alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Wajah Baru, Alun-Alun Ramai Pengunjung

KOTA,  Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah direnovasi, Alun-Alun Kota Mojokerto semakin menyimpan daya tarik. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang menjadikannya sebagai jujukan berwisata. Sayangnya, hal itu tidak diikuti dengan kesadaran untuk menjaga fasilitas umum. Alhasil, sejumlah titik seperti taman rumput diinjak-injak pengunjung.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto menunjukkan sejumlah pengunjung naik tembok dan berdiri di atas rumput. Terutama anak-anak yang tertalu bersemangat dengan fasilitas umum yang baru dua minggu itu. Rumput-rumput yang baru ditanam tersebut terancam mati karena terinjak-injak oleh pengunjung.

Kondisi itu memantik perhatian pemkot. Satpol PP Kota Mojokerto dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto telah melakukan koordinasi untuk melakukan penanganan. Selain itu, sejumlah langkah akan diambil guna mengantisipasi agar kerusakan fasilitas umum di pusat Kota Mojokerto tersebut tidak meluas. ’’Mungkin mereka senang dan bangga dengan alun-alunnya yang baru. Wajar saja. Hanya saja kalau soal rumput-rumput yang rusak sudah tertangani oleh DLH. Ke depan akan kita jelaskan kalau dilarang menginjak rumput lah intinya,’’ terang Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Baca Juga :  H. Sunyoto, SE Idamkan Bangun Wisata Edukasi

Pihaknya saat ini tidak mampu membendung luapan antusiame warga terhadap perwajahan baru alun-alun tersebut. Sehingga, pemkot juga memaklumi jika ada perilaku-perilaku yang sekiranya melanggar peraturan. Namun demikian, pihaknya memastikan akan memberikan imbauan secara rutin kepada warga agar menjaga fasilitas umum yang tersedia.

’’Kita juga terus beri imbauan kepada masyakat. Tapi kita tidak terlalu kaku juga,’’ terangnya.

Saat ini sejumlah langkah antisipasi kerusakan taman sudah dikoordinasikan dengan pihak DLH Kota Mojokerto. Langkah itu meliputi pemasangan larangan menginjak taman hingga pemasangan pagar kawat. ’’Ya hanya seperti itu saja. Intinya kita mengimbau dulu saja lah. Kita ndak sampai proses warga yang melanggar-melanggar juga. Mungkin kan saat ini mereka masih euforia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nikmati Suasana Jantung Kota

Larangan menginjak taman sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.  Dalam Pasal 3 Bab III tentang Tertib Jalan, Jalur Hijau, Taman dan Tempat Umum, disebutkan, setiap orang dilarang mengotori dan atau merusak jalan, jalur hijau,taman dan tempat umum, kecuali oleh petugas dan kepentingan dinas. (adi)

KOTA,  Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah direnovasi, Alun-Alun Kota Mojokerto semakin menyimpan daya tarik. Terbukti dengan banyaknya masyarakat yang menjadikannya sebagai jujukan berwisata. Sayangnya, hal itu tidak diikuti dengan kesadaran untuk menjaga fasilitas umum. Alhasil, sejumlah titik seperti taman rumput diinjak-injak pengunjung.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto menunjukkan sejumlah pengunjung naik tembok dan berdiri di atas rumput. Terutama anak-anak yang tertalu bersemangat dengan fasilitas umum yang baru dua minggu itu. Rumput-rumput yang baru ditanam tersebut terancam mati karena terinjak-injak oleh pengunjung.

Kondisi itu memantik perhatian pemkot. Satpol PP Kota Mojokerto dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto telah melakukan koordinasi untuk melakukan penanganan. Selain itu, sejumlah langkah akan diambil guna mengantisipasi agar kerusakan fasilitas umum di pusat Kota Mojokerto tersebut tidak meluas. ’’Mungkin mereka senang dan bangga dengan alun-alunnya yang baru. Wajar saja. Hanya saja kalau soal rumput-rumput yang rusak sudah tertangani oleh DLH. Ke depan akan kita jelaskan kalau dilarang menginjak rumput lah intinya,’’ terang Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono.

Baca Juga :  Eks Ketua Meninggal Dunia, Kasus KONI Tak Berhenti

Pihaknya saat ini tidak mampu membendung luapan antusiame warga terhadap perwajahan baru alun-alun tersebut. Sehingga, pemkot juga memaklumi jika ada perilaku-perilaku yang sekiranya melanggar peraturan. Namun demikian, pihaknya memastikan akan memberikan imbauan secara rutin kepada warga agar menjaga fasilitas umum yang tersedia.

’’Kita juga terus beri imbauan kepada masyakat. Tapi kita tidak terlalu kaku juga,’’ terangnya.

Saat ini sejumlah langkah antisipasi kerusakan taman sudah dikoordinasikan dengan pihak DLH Kota Mojokerto. Langkah itu meliputi pemasangan larangan menginjak taman hingga pemasangan pagar kawat. ’’Ya hanya seperti itu saja. Intinya kita mengimbau dulu saja lah. Kita ndak sampai proses warga yang melanggar-melanggar juga. Mungkin kan saat ini mereka masih euforia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sering Mengamuk, Setahun Muhaimin Dirantai Keluarganya
- Advertisement -

Larangan menginjak taman sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.  Dalam Pasal 3 Bab III tentang Tertib Jalan, Jalur Hijau, Taman dan Tempat Umum, disebutkan, setiap orang dilarang mengotori dan atau merusak jalan, jalur hijau,taman dan tempat umum, kecuali oleh petugas dan kepentingan dinas. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/