alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Kerajinan Wayang Kulit Talok, Pertahankan Warisan Leluhur

Di tengah arus modernisasi, eksistensi kerajinan wayang kulit rupanya masih mempunyai tempat sendiri. Ketokohan dan karakteristiknya membuat siapa saja yang senang akan seni pewayangan, tentu akan mengagumi.

KI DALANG LASIONO, 63, atau akrab disapa Lasiono sudah menjadi dalang sejak tahun 1982. Akan tetapi, dia baru membuat wayang pada tahun 2017, yang lantas diturunkan kepada keponakannya, Joseph Sugiarto Tri Pamungkas, 21.

”Joseph kan juga suka menggambar, biasanya bikin anime.Jadi saya ajak untuk buat wayang kulit,” ujarnya.Lokasi pembuatan wayang ini didepan balai Desa Talok. Dia menceritakan, membuat wayang kulit tergolong rumit. Seluruh bahan wayang juga harus berkualitas.

Mulai dari pemilihan bahan kulit sampai pewarnaan. Kulit yang digunakan harus menggunakan kulit sapi. Kulit sapi ini biasanya dibeli dari pengepul dalam keadaan kering. Kemudian direndam selama 1 hari agar lentur, lalu dijemur lagi hingga kering.

Baca Juga :  Gelar Science Camp, Cetak Santri Mandiri dan Inovatif

Setelah kering, kulit tersebut mulai memasuki tahap pemolaan gambar. Kemudian ditatah menggunakan gerinda. Proses penatahan ini tergantung ukuran, tokoh, dan karakter, serta motifnya. Setelah selesai, proses selanjutnya pemasangan aksesori berupa kayu yang berfungsi sebagai gagang wayang.

Setelah itu, baru proses pewarnaan dilakukan. Usai pewarnaan selesai wayang dijemur kembali hingga catnya mengering. Untuk 1 karya wayang Lasiono biasa membutuhkan waktu selama 5 hari. Menurut Lasiono, keponakannya hanya bisa membuat wayang saja, akan tetapi belum mengerti ciri khas dan karakter wayang.

”Iso gawe wayang tapi dorong ngerti ciri khase wayang. Koyo Hanoman iku bedes. Dadi lek nyitak wayang iku kudu duwe ati koyo bedes. Lek gak ngunu gak mandi, seng bentuk aku dewe, tapi batine sifate Hanoman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bakar Sampah, Dapur Terbakar

Joseph menambahkan, ampuh atau mandhi dalam pembuatan wayang sangat diperlukan. ”Jadi ampuhnya itu waktu pentas wayang kulit. Dari awal sampai akhir pembuatan, kita harus bisa menjiwai dan menerapkan kesabaran serta kesetiaan itu. Seperti menyatu dengan watak tokoh wayang tersebut,” terangnya.

Karena prosesnya yang panjang dan rumit harga wayang kulit ini pun terbilang lumayan. Untuk satu wayang kulit biasa dibanderol Rp 300 ribu – Rp 2 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Tidak hanya wayang kulit, belakanganLasiono turut menjual alat musik tradisional, seperti gendang dan gamelan. (septi)

 

 

 

Di tengah arus modernisasi, eksistensi kerajinan wayang kulit rupanya masih mempunyai tempat sendiri. Ketokohan dan karakteristiknya membuat siapa saja yang senang akan seni pewayangan, tentu akan mengagumi.

KI DALANG LASIONO, 63, atau akrab disapa Lasiono sudah menjadi dalang sejak tahun 1982. Akan tetapi, dia baru membuat wayang pada tahun 2017, yang lantas diturunkan kepada keponakannya, Joseph Sugiarto Tri Pamungkas, 21.

”Joseph kan juga suka menggambar, biasanya bikin anime.Jadi saya ajak untuk buat wayang kulit,” ujarnya.Lokasi pembuatan wayang ini didepan balai Desa Talok. Dia menceritakan, membuat wayang kulit tergolong rumit. Seluruh bahan wayang juga harus berkualitas.

Mulai dari pemilihan bahan kulit sampai pewarnaan. Kulit yang digunakan harus menggunakan kulit sapi. Kulit sapi ini biasanya dibeli dari pengepul dalam keadaan kering. Kemudian direndam selama 1 hari agar lentur, lalu dijemur lagi hingga kering.

Baca Juga :  Bakar Sampah, Dapur Terbakar

Setelah kering, kulit tersebut mulai memasuki tahap pemolaan gambar. Kemudian ditatah menggunakan gerinda. Proses penatahan ini tergantung ukuran, tokoh, dan karakter, serta motifnya. Setelah selesai, proses selanjutnya pemasangan aksesori berupa kayu yang berfungsi sebagai gagang wayang.

Setelah itu, baru proses pewarnaan dilakukan. Usai pewarnaan selesai wayang dijemur kembali hingga catnya mengering. Untuk 1 karya wayang Lasiono biasa membutuhkan waktu selama 5 hari. Menurut Lasiono, keponakannya hanya bisa membuat wayang saja, akan tetapi belum mengerti ciri khas dan karakter wayang.

- Advertisement -

”Iso gawe wayang tapi dorong ngerti ciri khase wayang. Koyo Hanoman iku bedes. Dadi lek nyitak wayang iku kudu duwe ati koyo bedes. Lek gak ngunu gak mandi, seng bentuk aku dewe, tapi batine sifate Hanoman,” ungkapnya.

Baca Juga :  Siapkan Kebutuhan Obat-obatan hingga Konsultasi Dokter

Joseph menambahkan, ampuh atau mandhi dalam pembuatan wayang sangat diperlukan. ”Jadi ampuhnya itu waktu pentas wayang kulit. Dari awal sampai akhir pembuatan, kita harus bisa menjiwai dan menerapkan kesabaran serta kesetiaan itu. Seperti menyatu dengan watak tokoh wayang tersebut,” terangnya.

Karena prosesnya yang panjang dan rumit harga wayang kulit ini pun terbilang lumayan. Untuk satu wayang kulit biasa dibanderol Rp 300 ribu – Rp 2 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan. Tidak hanya wayang kulit, belakanganLasiono turut menjual alat musik tradisional, seperti gendang dan gamelan. (septi)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/