alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Penerima BST Didesak Dipasang Stiker

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pemberian perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemkot mendapat dukungan kalangan dewan. Mereka mengusulkan rumah para penerima ditandai dengan stiker. Hal itu agar bantuan tepat sasaran.

Usulan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto. Pihaknya mendorong agar pemkot menggunakan penanda stiker dalam kegiatan distribusi bansos terdampak Covid-19. ’’Kami usulkan agar para penerima ini diberi stiker. Agar bantuan nantinya lebih tepat sasaran,’’ ujar dia.

Dirinya menjelaskan, stiker itu tidak hanya sebagai penanda bahwa warga tersebut telah mendapatkan bantuan. Namun, sekaligus sebagai bukti bahwa bantuan diberikan kepada warga yang membutuhkan. ’’Nanti apabila dianggap tidak layak, akan terlihat sendiri. Warga yang lain akan menilai apakah penerima bansos itu layak atau tidak,’’ jelasnya.

Sunarto menuturkan, pemberian stiker itu nantinya dapat memberikan panduan kepada instansi dan masyarakat luas. Yakni, tentang tepat tidaknya bantuan sosial kepada sasaran yang dicapai. ’’Jadi, masyarakat bisa menilai. Dan, memberikan sanksi sosial apabila bantuannya keliru. Atau bahkan yang menerima adalah keluarga yang mampu,’’ tutur politisi PDIP ini.

Baca Juga :  Belasan Honorer RSUD Kota Bakal Dirumahkan

Bantuan bagi warga terdampat Covid-19 di Kota Mojokerto sedianya mengalami perpanjangan masa waktu pemberiannya. Jika sebelumnya dijadwalkan selama tiga bulan, mulai Mei, Juni, dan Juli, maka akan diperpanjang hingga bulan Oktober mendatang. ’’Rencananya memang akan diperpanjang hingga Oktober nanti,’’ ujar Kepala Dinsos Kota Mojokerto Heru Setyadi.

Pihaknya menyebutkan, rencana perpanjangan pemberian bantuan itu sudah ada kepastian. Selain itu, besarannya juga diperkirakan masih tetap. Pada bantuan tahap awal, sebelumnya besarannya senilai Rp 300 ribu yang dirupakan sembako. ’’Nanti direncanakan juga senilai Rp 300 ribu berbentuk bahan sembako. Kepastiannya nanti menunggu keputusan Bu Wali,’’ sebut dia.

Disinggung soal usulan pemberian stiker terhadap kalangan penerima BST APBD Kota yang disampaikan kalangan dewan, Heru menilai hal itu sulit dilakukan. Mengingat, jenis bantuan insidental. Berbeda dibandingkan bansos lain yang sifatnya bantuan rutin. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). ’’Kami rasa kok tidak memungkinkan,’’ jawab Heru.

Baca Juga :  Bantuan UMKM Ditutup Lalu Dibuka Lagi

Dikatakannya pula, bantuan sejenis BST tersebut muncul dikarenakan adanya bencana non-alam yakni pandemi Covid-19. Yang mana, hal itu tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Sehingga, jenis bantuannya adalah kondisional. ’’Bantuan itu diberikan kondisional ketika ada bencana saja. Kalau kondisi normal, BST ditiadakan,’’ kata Sekretaris Dinsos ini. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pemberian perpanjangan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemkot mendapat dukungan kalangan dewan. Mereka mengusulkan rumah para penerima ditandai dengan stiker. Hal itu agar bantuan tepat sasaran.

Usulan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto. Pihaknya mendorong agar pemkot menggunakan penanda stiker dalam kegiatan distribusi bansos terdampak Covid-19. ’’Kami usulkan agar para penerima ini diberi stiker. Agar bantuan nantinya lebih tepat sasaran,’’ ujar dia.

Dirinya menjelaskan, stiker itu tidak hanya sebagai penanda bahwa warga tersebut telah mendapatkan bantuan. Namun, sekaligus sebagai bukti bahwa bantuan diberikan kepada warga yang membutuhkan. ’’Nanti apabila dianggap tidak layak, akan terlihat sendiri. Warga yang lain akan menilai apakah penerima bansos itu layak atau tidak,’’ jelasnya.

Sunarto menuturkan, pemberian stiker itu nantinya dapat memberikan panduan kepada instansi dan masyarakat luas. Yakni, tentang tepat tidaknya bantuan sosial kepada sasaran yang dicapai. ’’Jadi, masyarakat bisa menilai. Dan, memberikan sanksi sosial apabila bantuannya keliru. Atau bahkan yang menerima adalah keluarga yang mampu,’’ tutur politisi PDIP ini.

Baca Juga :  Bansos Sembako Dipangkas Separo

Bantuan bagi warga terdampat Covid-19 di Kota Mojokerto sedianya mengalami perpanjangan masa waktu pemberiannya. Jika sebelumnya dijadwalkan selama tiga bulan, mulai Mei, Juni, dan Juli, maka akan diperpanjang hingga bulan Oktober mendatang. ’’Rencananya memang akan diperpanjang hingga Oktober nanti,’’ ujar Kepala Dinsos Kota Mojokerto Heru Setyadi.

Pihaknya menyebutkan, rencana perpanjangan pemberian bantuan itu sudah ada kepastian. Selain itu, besarannya juga diperkirakan masih tetap. Pada bantuan tahap awal, sebelumnya besarannya senilai Rp 300 ribu yang dirupakan sembako. ’’Nanti direncanakan juga senilai Rp 300 ribu berbentuk bahan sembako. Kepastiannya nanti menunggu keputusan Bu Wali,’’ sebut dia.

- Advertisement -

Disinggung soal usulan pemberian stiker terhadap kalangan penerima BST APBD Kota yang disampaikan kalangan dewan, Heru menilai hal itu sulit dilakukan. Mengingat, jenis bantuan insidental. Berbeda dibandingkan bansos lain yang sifatnya bantuan rutin. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). ’’Kami rasa kok tidak memungkinkan,’’ jawab Heru.

Baca Juga :  Hindari Bayi Rewel

Dikatakannya pula, bantuan sejenis BST tersebut muncul dikarenakan adanya bencana non-alam yakni pandemi Covid-19. Yang mana, hal itu tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Sehingga, jenis bantuannya adalah kondisional. ’’Bantuan itu diberikan kondisional ketika ada bencana saja. Kalau kondisi normal, BST ditiadakan,’’ kata Sekretaris Dinsos ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/