alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Ajak Korona Tarawih dan Lebaran

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), seniman memiliki cara tersendiri mengapresi kekesalannya. Seperti Syaiful Arif. Pelukis 35 tahun ini mengajak sejumlah pelukis muda untuk melukis virus asal Wuhan, China ini. Virus ini tergambar lucu dan tak lagi menakutkan.

Di atas kanvas sepanjang 5×1,5 meter, Arif dan empat pelukis muda lainnya menggambarkan virus itu seakan menuju masjid dan musala. Sementara, di sisi lain, virus-virus itu tengah memenuhi seluruh atas bus mudik.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Arif mengaku, ia mengajak sejumlah pelukis muda di tengah wabah menjamah negeri ini untuk menghindarkan mereka rasa takut dan trauma. ’’Boleh takut. Tapi jangan panik. Saya khawatir, ketakutan itu menjadi traumatik terhadap anak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Peminat Daging Turun

Selain itu, pria yang tinggal di Dusun Sidorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro ini, menambahkan, mengajak tarawih dan Lebaran juga menyimpan pesan agar virus ini segera hilang dari bumi nusantara. ’’Ini juga untuk memberikan motivasi dan rasa optimis bahwa virus korona akan segera hengkang dari bumi dan kita bisa beraktivitas seperti biasa,’’ beber pelukis beraliran natularisme ini.

Salah satu pelukis muda yang terlibat adalah Fahreza Reytama, 9. Ia menyebut, cukup menikmati melukis korona bersama teman-temannya. Selain untuk ngabuburit, melukis ini juga untuk menghilangkan rasa penat selama sekolahnya libur. ’’Sudah banyak yang saya lukis. Semoga korona segera hilang,’’ ungkapnya.

Reza tak hanya saat korona saja melukis. Hal itu terlihat dari banyaknya karya yang dihasilkan. Di rumahnya, banyak karya yang telah dilahirkan. Bahkan, Oktober nanti, ia berencana melakukan open studio.

Baca Juga :  Pemerintah Tingkatkan Kapasitas RS Hingga 40 Persen

Sebelumnya, Ernowo Budi, pelukis asal Kutorejo tetap berusaha melukis sejumlah perempuan cantik saat korona berlansung. Ia berharap, kecantikan para perempuan di atas kanvasnya itu mampu melupakan virus korona yang menakutkan.

NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), seniman memiliki cara tersendiri mengapresi kekesalannya. Seperti Syaiful Arif. Pelukis 35 tahun ini mengajak sejumlah pelukis muda untuk melukis virus asal Wuhan, China ini. Virus ini tergambar lucu dan tak lagi menakutkan.

Di atas kanvas sepanjang 5×1,5 meter, Arif dan empat pelukis muda lainnya menggambarkan virus itu seakan menuju masjid dan musala. Sementara, di sisi lain, virus-virus itu tengah memenuhi seluruh atas bus mudik.

Kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Arif mengaku, ia mengajak sejumlah pelukis muda di tengah wabah menjamah negeri ini untuk menghindarkan mereka rasa takut dan trauma. ’’Boleh takut. Tapi jangan panik. Saya khawatir, ketakutan itu menjadi traumatik terhadap anak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Peminat Daging Turun

Selain itu, pria yang tinggal di Dusun Sidorejo, Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro ini, menambahkan, mengajak tarawih dan Lebaran juga menyimpan pesan agar virus ini segera hilang dari bumi nusantara. ’’Ini juga untuk memberikan motivasi dan rasa optimis bahwa virus korona akan segera hengkang dari bumi dan kita bisa beraktivitas seperti biasa,’’ beber pelukis beraliran natularisme ini.

Salah satu pelukis muda yang terlibat adalah Fahreza Reytama, 9. Ia menyebut, cukup menikmati melukis korona bersama teman-temannya. Selain untuk ngabuburit, melukis ini juga untuk menghilangkan rasa penat selama sekolahnya libur. ’’Sudah banyak yang saya lukis. Semoga korona segera hilang,’’ ungkapnya.

Reza tak hanya saat korona saja melukis. Hal itu terlihat dari banyaknya karya yang dihasilkan. Di rumahnya, banyak karya yang telah dilahirkan. Bahkan, Oktober nanti, ia berencana melakukan open studio.

Baca Juga :  Produksi Empat Film, Daftarkan di 20 Festival Internasional
- Advertisement -

Sebelumnya, Ernowo Budi, pelukis asal Kutorejo tetap berusaha melukis sejumlah perempuan cantik saat korona berlansung. Ia berharap, kecantikan para perempuan di atas kanvasnya itu mampu melupakan virus korona yang menakutkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/