian Sekarsari di Jalan Raya Empunala, Kota Mojokerto, yang mangkrak rupanya bukan tanpa sebab. Menyusul, adanya rencana mempercantik taman kolam legendaris tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik, mengatakan, ada rencana pembangunan tempat wisata buatan kolam pemandian Sekarsari. Rencana pembangunan itu sudah dimunculkan eksekutif ketika pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2020. ’’Di KUA-PPAS 2020 sudah ada rencana pembangunannya,’’ kata dia, Kamis (26/9).

Disebutkannya, rencana pembangunan kolam di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, itu sudah diperkuat pula dengan plafon anggaran. Nilainya terbilang besar mencapai Rp 6 miliar hingga Rp 12 miliar. ’’Untuk nilainya tolong dikroscekkan (ke eksekutif) Rp 6 miliar atau 12 miliar,’’ sebut dia.

Baca Juga :  Sunrise Mall Mojokerto, Gandeng Grab hingga Layani Swab

Meski begitu, politisi PKB ini menuturkan rencana pembangunan itu belum sepenuhnya klir. Karena, rencana itu masih belum diperkuat dengan kajian pembangunan. ’’Tapi, tunggu kajian dulu. Eksekutif menyebutkan masih menyiapkan. Dijanjikan (kajian) diselesaikan sebelum pembahasan APBD 2020,’’ tutur dia.

Dikatakan Junaedi, masuknya rencana pembangunan kolam pemandian Sekarsari itu bertujuan memperkuat sektor infrastruktur pariwisata di Kota Onde-Onde. Meski begitu, pihaknya mengakui belum mengetahui gambaran detail pembangunannya. ’’Karena, masih tunggu hasil kajian. Nanti saat pembahasan dijanjikan diberikan kajiannya,’’ imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, pembahasan APBD 2020 bakal dilaksanakan November mendatang. ’’Perkiraan awal November mulai membahas. Oktober masih bahas perda-perda,’’ lontarnya.

Disinggung terkait rencana pembangunan pada tahun ini, termasuk dari CSR, Junaedi mengaku belum mengetahui detail. Hanya saja, bila memulai pembangunan, diharapkan tidak tumpang tindih dengan rencana yang sudah ada dalam KUA-PPAS. ’’Saya belum tahu pastinya. Kalau pun ada, paling tidak jangan sampai tumpang tindih,’’ jawabnya.

Baca Juga :  Langgar Kaidah Pelestarian

Ia menambahkan, rencana pembangunan kolam Sekarsari sedianya juga menyasar area Kantor Baznas Kota Mojokerto, di sisi barat pemandian. Untuk itu, pihaknya turut mendorong eksekutif mengalokasikan area kantor bagi Baznas. ’’Karena tak dipungkiri, peran Baznas terhadap pembangunan juga nyata. Terutama, memberikan bantuan kepada pihak yang tak mampu,’’ imbuhnya.

Sekadar diketahui, pemkot menutup kolam pemandian Sekarsari menyusul opsi perpanjangan kontrak pihak ketiga sebagai pengelola diputus sepihak. Menyusul adanya tunggakan retribusi yang jadi tanggung jawab pihak ketiga. Imbasnya, kolam itu sekarang kondisinya terbengkalai. Air kolam menghijau rawan menjadi sarang nyamuk.

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kolam pemandian Sekarsari di Jalan Raya Empunala, Kota Mojokerto, yang mangkrak rupanya bukan tanpa sebab. Menyusul, adanya rencana mempercantik taman kolam legendaris tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik, mengatakan, ada rencana pembangunan tempat wisata buatan kolam pemandian Sekarsari. Rencana pembangunan itu sudah dimunculkan eksekutif ketika pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2020. ’’Di KUA-PPAS 2020 sudah ada rencana pembangunannya,’’ kata dia, Kamis (26/9).

Disebutkannya, rencana pembangunan kolam di Jalan Empunala, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, itu sudah diperkuat pula dengan plafon anggaran. Nilainya terbilang besar mencapai Rp 6 miliar hingga Rp 12 miliar. ’’Untuk nilainya tolong dikroscekkan (ke eksekutif) Rp 6 miliar atau 12 miliar,’’ sebut dia.

Baca Juga :  Permukiman Abad 15 Masehi Ditemukan, Diperkirakan Masa Dinasti Ming

Meski begitu, politisi PKB ini menuturkan rencana pembangunan itu belum sepenuhnya klir. Karena, rencana itu masih belum diperkuat dengan kajian pembangunan. ’’Tapi, tunggu kajian dulu. Eksekutif menyebutkan masih menyiapkan. Dijanjikan (kajian) diselesaikan sebelum pembahasan APBD 2020,’’ tutur dia.

Dikatakan Junaedi, masuknya rencana pembangunan kolam pemandian Sekarsari itu bertujuan memperkuat sektor infrastruktur pariwisata di Kota Onde-Onde. Meski begitu, pihaknya mengakui belum mengetahui gambaran detail pembangunannya. ’’Karena, masih tunggu hasil kajian. Nanti saat pembahasan dijanjikan diberikan kajiannya,’’ imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, pembahasan APBD 2020 bakal dilaksanakan November mendatang. ’’Perkiraan awal November mulai membahas. Oktober masih bahas perda-perda,’’ lontarnya.

- Advertisement -

Disinggung terkait rencana pembangunan pada tahun ini, termasuk dari CSR, Junaedi mengaku belum mengetahui detail. Hanya saja, bila memulai pembangunan, diharapkan tidak tumpang tindih dengan rencana yang sudah ada dalam KUA-PPAS. ’’Saya belum tahu pastinya. Kalau pun ada, paling tidak jangan sampai tumpang tindih,’’ jawabnya.

Baca Juga :  Regulasi Retribusi Pemandian Sekarsari Disorong ke Dewan

Ia menambahkan, rencana pembangunan kolam Sekarsari sedianya juga menyasar area Kantor Baznas Kota Mojokerto, di sisi barat pemandian. Untuk itu, pihaknya turut mendorong eksekutif mengalokasikan area kantor bagi Baznas. ’’Karena tak dipungkiri, peran Baznas terhadap pembangunan juga nyata. Terutama, memberikan bantuan kepada pihak yang tak mampu,’’ imbuhnya.

Sekadar diketahui, pemkot menutup kolam pemandian Sekarsari menyusul opsi perpanjangan kontrak pihak ketiga sebagai pengelola diputus sepihak. Menyusul adanya tunggakan retribusi yang jadi tanggung jawab pihak ketiga. Imbasnya, kolam itu sekarang kondisinya terbengkalai. Air kolam menghijau rawan menjadi sarang nyamuk.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/