alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Koleksi 58 Penghargaan, Mulai Regional, Nasional, hingga Presiden

PRIA bernama lengkap Drs. Joedha Hadi Soewignjo Eko Setijo Boedi ini berhasil mengoleksi 58 penghargaan selama 10 tahun 5 bulan mengabdi sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Memasuki masa pensiun, dirinya bakal tetap mengabdi dengan menjadi pendidik di bawah naungan Kementerian Sosial RI. Pria asli Mojokerto ini mengatakan, ketika menjabat kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto, dirinya berhasil mendapatkan penghargaan dari Presiden.

’’Sebenarnya ada tiga penghargaan dari presiden waktu itu. Dua untuk Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan satu untuk saya,’’ kata dia. Penghargaan untuk bupati MKP berupa Pembina Karang Taruna Terbaik Tahun 2010 Se-Indonesia dan pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) terbaik Nasional, mulai tahun 2009 hingga tahun 2011.

Sejak April tahun 2011, dirinya bertugas sebagai kepala DP2AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana) yang sekarang berganti nama menjadi DP2KBP2. Dua tahun kemudian pimpinan kantor yang berada di Jalan R.A Basuni, Sooko itu, berhasil mencetak 8 prestasi tingkat Jatim. Kemudian setiap tahun hingga tahun 2021, penghargaan atas capaian prestasi selalu didapatkan, baik tingkat regional Jawa Timur, Nasional, hingga penghargaan dari Presiden RI.

Disinggung terkait capaian prestasi tersebut, Joedha mengaku dirinya memiliki tahapan untuk mendapatkan prestasi tersebut. ’’Ada lima. Pertama, identifikasi masalah di dinas KB. Kedua, saya harus memahami total tupoksi di sini. Ketiga, bagaimana membuat jejaring dengan instansi vertikal dan mitra kerja. Keempat, memahami masing-masing personel. Kelima, baru saya membuat target capaian-capaian,’’ ujar bapak dua anak ini.

Alumni Universitas Jember ini menuturkan, capaian prestasi juga tak lepas dari kerja keras jajarannya. Baik pegawai bagian terbawah, para penyuluh, dan pegawai struktural lainnya. Selain itu, para mitra kerja dari instansi samping juga turut menentukan keberhasilan prestasi. ’’Para PLKB (penyuluh KB), faskes baik negeri atau swasta, IBI (Ikatan Bidan Indonesia), sekolah-sekolah, LPPA Bina Annisa, TNI (lewat program TMMD), juga media massa,’’ terangnya.

Baca Juga :  Imunisasi Jadi Syarat Masuk PAUD dan SD

Capaian prestasi tertinggi, sebut Joedha, dicapainya tahun 2019 silam. Ketika itu, dirinya mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo melalui BKKBN. Yakni, menjadi pembina dan penggerak Genre (Generasi Berencana). ’’Saat itu diterimakan di Banjarmasin,’’ imbuh pria yang juga hobi memancing ini.

Meski demikian, dari puluhan prestasi yang didapatkan, dirinya memiliki kesan tersendiri ketika para aparat yudikatif di Mojokerto, baik di kabupaten maupun kota mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA). ’’Saat itu atas vonis kebiri kepada predator anak. Aparat yudikatif mulai Kejari Kota Mojokerto, Kejari Kabupaten Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto, dan Pengadilan Negeri Mojokerto dapat penghargaan dari Kemen PPA tahun 2019,’’ beber Joedha.

Dia menjelaskan, para aparat yudikatif tersebut memiliki keberpihakan terhadap upaya nyata perlindungan anak pada kasus pencabulan terhadap anak. ’’Capaian itu saya kira satu-satunya di Indonesia. Sehingga sangat berkesan bagi saya,’’ tandas pria yang menjadi CPNS pada tahun 1990 ini. Menjelang akhir bulan Agustus ini, dirinya menyebutkan bakal memasuki masa pensiun. Selama 10 tahun 5 bulan dengan segudang prestasi yang dicapai, dirinya ingin menunjukkan instansi KB bukanlah instansi buangan. ’’Selama ini KB masih dianggap instansi buangan. Sehingga banyak jabatan yang kosong,’’ sebut pria yang mengenyam enam periode bupati ini.

Padahal, tegas dia, instansi KB memiliki fungsi dan peran penting terhadap upaya pengendalian penduduk hingga mempersiapkan generasi (mulai kandungan hingga dewasa). Termasuk, mewujudkan keluarga tercipta NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). ’’Selama ini saya bisa. Saya juga dipercaya sebagai ketua Perkadis KB (Persatuan kepala dinas KB) tingkat Jatim dan Wakil Bendahara 1 tingkat Nasional,’’ tegas pria kelahiran 27 Agustus tahun 1961 ini.

Meski pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Joedha mengaku bakal masih tetap mengabdi kepada negara. Terlebih dirinya direkrut oleh Kementerian Sosial RI sebagai pendidik. Ditugaskan sebagai dosen pada balai diklat Kemensos RI di Jogjakarta. ’’Saya diminta Kemensos RI untuk memberikan pelatihan dan mengajar,’’ tandasnya. 

Baca Juga :  Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih Meluas

PRESTASI DP2KBP2 KEPEMIMPINAN JOEDHA HADI

–          MURI IUD Bersama IBI tahun 2012 dengan pelayanan IUD 3.230 akseptor.

–          MURI Implant Dardalila tahun 2012 dengan pelayanan MOW 4.864 akseptor.

–          MURI MOW bersama Mitra tahun 2012 dengan pelayanan MOW 418 akseptor.

–          MURI Pengecatan Genteng ’’KB Dua Anak Cukup’’ tahun 2013 sebanyak 12.742 atap rumah.

–          Penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI kepada Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa atas prestasi program KB tahun 2014.

–          Juara 1 Nasional Lomba KB pasca persalinan dan pasca keguguran RS tipe B (RSUD Soekandar Mojosari) tahun 2014.

–          Juara 1 Nasional Lomba PIK-Remaja Unggulan (PIK-R Wijaya Kusuma SMK PGRI Sooko) tahun 2014.

–          Penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa atas karya menonjol dalam kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan, khususnya dedikasi mendukung keberhasilan program kependudukan dan KB tahun 2015.

–          MURI Pemeriksaan IVA secara serenta oleh bidan tahun 2017.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Pratama tahun 2017.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Pratama tahun 2018.

–          Juara I Lomba BKB tingkat Nasional oleh BKB Ceria Desa Manduro, Kecamatan Ngoro.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Madya tahun 2019.

–          Penghargaan Wira Karya Kecana sebagai Pembina dan penggerak Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Mojokerto tahun 2019.

–          Puskesmas dengan pelayanan Ramah Anak Terbaik tingkat Nasional tahun 2019 atas nama Puskesmas Gondang.

–          Juara 1 tingkat Nasional sebagai Kabupaten/Kota dalam pencapaian akseptor terbanyak kegiatan pelayanan serentak sejuta akseptor dengan protokol kesehatan dalam rangka Harganas tahun 2020.

–          Juara II tingkat Nasional sebagai kabupaten/kota dalam pencapaian akseptor terbanyak kegiatan pelayanan serentak sejuta akseptor dalam rangka Harganas tahun 2020.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Nasional Kategori Madya tahun 2021.

 

PRIA bernama lengkap Drs. Joedha Hadi Soewignjo Eko Setijo Boedi ini berhasil mengoleksi 58 penghargaan selama 10 tahun 5 bulan mengabdi sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto.

Memasuki masa pensiun, dirinya bakal tetap mengabdi dengan menjadi pendidik di bawah naungan Kementerian Sosial RI. Pria asli Mojokerto ini mengatakan, ketika menjabat kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto, dirinya berhasil mendapatkan penghargaan dari Presiden.

’’Sebenarnya ada tiga penghargaan dari presiden waktu itu. Dua untuk Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan satu untuk saya,’’ kata dia. Penghargaan untuk bupati MKP berupa Pembina Karang Taruna Terbaik Tahun 2010 Se-Indonesia dan pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) terbaik Nasional, mulai tahun 2009 hingga tahun 2011.

Sejak April tahun 2011, dirinya bertugas sebagai kepala DP2AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana) yang sekarang berganti nama menjadi DP2KBP2. Dua tahun kemudian pimpinan kantor yang berada di Jalan R.A Basuni, Sooko itu, berhasil mencetak 8 prestasi tingkat Jatim. Kemudian setiap tahun hingga tahun 2021, penghargaan atas capaian prestasi selalu didapatkan, baik tingkat regional Jawa Timur, Nasional, hingga penghargaan dari Presiden RI.

Disinggung terkait capaian prestasi tersebut, Joedha mengaku dirinya memiliki tahapan untuk mendapatkan prestasi tersebut. ’’Ada lima. Pertama, identifikasi masalah di dinas KB. Kedua, saya harus memahami total tupoksi di sini. Ketiga, bagaimana membuat jejaring dengan instansi vertikal dan mitra kerja. Keempat, memahami masing-masing personel. Kelima, baru saya membuat target capaian-capaian,’’ ujar bapak dua anak ini.

Alumni Universitas Jember ini menuturkan, capaian prestasi juga tak lepas dari kerja keras jajarannya. Baik pegawai bagian terbawah, para penyuluh, dan pegawai struktural lainnya. Selain itu, para mitra kerja dari instansi samping juga turut menentukan keberhasilan prestasi. ’’Para PLKB (penyuluh KB), faskes baik negeri atau swasta, IBI (Ikatan Bidan Indonesia), sekolah-sekolah, LPPA Bina Annisa, TNI (lewat program TMMD), juga media massa,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bisa Sisir dan Pilih Pedagang Yang Pas
- Advertisement -

Capaian prestasi tertinggi, sebut Joedha, dicapainya tahun 2019 silam. Ketika itu, dirinya mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo melalui BKKBN. Yakni, menjadi pembina dan penggerak Genre (Generasi Berencana). ’’Saat itu diterimakan di Banjarmasin,’’ imbuh pria yang juga hobi memancing ini.

Meski demikian, dari puluhan prestasi yang didapatkan, dirinya memiliki kesan tersendiri ketika para aparat yudikatif di Mojokerto, baik di kabupaten maupun kota mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA). ’’Saat itu atas vonis kebiri kepada predator anak. Aparat yudikatif mulai Kejari Kota Mojokerto, Kejari Kabupaten Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto, dan Pengadilan Negeri Mojokerto dapat penghargaan dari Kemen PPA tahun 2019,’’ beber Joedha.

Dia menjelaskan, para aparat yudikatif tersebut memiliki keberpihakan terhadap upaya nyata perlindungan anak pada kasus pencabulan terhadap anak. ’’Capaian itu saya kira satu-satunya di Indonesia. Sehingga sangat berkesan bagi saya,’’ tandas pria yang menjadi CPNS pada tahun 1990 ini. Menjelang akhir bulan Agustus ini, dirinya menyebutkan bakal memasuki masa pensiun. Selama 10 tahun 5 bulan dengan segudang prestasi yang dicapai, dirinya ingin menunjukkan instansi KB bukanlah instansi buangan. ’’Selama ini KB masih dianggap instansi buangan. Sehingga banyak jabatan yang kosong,’’ sebut pria yang mengenyam enam periode bupati ini.

Padahal, tegas dia, instansi KB memiliki fungsi dan peran penting terhadap upaya pengendalian penduduk hingga mempersiapkan generasi (mulai kandungan hingga dewasa). Termasuk, mewujudkan keluarga tercipta NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera). ’’Selama ini saya bisa. Saya juga dipercaya sebagai ketua Perkadis KB (Persatuan kepala dinas KB) tingkat Jatim dan Wakil Bendahara 1 tingkat Nasional,’’ tegas pria kelahiran 27 Agustus tahun 1961 ini.

Meski pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Joedha mengaku bakal masih tetap mengabdi kepada negara. Terlebih dirinya direkrut oleh Kementerian Sosial RI sebagai pendidik. Ditugaskan sebagai dosen pada balai diklat Kemensos RI di Jogjakarta. ’’Saya diminta Kemensos RI untuk memberikan pelatihan dan mengajar,’’ tandasnya. 

Baca Juga :  Silvy Damayanti Setiawan, Sering Ajak Anak ke Kantor

PRESTASI DP2KBP2 KEPEMIMPINAN JOEDHA HADI

–          MURI IUD Bersama IBI tahun 2012 dengan pelayanan IUD 3.230 akseptor.

–          MURI Implant Dardalila tahun 2012 dengan pelayanan MOW 4.864 akseptor.

–          MURI MOW bersama Mitra tahun 2012 dengan pelayanan MOW 418 akseptor.

–          MURI Pengecatan Genteng ’’KB Dua Anak Cukup’’ tahun 2013 sebanyak 12.742 atap rumah.

–          Penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI kepada Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa atas prestasi program KB tahun 2014.

–          Juara 1 Nasional Lomba KB pasca persalinan dan pasca keguguran RS tipe B (RSUD Soekandar Mojosari) tahun 2014.

–          Juara 1 Nasional Lomba PIK-Remaja Unggulan (PIK-R Wijaya Kusuma SMK PGRI Sooko) tahun 2014.

–          Penghargaan Manggala Karya Kencana kepada Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa atas karya menonjol dalam kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan, khususnya dedikasi mendukung keberhasilan program kependudukan dan KB tahun 2015.

–          MURI Pemeriksaan IVA secara serenta oleh bidan tahun 2017.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Pratama tahun 2017.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Pratama tahun 2018.

–          Juara I Lomba BKB tingkat Nasional oleh BKB Ceria Desa Manduro, Kecamatan Ngoro.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nasional kategori Madya tahun 2019.

–          Penghargaan Wira Karya Kecana sebagai Pembina dan penggerak Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Mojokerto tahun 2019.

–          Puskesmas dengan pelayanan Ramah Anak Terbaik tingkat Nasional tahun 2019 atas nama Puskesmas Gondang.

–          Juara 1 tingkat Nasional sebagai Kabupaten/Kota dalam pencapaian akseptor terbanyak kegiatan pelayanan serentak sejuta akseptor dengan protokol kesehatan dalam rangka Harganas tahun 2020.

–          Juara II tingkat Nasional sebagai kabupaten/kota dalam pencapaian akseptor terbanyak kegiatan pelayanan serentak sejuta akseptor dalam rangka Harganas tahun 2020.

–          Penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat Nasional Kategori Madya tahun 2021.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/