alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Ajak Tokoh Lintas Agama Bersihkan Patung Dewa

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan Tahun Baru Imlek 2573, mulai terasa di Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto, Rabu pagi (26/1). Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) didampingi perwakilan dari tokoh lintas agama membersihkan rupang dan altar di ruang sembahyang.

Pengurus Yayasan TITD Hok Sian Kiong Gede Sidharta mengatakan, proses pembersihan patung dewa atau rupang yang dilakukan ini merupakan tradisi tiap tahun yang dilakukan seminggu menjelang Imlek.

Di momentum pembersihan rupang kali ini, dirinya dengan sengaja mendatangi rohaniawan atau pemangku agama lain untuk ikut serta dalam proses pembersihan. ”Cuci rupang atau patung ini kita lakukan setiap tiap tahun sekali menjalang Imlek, namun yang membedakan kali ini kita mengajak semua elemen agama lain, atau rohaniawan. Mulai dari umat Kristen, Kejawen, Islam hingga komunitas Gusdurian, tujuannya hanya satu biar kita guyub,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  Pedagang Terpapar Covid-19, Pasar Tanjung Mendadak Sepi

Pembersihan rupang, lanjutnya, tak hanya menjadi tradisi dan menjaga kebersihan tempat ibadah saja. Melainkan juga sebagai bentuk penghargaan keagungan umat Tri Dharma menjelang perayaan Imlek.

Bagi umat Tri Dharma, tradisi memandikan patung dewa jelang perayaan Tahun Baru Macan Air, merupakan kegiatan yang sakral. Para penganut Tri Dharma meyakini, sejak tanggal 24 Desember lalu, para dewa naik ke Nirwana. ”Mengonsep kebersihan. Ini simbol bahwa ada momen tertentu ada dewa ke nirwana, simbolnya dengan dibersihkan. Sehingga, ketika beliau hadir kembali ke bumi sudah dalam keadaan suci,” terangnya.

Gede menambajkan, Imlek tahun ini dipastikan lebih meriah jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Meski nantinya proses sembahyang di klenteng Hok Sian Kiong masih dibatasi sekitar 50 persen kapasitas. ”Sembahyang akan dilakukan tanggal 1 Februari nanti pagi pukul 08,.00 mulai, dan tentunya tetap diberikan pembatasan 50 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Segel Rumah Kos Tak Berizin

Kemudian, acara yang biasanya digelar tiap Imlek seperti pagelaran barongsai, pembagian angpau dan juga wayang potehi sementara ditiadakan. Sebagai gantinya, kemeriahan Imlek tahun tersebut diwujudkan dalam bentuk simbolis pemasangan lampion di sepanjang jalan Mojopahit sejak Selasa malam (25/1). (oce/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perayaan Tahun Baru Imlek 2573, mulai terasa di Kelenteng Hok Sian Kiong, Kota Mojokerto, Rabu pagi (26/1). Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) didampingi perwakilan dari tokoh lintas agama membersihkan rupang dan altar di ruang sembahyang.

Pengurus Yayasan TITD Hok Sian Kiong Gede Sidharta mengatakan, proses pembersihan patung dewa atau rupang yang dilakukan ini merupakan tradisi tiap tahun yang dilakukan seminggu menjelang Imlek.

Di momentum pembersihan rupang kali ini, dirinya dengan sengaja mendatangi rohaniawan atau pemangku agama lain untuk ikut serta dalam proses pembersihan. ”Cuci rupang atau patung ini kita lakukan setiap tiap tahun sekali menjalang Imlek, namun yang membedakan kali ini kita mengajak semua elemen agama lain, atau rohaniawan. Mulai dari umat Kristen, Kejawen, Islam hingga komunitas Gusdurian, tujuannya hanya satu biar kita guyub,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  Pajak Bertutur 2021: Sehari Mengenal, Selamanya Bangga

Pembersihan rupang, lanjutnya, tak hanya menjadi tradisi dan menjaga kebersihan tempat ibadah saja. Melainkan juga sebagai bentuk penghargaan keagungan umat Tri Dharma menjelang perayaan Imlek.

Bagi umat Tri Dharma, tradisi memandikan patung dewa jelang perayaan Tahun Baru Macan Air, merupakan kegiatan yang sakral. Para penganut Tri Dharma meyakini, sejak tanggal 24 Desember lalu, para dewa naik ke Nirwana. ”Mengonsep kebersihan. Ini simbol bahwa ada momen tertentu ada dewa ke nirwana, simbolnya dengan dibersihkan. Sehingga, ketika beliau hadir kembali ke bumi sudah dalam keadaan suci,” terangnya.

Gede menambajkan, Imlek tahun ini dipastikan lebih meriah jika dibandingkan pada tahun sebelumnya. Meski nantinya proses sembahyang di klenteng Hok Sian Kiong masih dibatasi sekitar 50 persen kapasitas. ”Sembahyang akan dilakukan tanggal 1 Februari nanti pagi pukul 08,.00 mulai, dan tentunya tetap diberikan pembatasan 50 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Dua Sekolah Swasta Terapkan Daring
- Advertisement -

Kemudian, acara yang biasanya digelar tiap Imlek seperti pagelaran barongsai, pembagian angpau dan juga wayang potehi sementara ditiadakan. Sebagai gantinya, kemeriahan Imlek tahun tersebut diwujudkan dalam bentuk simbolis pemasangan lampion di sepanjang jalan Mojopahit sejak Selasa malam (25/1). (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/