alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Bantuan Miskin Naik Jadi Rp 200 Ribu

Beban kebutuhan rumah tangga dari ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto akan lebih ringan. Mengingat, mulai Maret ini nominal program bantuan pangan  nontunai (BPNT) mengalami kenaikan hingga Rp 200 ribu per bulan.

Wali Kota Ika Puspitasari, mengatakan, selama ini setiap KPM menerima program BPNT sejumlah Rp 150 per bulan. Namun, terhitung mulai bulan ini akan mengalami tambahan sebesar Rp 50 ribu per KPM. ’’Naik Rp 50 ribu lagi sehingga menjadi Rp 200 ribu per bulan,’’ terangnya.

Dengan adanya kenaikan nominal BPNT tersebut, kata dia, dirasa akan cukup membantu masyarakat yang masuk kategori prasejahtera. Terlebih, penambahan itu direalisasikan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga bisa memperingan pemenuhan kebutuhan dasar selama imbauan berdiam diri di rumah.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyebutkan, penyaluran BPNT dilakukan di 10 e-Warong yang tersebar di Kota Onde-Onde. Masyarakat bisa membelanjakannya dengan berbagai jenis bahan pokok. ’’Dengan begitu, masyarakat prasejahtera bisa tercukupi kebutuhan dasarnya,’’ ulasnya.

Baca Juga :  35 Ribu KK Dilabeli Keluarga Miskin

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto Sri Mudjiwati, menambahkan, di samping nominal bantuan yang mengalami kenaikan, pilihan komoditas pangan juga lebih bervariatif. Menurutnya, jika sebelumnya pilihan hanya bisa berupa beras dan atau telor, kini KPM bisa menyesuikan dengan kebutuhan bahan pangan yang lain. ’’Di e-Warong saat ini tersedia sayur, buah, daging, dan komoditas lain. Tergantung permintaan,’’ terangnya.

Mudjiwati menyebutkan, kenaikan nominal program bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini akan berlaku hingga enam bulan ke depan. Di samping untuk pemunuhan kebutuhan, adanya penambahan penyaluran BPNT ini juga untuk mendorong tingkat daya beli masyarakat. ’’Jadi mulai Maret ini sampai Agustus nanti agar di daerah daya belinya tidak menurun,’’ paparnya.

Baca Juga :  Motor Beat Mendadak Terbakar

Pihaknya juga memastikan jika di tengah peningkatan kewaspadaan terhadap virus korona ini penyaluran BPNT tetap berjalan. Hanya saja, pelaksanaannya tetap harus menegakkan protokol kesehatan. Terutama, penyaluran melalui e-Warong dipastikan tidak menimbulkan kerumunan orang. ’’Jadi setelah dilayani langsung pulang. Makanya butuh waktu agak lama dari biasanya,’’ paparnya.

Terlebih, jumlah penerima BPNT di Kota Mojokerto mencapai 6.405 KPM. Sedangkan titik penyalurannya hanya ada di 10 titik e-Warong sehingga harus dilakukan secara bergiliran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.410 KPM merupakan penerima bantuan yang bersumber dari APBN. Sedangkan 1.995 KPM lainnya berasal dari bantuan APBD.

Beban kebutuhan rumah tangga dari ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto akan lebih ringan. Mengingat, mulai Maret ini nominal program bantuan pangan  nontunai (BPNT) mengalami kenaikan hingga Rp 200 ribu per bulan.

Wali Kota Ika Puspitasari, mengatakan, selama ini setiap KPM menerima program BPNT sejumlah Rp 150 per bulan. Namun, terhitung mulai bulan ini akan mengalami tambahan sebesar Rp 50 ribu per KPM. ’’Naik Rp 50 ribu lagi sehingga menjadi Rp 200 ribu per bulan,’’ terangnya.

Dengan adanya kenaikan nominal BPNT tersebut, kata dia, dirasa akan cukup membantu masyarakat yang masuk kategori prasejahtera. Terlebih, penambahan itu direalisasikan di tengah pandemi Covid-19. Sehingga bisa memperingan pemenuhan kebutuhan dasar selama imbauan berdiam diri di rumah.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota menyebutkan, penyaluran BPNT dilakukan di 10 e-Warong yang tersebar di Kota Onde-Onde. Masyarakat bisa membelanjakannya dengan berbagai jenis bahan pokok. ’’Dengan begitu, masyarakat prasejahtera bisa tercukupi kebutuhan dasarnya,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Pimpin Rakor, Kapus Tak Bermasker

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto Sri Mudjiwati, menambahkan, di samping nominal bantuan yang mengalami kenaikan, pilihan komoditas pangan juga lebih bervariatif. Menurutnya, jika sebelumnya pilihan hanya bisa berupa beras dan atau telor, kini KPM bisa menyesuikan dengan kebutuhan bahan pangan yang lain. ’’Di e-Warong saat ini tersedia sayur, buah, daging, dan komoditas lain. Tergantung permintaan,’’ terangnya.

Mudjiwati menyebutkan, kenaikan nominal program bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ini akan berlaku hingga enam bulan ke depan. Di samping untuk pemunuhan kebutuhan, adanya penambahan penyaluran BPNT ini juga untuk mendorong tingkat daya beli masyarakat. ’’Jadi mulai Maret ini sampai Agustus nanti agar di daerah daya belinya tidak menurun,’’ paparnya.

Baca Juga :  Lima Tahun Tak Disentuh Perbaikan, Warga Protes
- Advertisement -

Pihaknya juga memastikan jika di tengah peningkatan kewaspadaan terhadap virus korona ini penyaluran BPNT tetap berjalan. Hanya saja, pelaksanaannya tetap harus menegakkan protokol kesehatan. Terutama, penyaluran melalui e-Warong dipastikan tidak menimbulkan kerumunan orang. ’’Jadi setelah dilayani langsung pulang. Makanya butuh waktu agak lama dari biasanya,’’ paparnya.

Terlebih, jumlah penerima BPNT di Kota Mojokerto mencapai 6.405 KPM. Sedangkan titik penyalurannya hanya ada di 10 titik e-Warong sehingga harus dilakukan secara bergiliran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.410 KPM merupakan penerima bantuan yang bersumber dari APBN. Sedangkan 1.995 KPM lainnya berasal dari bantuan APBD.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/