alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Pamer Kelamin Sasar Perumahan, Buka Resleting Celana di Depan Guru SMA

MOJOKERTO – Aksi pamer alat kelamin kali ini meneror emak-emak di lingkungan Perumahan Griya Permata (GPM), Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bahkan, aksi tak senonoh itu sudah menyasar tiga korban sekaligus. Terakhir, aksi teror kelamin ini menimpa seorang guru SMA, kemarin (26/4) sekitar pukul 06.00. Saat itu, ibu dua anak itu hendak mengantar anaknya ke sekolah.

Di tengah perjalanan, ia dikejutkan seorang pria tidak dikenal mendadak memamerkan alat kelaminnya. ’’Saya sempat mengurangi laju kendaraan dan memaki-maki pelaku,’’ kata ibu berhijab berinisial PA ini.

Kata dia, saat melintas mengendari sepeda motor, pria yang diketahui berada di dekat Musala Al Ikhlas di kawasan Blok A GPM itu tiba-tiba menurunkan resleting celananya. Belum diketahui persis siapa pria yang diduga mengalami kelainan itu.

Baca Juga :  Terus Berbenah, Raih Akreditasi B

Namun, ia menyebut, pelaku mempunyai perawakan tinggi dan kurus. ’’Usianya sudah lansia. Perkiraan di atas 50 tahun,’’ tandasnya. Dugaan itu, lantaran sebagian besar rambut pelaku sudah beruban. Saat beraksi, pelaku memakai kaus motif batik dengan perpaduan warna merah, abu-abu, dan hitam.

Sementara celana katun yang dipakai pelaku berwarna gelap. Peristiwa itu, sempat membuatnya ketakutan lalu menjerit minta tolong. Teriakan korban pun mengundang perhatian warga. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Namun, upaya menangkap pelaku gagal.

’’Pelaku keburu kabur ke gang depan musala (Blok A6 dan A5),’’ jelasnya. Pelaku pamer kemaluan itu rupanya sudah meresahkan warga GPM Meri. Bahkan, sebelumnya ada dua emak-emak sekaligus tetangga dekatnya juga mengalami kejadian serupa.

Pelaku beraksi di kawasan perumahan yang sama. Hanya saja, di titik yang berbeda. ’’Rata-rata kejadinya di jalan perumahan yang sepi, dan jamnya sehabis subuh. Sekitar pukul 05.34. Targetnya kelihatannya ibu-ibu yang akan belanja,’’ bebernya.

Baca Juga :  Ajukan 10 Ribu Dosis Vaksin

Meski demikian, ia bersama warga lainnya enggan melapor ke polisi karena tak mempunyai bukti. Ia berharap, pelaku segera ditangkap agar tidak meresahkan. Ketua RT 5/RW 6 Perum GPM, Kelurahan Meri, Sumati membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengetahui setelah mendapat laporan dari warga yang menjadi korban pamer alat laki-laki. ’’Saya juga sudah menyampaikan kepada warga lain agar lebih berwaspada,’’ ungkapnya. Imbauan itu sudah dilakukan dengan cara menyebarkan informasi melalui ke grup-grup WhatsApp PKK dan lingkungan sekitar. ’’Yang jelas ini menjadi perhatian bersama,’’ paparnya.

MOJOKERTO – Aksi pamer alat kelamin kali ini meneror emak-emak di lingkungan Perumahan Griya Permata (GPM), Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bahkan, aksi tak senonoh itu sudah menyasar tiga korban sekaligus. Terakhir, aksi teror kelamin ini menimpa seorang guru SMA, kemarin (26/4) sekitar pukul 06.00. Saat itu, ibu dua anak itu hendak mengantar anaknya ke sekolah.

Di tengah perjalanan, ia dikejutkan seorang pria tidak dikenal mendadak memamerkan alat kelaminnya. ’’Saya sempat mengurangi laju kendaraan dan memaki-maki pelaku,’’ kata ibu berhijab berinisial PA ini.

Kata dia, saat melintas mengendari sepeda motor, pria yang diketahui berada di dekat Musala Al Ikhlas di kawasan Blok A GPM itu tiba-tiba menurunkan resleting celananya. Belum diketahui persis siapa pria yang diduga mengalami kelainan itu.

Baca Juga :  Terus Telurkan Inovasi Permudah Pembayaran Pajak

Namun, ia menyebut, pelaku mempunyai perawakan tinggi dan kurus. ’’Usianya sudah lansia. Perkiraan di atas 50 tahun,’’ tandasnya. Dugaan itu, lantaran sebagian besar rambut pelaku sudah beruban. Saat beraksi, pelaku memakai kaus motif batik dengan perpaduan warna merah, abu-abu, dan hitam.

Sementara celana katun yang dipakai pelaku berwarna gelap. Peristiwa itu, sempat membuatnya ketakutan lalu menjerit minta tolong. Teriakan korban pun mengundang perhatian warga. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi. Namun, upaya menangkap pelaku gagal.

- Advertisement -

’’Pelaku keburu kabur ke gang depan musala (Blok A6 dan A5),’’ jelasnya. Pelaku pamer kemaluan itu rupanya sudah meresahkan warga GPM Meri. Bahkan, sebelumnya ada dua emak-emak sekaligus tetangga dekatnya juga mengalami kejadian serupa.

Pelaku beraksi di kawasan perumahan yang sama. Hanya saja, di titik yang berbeda. ’’Rata-rata kejadinya di jalan perumahan yang sepi, dan jamnya sehabis subuh. Sekitar pukul 05.34. Targetnya kelihatannya ibu-ibu yang akan belanja,’’ bebernya.

Baca Juga :  Ajukan 10 Ribu Dosis Vaksin

Meski demikian, ia bersama warga lainnya enggan melapor ke polisi karena tak mempunyai bukti. Ia berharap, pelaku segera ditangkap agar tidak meresahkan. Ketua RT 5/RW 6 Perum GPM, Kelurahan Meri, Sumati membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengetahui setelah mendapat laporan dari warga yang menjadi korban pamer alat laki-laki. ’’Saya juga sudah menyampaikan kepada warga lain agar lebih berwaspada,’’ ungkapnya. Imbauan itu sudah dilakukan dengan cara menyebarkan informasi melalui ke grup-grup WhatsApp PKK dan lingkungan sekitar. ’’Yang jelas ini menjadi perhatian bersama,’’ paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/