alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Jalur Tol Semakin Sunyi

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberlakuan social distancing yang dilakukan pemerintah untuk membatasi penyebaran virus korona (Covid-19), berdampak terhadap PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Perusahaan pemegang hak konsesi tol Jombang-Mojokerto (Joker) ini mengaku telah kehilangan pengguna ruas tol hingga puluhan ribu. 

Manajer Operasi PT MHI Dani Hardani, mengatakan, penurunan pengguna ruas tol sudah terasa sejak 17 Maret atau saat penyebaran Covid-19 terjadi di sejumlah daerah. ’’Penurunannya sangat besar,’’ ujarnya, kemarin. 

Menurut dia, tepat 17 Maret, pengguna ruas tol Mojokerto-Jombang tercatat sebanyak 19.900. Padahal, di hari yang sama pekan sebelumnya, jumlah pengguna tol mencapai 20.300. ’’Ada penurunan hingga 400 kendaraan,’’ imbuh Deni. 

Baca Juga :  Saya Terpaksa "Begini" untuk Keperluan Sekolah Anak Pak...

Tren menurun terus terjadi. Selasa 24 Maret, ruas tol semakin lengang. Terdata, pengguna tol hanya 16.700 kendaraan. ’’Sedangkan, Rabu (25/3), jumlah kendaraan yang melintas hanya 15 ribu,’’ bebernya. 

Lonjakan kendaraan yang selalu terasa di saat hari libur, juga tak terlihat. Deni menjelaskan, selama akhir pekan, hanya tercatat 21.300 kendaraan saja. Padahal, akhir pekan sebelumnya, lalu lalang kendaraan di ruas tol Joker, mencapai 36 ribuan.

Sepinya pengguna tol, diprediksi Deni akan berlangsung panjang. Karena, saat mudik lebaran yang selalu menjadi langganan keramaian pun, tak akan terjadi. 

Hal itu diketahui saat PT MHI menggelar pertemuan dengan Kementerian awal pekan lalu. ’’Program mudik gratis dihapus. Jadi, tidak ada program itu,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Daya Beli Masyarakat Turun Drastis, Rawan Picu PHK

Program ini kerap dijalankan sejumlah pemerintahan dan perusahaan swasta. Mereka ramai-ramai memberikan servis ke masyarakat untuk menikmati masa mudik tanpa biaya. 

Yang lebih memprihatinkan, pemerintah nantinya juga akan mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk menjalankan mudik saat Lebaran. Dengan hasil rapat itu, maka jalanan tanpa hambatan itu akan mengalami sepi lebih panjang.

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberlakuan social distancing yang dilakukan pemerintah untuk membatasi penyebaran virus korona (Covid-19), berdampak terhadap PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Perusahaan pemegang hak konsesi tol Jombang-Mojokerto (Joker) ini mengaku telah kehilangan pengguna ruas tol hingga puluhan ribu. 

Manajer Operasi PT MHI Dani Hardani, mengatakan, penurunan pengguna ruas tol sudah terasa sejak 17 Maret atau saat penyebaran Covid-19 terjadi di sejumlah daerah. ’’Penurunannya sangat besar,’’ ujarnya, kemarin. 

Menurut dia, tepat 17 Maret, pengguna ruas tol Mojokerto-Jombang tercatat sebanyak 19.900. Padahal, di hari yang sama pekan sebelumnya, jumlah pengguna tol mencapai 20.300. ’’Ada penurunan hingga 400 kendaraan,’’ imbuh Deni. 

Baca Juga :  Jual Motor untuk Kebutuhan Keluarga, Susu Anak Diganti Tajin

Tren menurun terus terjadi. Selasa 24 Maret, ruas tol semakin lengang. Terdata, pengguna tol hanya 16.700 kendaraan. ’’Sedangkan, Rabu (25/3), jumlah kendaraan yang melintas hanya 15 ribu,’’ bebernya. 

Lonjakan kendaraan yang selalu terasa di saat hari libur, juga tak terlihat. Deni menjelaskan, selama akhir pekan, hanya tercatat 21.300 kendaraan saja. Padahal, akhir pekan sebelumnya, lalu lalang kendaraan di ruas tol Joker, mencapai 36 ribuan.

Sepinya pengguna tol, diprediksi Deni akan berlangsung panjang. Karena, saat mudik lebaran yang selalu menjadi langganan keramaian pun, tak akan terjadi. 

- Advertisement -

Hal itu diketahui saat PT MHI menggelar pertemuan dengan Kementerian awal pekan lalu. ’’Program mudik gratis dihapus. Jadi, tidak ada program itu,’’ jelasnya. 

Baca Juga :  Saya Terpaksa "Begini" untuk Keperluan Sekolah Anak Pak...

Program ini kerap dijalankan sejumlah pemerintahan dan perusahaan swasta. Mereka ramai-ramai memberikan servis ke masyarakat untuk menikmati masa mudik tanpa biaya. 

Yang lebih memprihatinkan, pemerintah nantinya juga akan mengeluarkan larangan bagi masyarakat untuk menjalankan mudik saat Lebaran. Dengan hasil rapat itu, maka jalanan tanpa hambatan itu akan mengalami sepi lebih panjang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/