alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Temuan Situs Baru Diduga Permukiman Era Majapahit

MOJOKERTO – Temuan struktur bangunan batu bata kuno di sekitar proyek pembangunan pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih miterius.

Sejauh ini, Balai Pelesarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan belum bisa memastikan bangunan tersebut. ’’Untuk kepastiannya masih butuh penelitian lebih detail,’’ ungkap kepala Unit Penyelamatan, BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, seusai meninjau lokasi.

Namun, dia menegaskan, temuan benda cagar budaya (BCB) tersebut kuat dugaan merupakan peninggalam era Kerajaan Majapahit. Hal itu setelah warga menemukan batu bata merah kuno. Temuan tersebut persis dengan beberapa temuan BPBC di Trowulan. ’’Hasil dari pengamatan sementara, ini seperti sebuah pemukiman masyarakat,’’ tandasnya.

Dugaan itu muncul setelah lokasi lahannya diperkirakan cukup luas. Di lain sisi lebih dari empat titik struktur bangunan dengan batu bata kuno ditemukan tertatata rapi. Termasuk di dalam lokasi proyek pembangunan pelebaran TPA.

Baca Juga :  Dorong OPD Genjot Serapan Anggaran

Bahkan, saat digali hingga kedalaman 1,5 meter, struktur batu batanya terlihat masih tersusun rapi. ’’Memang, situsnya nampak seperti berupa bangunan cukup besar,’’ tambahnya. Selain batu bata ukuran besar, di lokasi yang sama, BPCB juga menemukan tembikar dan guci kuno.

Sayangnya, temuan itu kini banyak yang rusak akibat aktiviitas perluasan bangunan TPA dan galian di sekitarnya. Nah, untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih besar, BPCB berharap agar pengerjaan TPA untuk dihentikan sementara. ’’Selanjutnya, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk melakukan eskavasi dan penelitian lebih lanjut,’’ terangnya.

Kades Belahan Tengah, Senedi menambahkan, memang tidak hanya satu titik saja temuan struktur bangunan batu bata kuno tersebut. ’’Sementara sudah ada empat titik. Luasannya lebih kalau satu hektare,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PS Mojokerto Putra Ragukan Data Satgas Antimafia Bola

Menurutnya, penggalihan temuan situs tersebut ini diduga mirip pemukiman warga zaman dulu. Hasilnya, struktur bangunan juga kian jelas dan lebih besar dari sebelumnya. Setiap hari, kondisi itu pun kian menarik perhatian masyarkaat. Tidak masyarakat sekitar saja, sejumlah pelajar yang penasaran juga berdatangan untuk sekadar melihat dari dekat. ’’Yang jelas kalau ini BCB, akan kita lestarikan,’’ pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zainul memastikan, temuan situs di area proyek tidak akan menggangu pelaksanaan pelebaran. Bahkan, dipastikan pengerjaan proyek senilai Rp 1,5 miliar lebih tersebut akan terus direalisasi sesuai perencanaan.

’’Tidak akan ada penghentian pengerjaan proyek,’’ kata Zainul. Dia menuturkan, tidak ada landasan atau regulasi bagi DLH menghentikan proyek pembangunan pelebaran TPA. Meski di dalamnya diug menyimpan situs. ’’Pelebaran TPA juga sudah sangat mendesak,’’ tandasnya.

 

MOJOKERTO – Temuan struktur bangunan batu bata kuno di sekitar proyek pembangunan pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto masih miterius.

Sejauh ini, Balai Pelesarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan belum bisa memastikan bangunan tersebut. ’’Untuk kepastiannya masih butuh penelitian lebih detail,’’ ungkap kepala Unit Penyelamatan, BPCB Jatim, Nugroho Harjo Lukito, seusai meninjau lokasi.

Namun, dia menegaskan, temuan benda cagar budaya (BCB) tersebut kuat dugaan merupakan peninggalam era Kerajaan Majapahit. Hal itu setelah warga menemukan batu bata merah kuno. Temuan tersebut persis dengan beberapa temuan BPBC di Trowulan. ’’Hasil dari pengamatan sementara, ini seperti sebuah pemukiman masyarakat,’’ tandasnya.

Dugaan itu muncul setelah lokasi lahannya diperkirakan cukup luas. Di lain sisi lebih dari empat titik struktur bangunan dengan batu bata kuno ditemukan tertatata rapi. Termasuk di dalam lokasi proyek pembangunan pelebaran TPA.

Baca Juga :  Bangun Karakter untuk Raih Prestasi

Bahkan, saat digali hingga kedalaman 1,5 meter, struktur batu batanya terlihat masih tersusun rapi. ’’Memang, situsnya nampak seperti berupa bangunan cukup besar,’’ tambahnya. Selain batu bata ukuran besar, di lokasi yang sama, BPCB juga menemukan tembikar dan guci kuno.

Sayangnya, temuan itu kini banyak yang rusak akibat aktiviitas perluasan bangunan TPA dan galian di sekitarnya. Nah, untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih besar, BPCB berharap agar pengerjaan TPA untuk dihentikan sementara. ’’Selanjutnya, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk melakukan eskavasi dan penelitian lebih lanjut,’’ terangnya.

- Advertisement -

Kades Belahan Tengah, Senedi menambahkan, memang tidak hanya satu titik saja temuan struktur bangunan batu bata kuno tersebut. ’’Sementara sudah ada empat titik. Luasannya lebih kalau satu hektare,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ning Ita Apresiasi Produk UKM yang Sukses Tembus Pasar Ekspor

Menurutnya, penggalihan temuan situs tersebut ini diduga mirip pemukiman warga zaman dulu. Hasilnya, struktur bangunan juga kian jelas dan lebih besar dari sebelumnya. Setiap hari, kondisi itu pun kian menarik perhatian masyarkaat. Tidak masyarakat sekitar saja, sejumlah pelajar yang penasaran juga berdatangan untuk sekadar melihat dari dekat. ’’Yang jelas kalau ini BCB, akan kita lestarikan,’’ pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zainul memastikan, temuan situs di area proyek tidak akan menggangu pelaksanaan pelebaran. Bahkan, dipastikan pengerjaan proyek senilai Rp 1,5 miliar lebih tersebut akan terus direalisasi sesuai perencanaan.

’’Tidak akan ada penghentian pengerjaan proyek,’’ kata Zainul. Dia menuturkan, tidak ada landasan atau regulasi bagi DLH menghentikan proyek pembangunan pelebaran TPA. Meski di dalamnya diug menyimpan situs. ’’Pelebaran TPA juga sudah sangat mendesak,’’ tandasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/