alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pengerjaan Proyek Jembatan Terhambat Cuaca

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membawa dampak pada pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Mojokerto. Salah satunya terhadap pembangunan jembatan yang menghubungkan Miji Baru-Ngaglik, Kecamatan Kranggan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPDPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengungkapkan, penghujan sejak awal telah diantisipasi pada pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Miji Baru-Ngaglik. Menurutnya, curah hujan deras akhir-akhir ini kerap membuat debit air sungai meningkat.

Sehingga, kondisi cuaca tersebut berakibat menghambat pelaksanaan dan memaksa pekerja untuk melakukan penyesuaian pekerjaan. ’’Kalau memang pas hujannya kira-kira agak lebat, kami minta pekerja dan sebagainya untuk minggir dulu,’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Picu Kemacetan Lima Kilometer

Terlebih, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,8 miliar dari APBD 2021 tersebut saat ini masih pada tahap abutment atau fondasi jembatan. Selain faktor keselamatan, langkah itu juga untuk menjaga kualitas pekerjaan. ’’Kita posisinya juga ikuti prakiraan cuaca dari BMKG,’’ ungkapnya.

Mengingat, cuaca di wilayah hulu juga tetap dipantau karena berpengaruh pada derasnya aliran di Sungai Sadar. Meski sejauh ini belum sampai berdampak kerusakan, pihaknya tetap meminta pelaksana untuk melakukan efektivitas jam kerja.

Karena dengan masa kontrak menyisakan waktu satu bulan, progres pekerjaan pada minggu ini masih mencapai 79 persen. Endah menyebut, jembatan penghubung dua lingkungan di Kecamatan Kranggan itu di-deadline pengujung tahun ini. ’’Targetnya Desember selesai,’’ paparnya.

Baca Juga :  Beli Vitamin, Pemkot Habiskan Rp 3,9 Miliar

Penyesuaian pekerjaan antara lain dilakukan dengan mengoptimalkan pekerjaan di luar lokasi proyek. Terutama pada material fabrikasi besi dan baja. ’’Jadi, sebelum dibawa ke lokasi, sebagian sudah dikerjakan di workshop,’’ bebernya/

Selain itu, pelaksana juga menggeser pekerjaan lebih awal. Karena rata-rata hujan belakangan ini turun pada saat siang dan sore hari. Sementara untuk mengejar ketertinggalan jika cuaca buruk, pelaksana juga diminta menerapkan sistem lembur. ’’Karena kalau hujan kan tidak bisa dikerjakan, sehingga kita minta untuk percepatan. Kalau cuacanya bagus, bisa dilembur sampai malam,’’ tandas Endah. (ram/abi)

 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membawa dampak pada pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Mojokerto. Salah satunya terhadap pembangunan jembatan yang menghubungkan Miji Baru-Ngaglik, Kecamatan Kranggan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPDPRKP) Kota Mojokerto Endah Supriyani mengungkapkan, penghujan sejak awal telah diantisipasi pada pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Miji Baru-Ngaglik. Menurutnya, curah hujan deras akhir-akhir ini kerap membuat debit air sungai meningkat.

Sehingga, kondisi cuaca tersebut berakibat menghambat pelaksanaan dan memaksa pekerja untuk melakukan penyesuaian pekerjaan. ’’Kalau memang pas hujannya kira-kira agak lebat, kami minta pekerja dan sebagainya untuk minggir dulu,’’ terangnya, kemarin.

Baca Juga :  Sehat Negeriku, Sembuh Indonesiaku

Terlebih, proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,8 miliar dari APBD 2021 tersebut saat ini masih pada tahap abutment atau fondasi jembatan. Selain faktor keselamatan, langkah itu juga untuk menjaga kualitas pekerjaan. ’’Kita posisinya juga ikuti prakiraan cuaca dari BMKG,’’ ungkapnya.

Mengingat, cuaca di wilayah hulu juga tetap dipantau karena berpengaruh pada derasnya aliran di Sungai Sadar. Meski sejauh ini belum sampai berdampak kerusakan, pihaknya tetap meminta pelaksana untuk melakukan efektivitas jam kerja.

Karena dengan masa kontrak menyisakan waktu satu bulan, progres pekerjaan pada minggu ini masih mencapai 79 persen. Endah menyebut, jembatan penghubung dua lingkungan di Kecamatan Kranggan itu di-deadline pengujung tahun ini. ’’Targetnya Desember selesai,’’ paparnya.

Baca Juga :  Karaoke Sampai Care Free Day Dihentikan
- Advertisement -

Penyesuaian pekerjaan antara lain dilakukan dengan mengoptimalkan pekerjaan di luar lokasi proyek. Terutama pada material fabrikasi besi dan baja. ’’Jadi, sebelum dibawa ke lokasi, sebagian sudah dikerjakan di workshop,’’ bebernya/

Selain itu, pelaksana juga menggeser pekerjaan lebih awal. Karena rata-rata hujan belakangan ini turun pada saat siang dan sore hari. Sementara untuk mengejar ketertinggalan jika cuaca buruk, pelaksana juga diminta menerapkan sistem lembur. ’’Karena kalau hujan kan tidak bisa dikerjakan, sehingga kita minta untuk percepatan. Kalau cuacanya bagus, bisa dilembur sampai malam,’’ tandas Endah. (ram/abi)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/