alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pemkot Kembali Usulkan Tambahan CPNS Baru, Ini Formasi Yang Dibutuhkan

MOJOKERTO – Seiring rencana dibukanya kembali pengadaan pegawai, Pemkot Mojokerto tahun ini bakal memprioritaskan tenaga di bidang pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Pengadaan itu bakal diusulkan melalui pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II dan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini.

Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setdakot Mojokerto Istibsyaroh, menjelaskan, pengadaan pegawai nanti akan diperuntukkan bagi jabatan fungsional atau staf. Rencananya, pelaksanannya bakal dilakukan tahun ini oleh pemerintah pusat melalui Kemen PAN-RB.

’’PPPK hanya untuk jabatan fungsional. Kemudian CPNS kemungkinan juga sama seperti itu,’’ terangnya. Karena itu, saat ini pihaknya tengah memetakan kebutuhan pegawai dengan menghitung jumlah kekurangan pegawai di tubuh pemkot.

Menurutnya, penghitungan tersebut dilakukan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia menyatakan, setiap jabatan fungsional akan berbeda cara penghitungannya dengan menggunakan analisis beban kerja (ABK).

Selanjutnya, seluruh kebutuhan bakal diusulkan melalu e-formasi ke Keme PAN-RB. ’’Kita sekarang masih menghitung kebutuhan jabatan fungsional,’’ terangnya. Pemkot juga telah melakukan koordinasi terkait rencana perekrutan pegawai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemen PAN-RB.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

Diperkirakan, kuota penerimaan PPPK tahap II akan lebih banyak dibandingkan CPNS 2019. ’’Jadi nanti pengadaan pegawai itu kemungkinan 30 persen CPNS, kemudian 70 persennya dari PPPK,’’ tandasnya.

Istibsyaroh, menambahkan, BKN dan Kemen PAN-RB juga mengarahkan pengadaan pegawai untuk diprioritaskan program pemerintahan daerah. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari saat ini bakal menitikberatkan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

’’Otomatis, kita sekarang bagaimana menghitung beban kerja pada infrastruktur dan pelayanan publik itu,’’ imbuhnya. Di sisi lain, pemkot juga bakal lebih fokus kepada sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Namun, program tersebut masih terkendala kurangnya sumber daya manusian (SDM) di bidang informasi teknologi (IT). Kekurangan tersebut juga akan ditambal dari jabatan fungsional pada rekrutmen pegawai nanti.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Segel Rumah Kos Tak Berizin

Dia menyebut, sejauh ini yang telah dilakukan penghitungan kebutuhan pegawai adalah di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk tenaga IT. Juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait tenaga infrastruktur.

’’Karena di PU kekurangan tenaga yang punya spesifikasi bangunan, jembatan, dan sebagainya,’’ pungkasnya. Sebagaimana diketahui, tahun ini Pemkot Mojokero dipastikan mendapatkan tambahan pegawai melalui rekrutmen CPNS 2018 sebanyak 236 orang.

Masing-masing berasal dari formasi tenaga kesehatan sejumlah 119 orang, kemudian tenaga guru 108 orang, tenaga teknis 8 orang, dan guru eks honorer K-2 sebanyak satu orang.

Namun, jumlah tersebut masih belum mampu menutup kebutuhan pegawai di pemerintahan. Oleh sebab itu, tahun ini Wali Kota Ika Puspitasari bakal kembali mengajukan usulan pengadaan pegawai melalui PPPK dan CPNS yang bakal dibuka oleh pemerintah pusat. 

MOJOKERTO – Seiring rencana dibukanya kembali pengadaan pegawai, Pemkot Mojokerto tahun ini bakal memprioritaskan tenaga di bidang pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Pengadaan itu bakal diusulkan melalui pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II dan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini.

Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setdakot Mojokerto Istibsyaroh, menjelaskan, pengadaan pegawai nanti akan diperuntukkan bagi jabatan fungsional atau staf. Rencananya, pelaksanannya bakal dilakukan tahun ini oleh pemerintah pusat melalui Kemen PAN-RB.

’’PPPK hanya untuk jabatan fungsional. Kemudian CPNS kemungkinan juga sama seperti itu,’’ terangnya. Karena itu, saat ini pihaknya tengah memetakan kebutuhan pegawai dengan menghitung jumlah kekurangan pegawai di tubuh pemkot.

Menurutnya, penghitungan tersebut dilakukan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia menyatakan, setiap jabatan fungsional akan berbeda cara penghitungannya dengan menggunakan analisis beban kerja (ABK).

Selanjutnya, seluruh kebutuhan bakal diusulkan melalu e-formasi ke Keme PAN-RB. ’’Kita sekarang masih menghitung kebutuhan jabatan fungsional,’’ terangnya. Pemkot juga telah melakukan koordinasi terkait rencana perekrutan pegawai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemen PAN-RB.

Baca Juga :  Muslimat Kota Harus Bersinergi untuk Transformasi Digital
- Advertisement -

Diperkirakan, kuota penerimaan PPPK tahap II akan lebih banyak dibandingkan CPNS 2019. ’’Jadi nanti pengadaan pegawai itu kemungkinan 30 persen CPNS, kemudian 70 persennya dari PPPK,’’ tandasnya.

Istibsyaroh, menambahkan, BKN dan Kemen PAN-RB juga mengarahkan pengadaan pegawai untuk diprioritaskan program pemerintahan daerah. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Ika Puspitasari saat ini bakal menitikberatkan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

’’Otomatis, kita sekarang bagaimana menghitung beban kerja pada infrastruktur dan pelayanan publik itu,’’ imbuhnya. Di sisi lain, pemkot juga bakal lebih fokus kepada sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Namun, program tersebut masih terkendala kurangnya sumber daya manusian (SDM) di bidang informasi teknologi (IT). Kekurangan tersebut juga akan ditambal dari jabatan fungsional pada rekrutmen pegawai nanti.

Baca Juga :  Tak Terima BST, Pokja Dusun Marah, Coreti Dinding Balai Dusun

Dia menyebut, sejauh ini yang telah dilakukan penghitungan kebutuhan pegawai adalah di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk tenaga IT. Juga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terkait tenaga infrastruktur.

’’Karena di PU kekurangan tenaga yang punya spesifikasi bangunan, jembatan, dan sebagainya,’’ pungkasnya. Sebagaimana diketahui, tahun ini Pemkot Mojokero dipastikan mendapatkan tambahan pegawai melalui rekrutmen CPNS 2018 sebanyak 236 orang.

Masing-masing berasal dari formasi tenaga kesehatan sejumlah 119 orang, kemudian tenaga guru 108 orang, tenaga teknis 8 orang, dan guru eks honorer K-2 sebanyak satu orang.

Namun, jumlah tersebut masih belum mampu menutup kebutuhan pegawai di pemerintahan. Oleh sebab itu, tahun ini Wali Kota Ika Puspitasari bakal kembali mengajukan usulan pengadaan pegawai melalui PPPK dan CPNS yang bakal dibuka oleh pemerintah pusat. 

Artikel Terkait

Most Read

Siapkan Dua Tim Wakil Kota

Pelayanan Pengadilan Agama Di-Stop

Usai Dilantik, Kerja PPS Distop

Artikel Terbaru


/