alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Pastikan Insentif Nakes Segera Cair

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang hingga kini belum ada kejelasan, akhirnya disikapi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Orang nomor satu di Pemkab Mojokerto itu memastikan segera dicairkan. Selama ini masih menunggu penyesuaian besaran.

Demikian itu disampaikan saat dia memimpin rapat penanganan Covid-19, Senin (26/7). Rapat tersebut di antaranya membahas dana insentif bagi nakes yang sejauh ini belum dicairkan.  Ikfina menuturkan, hal tersebut sudah dikeluarkan berdasarkan APBD 2021 serta tertera dalam peraturan bupati (perbup) dan surat keputusan (SK). Namun, karena jumlah insentif yang dinilai tak sebanding dengan risiko penanganan Covid-19, akhirnya pencairan tertunda. Karena itu, sebelum dicairkan ke masing-masing nakes, besaran jumlah insentif bagi nakes tersebut masih dirembuk.

Baca Juga :  Insentif Nakes Hampir Setahun Nyantol

”Hari ini (kemarin, Red) kita selesaikan. Tapi, jumlahnya ternyata menurut teman-teman masih belum adil untuk per bidangnya. Mulai dari perawat, sampai dokter, dan belum sesuai dengan risiko terpapar. Kita akhirnya mengantisipasi jangan sampai nanti saat sudah cair justru ada masalah di bawah terkait itu (insentif nakes),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto di kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

Ikfina menegaskan, peluang segera dicairkannya insentif ini setelah data dan jumlah nakes yang terpapar sudah jelas. Dana insentif yang jumlahnya kurang dari Rp 30 miliar itu dialokasikan dari biaya tak terduga (BTT). ”Harus segera cair. Saya ambilkan dari dana BTT,” tegas bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Ngopi di Warung, Bisa Dipenjara Loh...

Dia menambahkan, jika memang diperlukan, pihaknya bakal bersurat ke pemerintah pusat untuk kembali dilakukan refocusing. Karena insentif nakes tersebut merupakan prioritas dalam penanganan Covid-19. ”Kalau memang nanti diperlukan saya akan bersurat ke kementerian untuk dilakukan refocusing lagi.Karena memang semuanya kita yang pegang tanggung jawab,” tegasnya. (oce)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) yang hingga kini belum ada kejelasan, akhirnya disikapi Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Orang nomor satu di Pemkab Mojokerto itu memastikan segera dicairkan. Selama ini masih menunggu penyesuaian besaran.

Demikian itu disampaikan saat dia memimpin rapat penanganan Covid-19, Senin (26/7). Rapat tersebut di antaranya membahas dana insentif bagi nakes yang sejauh ini belum dicairkan.  Ikfina menuturkan, hal tersebut sudah dikeluarkan berdasarkan APBD 2021 serta tertera dalam peraturan bupati (perbup) dan surat keputusan (SK). Namun, karena jumlah insentif yang dinilai tak sebanding dengan risiko penanganan Covid-19, akhirnya pencairan tertunda. Karena itu, sebelum dicairkan ke masing-masing nakes, besaran jumlah insentif bagi nakes tersebut masih dirembuk.

Baca Juga :  Insentif Nakes Hampir Setahun Nyantol

”Hari ini (kemarin, Red) kita selesaikan. Tapi, jumlahnya ternyata menurut teman-teman masih belum adil untuk per bidangnya. Mulai dari perawat, sampai dokter, dan belum sesuai dengan risiko terpapar. Kita akhirnya mengantisipasi jangan sampai nanti saat sudah cair justru ada masalah di bawah terkait itu (insentif nakes),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto di kantor DPRD Kabupaten Mojokerto.

Ikfina menegaskan, peluang segera dicairkannya insentif ini setelah data dan jumlah nakes yang terpapar sudah jelas. Dana insentif yang jumlahnya kurang dari Rp 30 miliar itu dialokasikan dari biaya tak terduga (BTT). ”Harus segera cair. Saya ambilkan dari dana BTT,” tegas bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini.

Baca Juga :  Setia Merawat Puspa Pesona

Dia menambahkan, jika memang diperlukan, pihaknya bakal bersurat ke pemerintah pusat untuk kembali dilakukan refocusing. Karena insentif nakes tersebut merupakan prioritas dalam penanganan Covid-19. ”Kalau memang nanti diperlukan saya akan bersurat ke kementerian untuk dilakukan refocusing lagi.Karena memang semuanya kita yang pegang tanggung jawab,” tegasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Pemain Wajib Diasuransikan

Krisis Tim Sparing

Sekolah Tatap Muka Batal

Dapat Tambahan Alokasi Pupuk 8.993 Ton

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/