alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Mojokerto Resmikan Dua Sekolah Tingkat Menengah Pertama

GUNA mendorong pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara simbolis meresmikan dua unit sekolah. Dua sekolah tersebut, yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kemlagi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Puri.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menyampaikan pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk pemerataan pendidikan bagi sekolah tingkat menengah pertama yang ada di Kabupaten Mojokerto. ’’Alhamdulillah, dengan adanya gedung SMP baru ini, kami harapkan menjadi pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ tuturnya, Rabu (26/01).

Bupati Ikfina menjelaskan, dengan adanya peraturan zonasi, ada beberapa daerah yang kekurangan gedung sekolah, khususnya di daerah Kemlagi dan Puri dimana hanya terdapat satu sekolah menengah pertama. Sehingga, dengan adanya sekolah ini diharapkan juga dapat mengakomodir kebutuhan lulusan sekolah dasar di daerah Kemlagi dan Puri. ’’Dengan adanya peraturan zonasi saat ini, tentu adanya pembangunan gedung baru ini juga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan sekolah menengah bagi anak anak lulusan SD khususnya di daerah Kemlagi dan Puri,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Rest Area dan Festival Kopi Pendongkrak Pemulihan Ekonomi

Untuk diketahui, pembangunan sekolah yang saat ini diresmikan, lanjut Bupati, menggunakan anggaran dari APBD di tahun sebelumnya. ’’Pembangunan SMPN 2 Kemlagi ini menggunakan dana APBD tahun 2021, dengan anggaran yang terpakai sebesar Rp 3,9 miliar,’’ terangnya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh guru dan kepala sekolah terkait tantangan ke depan dalam dunia pendidikan. Saat ini semua pendidikan dihadapkan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif guru dan kepala sekolah untuk menengakkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. ’’Tantangan pendidikan kita saat ini dihadapkan dengan adanya pandemi Covid-19. Tentu dalam pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah untuk terus menegakkan prokes yang ketat agar tidak terjadi kasus aktif di lingkungan sekolah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Luncurkan Aplikasi Ujian Perangkat Desa

Dengan diresmikannya dua sekolah ini, kini Kabupaten Mojokerto mempunyai 41 fasilitas pendidikan negeri di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Bupati menegaskan, seluruh elemen diminta untuk terus bersemangat serta kokoh berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa walaupun di situasi pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, pihaknya meminta ke depan memaksimalkan pemanfaatan gedung serta pemeliharaannya untuk dapat memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan. ’’Selain pengembangan, ke depan juga harus memaksimalkan pemanfaatan gedung dan pemeliharaan. Agar bisa berkontribusi dan memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mudah-mudahan dengan itu dapat memberi semangat yang baru tidak hanya anak anak, juga para guru-gurunya,’’ tegasnya.

Tak hanya Bupati Mojokerto, dalam agenda tersebut, turut dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah se-Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Kemlagi dan Puri, serta Jajaran Forkompida dan juga Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (bas/fen)

GUNA mendorong pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara simbolis meresmikan dua unit sekolah. Dua sekolah tersebut, yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kemlagi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Puri.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menyampaikan pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk pemerataan pendidikan bagi sekolah tingkat menengah pertama yang ada di Kabupaten Mojokerto. ’’Alhamdulillah, dengan adanya gedung SMP baru ini, kami harapkan menjadi pemerataan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ tuturnya, Rabu (26/01).

Bupati Ikfina menjelaskan, dengan adanya peraturan zonasi, ada beberapa daerah yang kekurangan gedung sekolah, khususnya di daerah Kemlagi dan Puri dimana hanya terdapat satu sekolah menengah pertama. Sehingga, dengan adanya sekolah ini diharapkan juga dapat mengakomodir kebutuhan lulusan sekolah dasar di daerah Kemlagi dan Puri. ’’Dengan adanya peraturan zonasi saat ini, tentu adanya pembangunan gedung baru ini juga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan sekolah menengah bagi anak anak lulusan SD khususnya di daerah Kemlagi dan Puri,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Terakhir di Masa Orde Lama, Galakkan Operasi Gerakan Makmur

Untuk diketahui, pembangunan sekolah yang saat ini diresmikan, lanjut Bupati, menggunakan anggaran dari APBD di tahun sebelumnya. ’’Pembangunan SMPN 2 Kemlagi ini menggunakan dana APBD tahun 2021, dengan anggaran yang terpakai sebesar Rp 3,9 miliar,’’ terangnya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh guru dan kepala sekolah terkait tantangan ke depan dalam dunia pendidikan. Saat ini semua pendidikan dihadapkan pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif guru dan kepala sekolah untuk menengakkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. ’’Tantangan pendidikan kita saat ini dihadapkan dengan adanya pandemi Covid-19. Tentu dalam pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan aktif guru dan kepala sekolah untuk terus menegakkan prokes yang ketat agar tidak terjadi kasus aktif di lingkungan sekolah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dinas Kesehatan Sebut KLB DBD di Pacet Hoaks

Dengan diresmikannya dua sekolah ini, kini Kabupaten Mojokerto mempunyai 41 fasilitas pendidikan negeri di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Bupati menegaskan, seluruh elemen diminta untuk terus bersemangat serta kokoh berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa walaupun di situasi pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Tak hanya itu, pihaknya meminta ke depan memaksimalkan pemanfaatan gedung serta pemeliharaannya untuk dapat memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan. ’’Selain pengembangan, ke depan juga harus memaksimalkan pemanfaatan gedung dan pemeliharaan. Agar bisa berkontribusi dan memberikan sumbangsih bagi proses pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mudah-mudahan dengan itu dapat memberi semangat yang baru tidak hanya anak anak, juga para guru-gurunya,’’ tegasnya.

Tak hanya Bupati Mojokerto, dalam agenda tersebut, turut dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah se-Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Kemlagi dan Puri, serta Jajaran Forkompida dan juga Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto. (bas/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/