alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Tiga Pesan Khusus KH Chusaini Ilyas kepada Banser

MOJOKERTO – Tidak hanya menjalani pembaretan dan penggemblengan, Barisan Ansor Serbagunu (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto juga mendapat pesan dari KH Chusaini Ilyas.

Rais Syuriah PC NU Kabupaten Mojokerto ini menitipkan pesan khusus kepada Banser saat menjalankan amanah dan perjuangannya di dalam organisasi. Khususnya dalam memelihara harmonisasi, ketentraman, ketenangan dan kedamaian sebagai garda terdepan kiai dan NKRI.

Tiga pesan ini adalah As Shofa, Al Wafa dan Al Jafa. As Shofa menurut kiai kharismatik tersebut memiliki makna belajar membersihkan hati. Semua hal-hal yang baik, khususnya pada saat menuntut ilmu harus diawali dengan belajar.

”Al Wafa, ojo sok nulayani omongane dewe, bahaya. Nek iya ya iya, nek ora ya ora. (jangan munafik, tidak jujur dengan perkataan sendiri. Bahaya),” tandas Kiai Chusaini pada acara pembaretan dan penggemblengan 700 Banser di Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/9).

Baca Juga :  Daripada Dibuang, Mending Dijemur lalu Ditukar Panci

Sedangkan ketiga adalah Al Jafa. Yakni tidak tertarik dengan segala pujian-pujian dan tidak terkejut kala mendapat cacian atau hinaan. ”Gak mengeng nek dielem, gak kaaget nek dilokno. Jare wong Jowo, dipeh gak garing dikum gak teles (kata orang Jawa, dijemur tidak kering, direndam tidak basah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri langsung Katib Aam PB NU KH Yahya Cholil Staquf, Kasatkornas Banser NU Alfa Isnaeni, Pengurus GP Ansor Kabupaten/Kota Mojokerto, Kemenag Kabupaten Mojokerto, perwakilan TNI/Polri dan kader muda NU.

  

MOJOKERTO – Tidak hanya menjalani pembaretan dan penggemblengan, Barisan Ansor Serbagunu (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Mojokerto juga mendapat pesan dari KH Chusaini Ilyas.

Rais Syuriah PC NU Kabupaten Mojokerto ini menitipkan pesan khusus kepada Banser saat menjalankan amanah dan perjuangannya di dalam organisasi. Khususnya dalam memelihara harmonisasi, ketentraman, ketenangan dan kedamaian sebagai garda terdepan kiai dan NKRI.

Tiga pesan ini adalah As Shofa, Al Wafa dan Al Jafa. As Shofa menurut kiai kharismatik tersebut memiliki makna belajar membersihkan hati. Semua hal-hal yang baik, khususnya pada saat menuntut ilmu harus diawali dengan belajar.

”Al Wafa, ojo sok nulayani omongane dewe, bahaya. Nek iya ya iya, nek ora ya ora. (jangan munafik, tidak jujur dengan perkataan sendiri. Bahaya),” tandas Kiai Chusaini pada acara pembaretan dan penggemblengan 700 Banser di Pondok Pesantren Salafiyah Al Misbar, Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (26/9).

Baca Juga :  Satu Vaksinator Dijatah Rp 7,5 Juta

Sedangkan ketiga adalah Al Jafa. Yakni tidak tertarik dengan segala pujian-pujian dan tidak terkejut kala mendapat cacian atau hinaan. ”Gak mengeng nek dielem, gak kaaget nek dilokno. Jare wong Jowo, dipeh gak garing dikum gak teles (kata orang Jawa, dijemur tidak kering, direndam tidak basah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri langsung Katib Aam PB NU KH Yahya Cholil Staquf, Kasatkornas Banser NU Alfa Isnaeni, Pengurus GP Ansor Kabupaten/Kota Mojokerto, Kemenag Kabupaten Mojokerto, perwakilan TNI/Polri dan kader muda NU.

- Advertisement -

  

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/