alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Pemkot Usulkan 10.500 Paket Per Bulan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot telah menyiapkan opsi perpanjangan terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako tahun 2021. Meski masih menunggu kebijakan pusat, setidaknya Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disnsos P3A) Kota Mojokerto akan menyediakan kuota sebanyak 10.500 paket per bulan.

Plt Kepala DP3AKB Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, opsi perpanjangan penyaluran bansos sembako telah diusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dia menyebut, pengajuan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 itu bakal disesuaikan dengan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang selama ini menjadi sasaran bansos. ’’Kemarin kita sudah mengusulkan kuota 10.500 paket,’’ terangnya.

Heru menyatakan, penyiapan perpanjangan bansos sembako itu juga telah mendapat restu dari Wali Kota Ika Puspitasari. Namun, sifatnya hanya opsional karena menunggu kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos). ’’Bu wali (Ika Puspitasari) sudah menyetujui. Kalau memang pusat memperpanjang, kita juga harus mengikuti,’’ ulas Sekretaris Dinsos P3A Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Bupati Kampanyekan ’’Satu Hari Satu Telur”

Sedianya, bansos sembako tahun ini hanya dialokasikan selama periode Januari-April. Sehingga, pemkot mengantisipasi untuk melakukan perpanjangan sampai Oktober mendatang. Dengan asumsi, tiap paket sembako tetap terdiri dari lima jenis bahan pokok senilai Rp 150 ribu.

Dengan demikian, kebutuhan anggaran untuk perpanjangan bansos mencapai Rp 1,5 miliar per bulan. Namun, Heru mengaku belum mengetahui apakah opsi perpanjangan itu diakomodir sepenuhnya atau hanya disetujui sebagian. Mengingat, realisasinya bakal disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. ”Apakah dikurangi atau dipenuhi semua kita belum tahu. Karena itu ranahnya tim anggaran,” bebernya.

Di samping itu, kuota perpanjangan yang diusulkan juga terpaut lebih tinggi dibanding penerimaan bulan Maret yang hanya 9.353 KPM. Heru mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penambahan sasaran baru yang hingga saat ini masih dibuka melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kantor Dinsos P3A Kota Mojokerto. ’’Kita hanya mengusulkan, makanya belum tahu yang di-ACC berapa. Karena tim anggaran nanti yang menghitung,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Labfor Telusuri Cairan Dalam Kolam PT Enero

Sementara itu,  Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto Joko Raharjo menambahkan, perpanjangan penyaluran bansos akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemkot sebatas menyiapkan apabila sewaktu-waktu turun kebijakan perpanjangan dari Kemensos. ’’Kita sudah menyiapkan, tapi kan nanti diperpanjang atau tidak kita menunggu perintah dari pusat,’’ imbuhnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan mulai kapan perpanjangan akan direalisasikan. Yang jelas, papar Joko, anggaran bisa dialokasikan setelah turunnya surat dari pusat. Sebaliknya, jika Kemensos tidak mengambil perpanjangan, maka bansos sembako kota juga akan berakhir April nanti. ’’Jadi, kita tetap menunggu regulasi terbaru dari pusat,’’ pungkasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot telah menyiapkan opsi perpanjangan terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako tahun 2021. Meski masih menunggu kebijakan pusat, setidaknya Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Disnsos P3A) Kota Mojokerto akan menyediakan kuota sebanyak 10.500 paket per bulan.

Plt Kepala DP3AKB Kota Mojokerto Heru Setyadi menjelaskan, opsi perpanjangan penyaluran bansos sembako telah diusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dia menyebut, pengajuan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 itu bakal disesuaikan dengan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang selama ini menjadi sasaran bansos. ’’Kemarin kita sudah mengusulkan kuota 10.500 paket,’’ terangnya.

Heru menyatakan, penyiapan perpanjangan bansos sembako itu juga telah mendapat restu dari Wali Kota Ika Puspitasari. Namun, sifatnya hanya opsional karena menunggu kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos). ’’Bu wali (Ika Puspitasari) sudah menyetujui. Kalau memang pusat memperpanjang, kita juga harus mengikuti,’’ ulas Sekretaris Dinsos P3A Kota Mojokerto ini.

Baca Juga :  Bupati Kampanyekan ’’Satu Hari Satu Telur”

Sedianya, bansos sembako tahun ini hanya dialokasikan selama periode Januari-April. Sehingga, pemkot mengantisipasi untuk melakukan perpanjangan sampai Oktober mendatang. Dengan asumsi, tiap paket sembako tetap terdiri dari lima jenis bahan pokok senilai Rp 150 ribu.

Dengan demikian, kebutuhan anggaran untuk perpanjangan bansos mencapai Rp 1,5 miliar per bulan. Namun, Heru mengaku belum mengetahui apakah opsi perpanjangan itu diakomodir sepenuhnya atau hanya disetujui sebagian. Mengingat, realisasinya bakal disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. ”Apakah dikurangi atau dipenuhi semua kita belum tahu. Karena itu ranahnya tim anggaran,” bebernya.

Di samping itu, kuota perpanjangan yang diusulkan juga terpaut lebih tinggi dibanding penerimaan bulan Maret yang hanya 9.353 KPM. Heru mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penambahan sasaran baru yang hingga saat ini masih dibuka melalui Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Kantor Dinsos P3A Kota Mojokerto. ’’Kita hanya mengusulkan, makanya belum tahu yang di-ACC berapa. Karena tim anggaran nanti yang menghitung,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jadi Pembuka Pengukuhan Dewan Kebudayaan Kota Mojokerto
- Advertisement -

Sementara itu,  Kabid Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Mojokerto Joko Raharjo menambahkan, perpanjangan penyaluran bansos akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemkot sebatas menyiapkan apabila sewaktu-waktu turun kebijakan perpanjangan dari Kemensos. ’’Kita sudah menyiapkan, tapi kan nanti diperpanjang atau tidak kita menunggu perintah dari pusat,’’ imbuhnya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan mulai kapan perpanjangan akan direalisasikan. Yang jelas, papar Joko, anggaran bisa dialokasikan setelah turunnya surat dari pusat. Sebaliknya, jika Kemensos tidak mengambil perpanjangan, maka bansos sembako kota juga akan berakhir April nanti. ’’Jadi, kita tetap menunggu regulasi terbaru dari pusat,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/