alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Dewan Di-Rapid Test, Bantah Ada Yang Terpapar Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh anggota DPRD Kabupaten Mojokerto diminta mengikuti rangkaian tes kesehatan secara tersentral di gedung DPRD, Rabu (26/8).

Selain para wakil rakyat, sejumlah staf juga turut diperiksa. Pemeriksaan kesehatan ini digelar sejak kemarin pagi (26/8). Sejumlah anggota yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Banmus) langsung mengikuti rangkaian tes kesehatan. Termasuk di antaranya rapid test.

Pemeriksaan itu dilakukan setelah mereka mengikuti rapat Banmus. Yang mana, sekitar separo dari total 50 anggota dewan tergabung dalam Banmus. Tak cukup itu saja, rangkaian pemeriksaan juga dilakukan terhadap anggota dewan lainnya.

Pemeriksaan dilakukan sebelum dilaksanakan rapat paripurna penyampaian nota penjelasan bupati terhadap perubahan-anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun anggaran 2020.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut diikuti anggota perwakilan fraksi DPRD. Seluruh peserta rapat paripurna sebelumnya wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga :  Sertu Yogie Bersihkan Rumah sebelum Gugur

Tes tersebut digelar di ruangan wakil ketua pimpinan, M. Soleh. Lokasinya berada di sudut timur sayap selatan gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jalan Veteran 16, Kota Mojokerto. Terdapat sejumlah petugas medis memakai alat pelindung diri (APD) yang memeriksa para wakil rakyat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujadmiko mengatakan, pemeriksaan terhadap wakil rakyat tersebut diadakan atas permintaan sekretariat DPRD.

Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan sudah pernah dilakukan terhadap anggota dewan dan staf sekretariat DPRD. ’’Ini karena ada permintaan. Jadi dilakukan pemeriksaan di kantor dewan,’’ kata dia.

Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto Mardiasih membenarkan adanya rangkaian pemeriksaan tersebut. Tak kurang dari 60 orang yang diperiksa terdiri dari anggota dewan dengan staf dewan.

’’Sebenarnya bisa dilakukan di klinik. Akan tetapi ini kita gelar agar tersentral dengan bersurat ke dinkes. Sebelum mengikuti rapat dites kesehatan dulu,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Anak Yatim Belum Tersentuh Bantuan, Terimbas Refocusing Anggaran

Dia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan sekaligus membantah adanya kabar sebanyak 36 anggota DPRD telah terkonfirmasi positif Covid-19.

’’Ini juga menepis adanya kabar kalau anggota dewan ada yang positif Covid-19. Karena, pemeriksaan ini akan langsung ketahuan kalau memang positif,’’ jelas Mardiasih.

Buktinya, tambah dia, dari hasil pemeriksaan, dinkes menyebutkan tidak ada yang reaktif. Itu mengindikasikan anggota dewan tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. ’’Isu itu tidak benar,’’ tandas perempuan berjilbab ini.

Upaya pemeriksaan tersebut sekaligus aksi antisipasi sebelum kalangan dewan melakukan studi banding dalam rangka pra penyampaian pandangan umum fraksi atas nota penjelasan bupati terhadap P-APBD tahun 2021.

Lantaran, daerah tujuan studi banding mensyaratkan surat keterangan sehat bagi pelaku studi banding. 

 

 

 

 

 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seluruh anggota DPRD Kabupaten Mojokerto diminta mengikuti rangkaian tes kesehatan secara tersentral di gedung DPRD, Rabu (26/8).

Selain para wakil rakyat, sejumlah staf juga turut diperiksa. Pemeriksaan kesehatan ini digelar sejak kemarin pagi (26/8). Sejumlah anggota yang tergabung dalam Badan Musyawarah (Banmus) langsung mengikuti rangkaian tes kesehatan. Termasuk di antaranya rapid test.

Pemeriksaan itu dilakukan setelah mereka mengikuti rapat Banmus. Yang mana, sekitar separo dari total 50 anggota dewan tergabung dalam Banmus. Tak cukup itu saja, rangkaian pemeriksaan juga dilakukan terhadap anggota dewan lainnya.

Pemeriksaan dilakukan sebelum dilaksanakan rapat paripurna penyampaian nota penjelasan bupati terhadap perubahan-anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun anggaran 2020.

Rapat paripurna yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut diikuti anggota perwakilan fraksi DPRD. Seluruh peserta rapat paripurna sebelumnya wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga :  Rutin Sosialisasi Cegah Covid-19 dengan Naik Kereta Jenazah

Tes tersebut digelar di ruangan wakil ketua pimpinan, M. Soleh. Lokasinya berada di sudut timur sayap selatan gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jalan Veteran 16, Kota Mojokerto. Terdapat sejumlah petugas medis memakai alat pelindung diri (APD) yang memeriksa para wakil rakyat tersebut.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujadmiko mengatakan, pemeriksaan terhadap wakil rakyat tersebut diadakan atas permintaan sekretariat DPRD.

Sebelumnya, pemeriksaan kesehatan sudah pernah dilakukan terhadap anggota dewan dan staf sekretariat DPRD. ’’Ini karena ada permintaan. Jadi dilakukan pemeriksaan di kantor dewan,’’ kata dia.

Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto Mardiasih membenarkan adanya rangkaian pemeriksaan tersebut. Tak kurang dari 60 orang yang diperiksa terdiri dari anggota dewan dengan staf dewan.

’’Sebenarnya bisa dilakukan di klinik. Akan tetapi ini kita gelar agar tersentral dengan bersurat ke dinkes. Sebelum mengikuti rapat dites kesehatan dulu,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Ini Pemenang Lomba Alat Permainan Edukatif Dinas P dan K Kota Mojokerto

Dia menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan sekaligus membantah adanya kabar sebanyak 36 anggota DPRD telah terkonfirmasi positif Covid-19.

’’Ini juga menepis adanya kabar kalau anggota dewan ada yang positif Covid-19. Karena, pemeriksaan ini akan langsung ketahuan kalau memang positif,’’ jelas Mardiasih.

Buktinya, tambah dia, dari hasil pemeriksaan, dinkes menyebutkan tidak ada yang reaktif. Itu mengindikasikan anggota dewan tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. ’’Isu itu tidak benar,’’ tandas perempuan berjilbab ini.

Upaya pemeriksaan tersebut sekaligus aksi antisipasi sebelum kalangan dewan melakukan studi banding dalam rangka pra penyampaian pandangan umum fraksi atas nota penjelasan bupati terhadap P-APBD tahun 2021.

Lantaran, daerah tujuan studi banding mensyaratkan surat keterangan sehat bagi pelaku studi banding. 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/