alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

29 Pegawai Diskominfo Terpapar

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Untuk kedua kalinya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto kembali diserang kasus paparan Covid-19. Oleh karenanya, kali ini kantor Diskominfo terpaksa menghentikan kegiatan atau lockdown untuk sementara waktu. Menyusul, adanya 29 pegawai yang terpapar Covid-19.

Operasional perkantoran dan layanan diskominfo dihentikan sementara terhitung sejak Senin (25/1) hingga Senin (1/2) mendatang. ”Minggu depan sudah aktif kembali, tapi masih menunggu perintah kepala dinasnya. Yang lockdown hanya diskominfo saja,” ujar Sekretaris Diskominfo Kota Mojokerto Rudi Ismail, Selasa (26/1).

Menurut Rudi, awalnya sejak tanggal 16 lalu dari hasil swab dinyatakan ada 15 orang yang terpapar. Namun, saat dilakukan pengujian swab lagi pada Minggu (24/1) lalu didapat ada penambahan pegawai Diskominfo Kota Mojokerto yang terpapar. Yakni, sebanyak 14 orang. Orang tanpa gejala (OTG) masih menjadi dominan di antara keseluruhan total yang terpapar di kantor yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto tersebut.

Baca Juga :  Tetap Enjoy saat Lockdown

”Total pegawai sendiri ada 45 orang, ya separonya lah yang kena (Covid-19). Tapi, yang 15 orang itu sudah banyak yang menjalani isolasi selama sepuluh hari,” terangnya. Usai puluhan pegawai dinyatakan terpapar, kantor diskominfo hingga kini rutin dilakukan sterilisasi disinfektan. Rudi menambahkan, hingga Selasa, sudah tidak ada pengujian swab lagi. Bagi 15 orang tersebut diharapkan minggu depan bisa mulai melakukan pelayanan kembali.

Sedangkan. untuk 14 orang lainnya masih harus menjalani masa isolasi dan harus melakukan swab ulang sebelum kembali masuk kerja. ”Kalau hasilnya negatif ya bisa masuk, tapi kalau belum ya terpaksa mereka yang terpapar masih harus kerja dari rumah,” tegasnya. Sebelumnya, pada Rabu (13/1) 4 pegawai Diskominfo Kota Mojokerto dinyatakan positif Covid-19. Satu di antaranya dinyatakan meninggal. Sedangkan tiga lainnya dinyatakan sebagai OTG. Setelah itu, dikarenakan adanya kasus pegawai yang terpapar Covid-19, akhirnya kantor Diskominfo memberlakukan work from home (WFH), namun belum lockdown.

Baca Juga :  PKB dan PAN Belum Usulkan Pengganti Abdullah Fanani dan Umar Faruq

Sebab, dari hasil swab menunjukkan lebih dari 25 orang yang negatif. Sehingga, pelayanan masih tetap berjalan. Hanya saja, kapasitas masuk kerja dibatasi jumlahnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Untuk kedua kalinya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto kembali diserang kasus paparan Covid-19. Oleh karenanya, kali ini kantor Diskominfo terpaksa menghentikan kegiatan atau lockdown untuk sementara waktu. Menyusul, adanya 29 pegawai yang terpapar Covid-19.

Operasional perkantoran dan layanan diskominfo dihentikan sementara terhitung sejak Senin (25/1) hingga Senin (1/2) mendatang. ”Minggu depan sudah aktif kembali, tapi masih menunggu perintah kepala dinasnya. Yang lockdown hanya diskominfo saja,” ujar Sekretaris Diskominfo Kota Mojokerto Rudi Ismail, Selasa (26/1).

Menurut Rudi, awalnya sejak tanggal 16 lalu dari hasil swab dinyatakan ada 15 orang yang terpapar. Namun, saat dilakukan pengujian swab lagi pada Minggu (24/1) lalu didapat ada penambahan pegawai Diskominfo Kota Mojokerto yang terpapar. Yakni, sebanyak 14 orang. Orang tanpa gejala (OTG) masih menjadi dominan di antara keseluruhan total yang terpapar di kantor yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto tersebut.

Baca Juga :  Bumil Terpapar Covid-19

”Total pegawai sendiri ada 45 orang, ya separonya lah yang kena (Covid-19). Tapi, yang 15 orang itu sudah banyak yang menjalani isolasi selama sepuluh hari,” terangnya. Usai puluhan pegawai dinyatakan terpapar, kantor diskominfo hingga kini rutin dilakukan sterilisasi disinfektan. Rudi menambahkan, hingga Selasa, sudah tidak ada pengujian swab lagi. Bagi 15 orang tersebut diharapkan minggu depan bisa mulai melakukan pelayanan kembali.

Sedangkan. untuk 14 orang lainnya masih harus menjalani masa isolasi dan harus melakukan swab ulang sebelum kembali masuk kerja. ”Kalau hasilnya negatif ya bisa masuk, tapi kalau belum ya terpaksa mereka yang terpapar masih harus kerja dari rumah,” tegasnya. Sebelumnya, pada Rabu (13/1) 4 pegawai Diskominfo Kota Mojokerto dinyatakan positif Covid-19. Satu di antaranya dinyatakan meninggal. Sedangkan tiga lainnya dinyatakan sebagai OTG. Setelah itu, dikarenakan adanya kasus pegawai yang terpapar Covid-19, akhirnya kantor Diskominfo memberlakukan work from home (WFH), namun belum lockdown.

Baca Juga :  Lolos Passing Grade SKD, Bukan Jaminan Masuk SKB

Sebab, dari hasil swab menunjukkan lebih dari 25 orang yang negatif. Sehingga, pelayanan masih tetap berjalan. Hanya saja, kapasitas masuk kerja dibatasi jumlahnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/