alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Pemkot Verifikasi Ulang Calon Penghuni

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot mendata ulang calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jalan Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Langkah itu setelah gedung empat lantai itu tak difungsikan lagi sebagai gedung isolasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, Rusunawa Cinde sudah tak difungsikan lagi sebagai tempat isolasi terpusat (isoter). Itu menyusul telah diterimanya pemberitahuan tertulis dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) untuk menyerahkan gedung hunian tersebut. ’’Rusunawa sudah dikembalikan, kami sudah dapat suratnya dari dinas kesehatan,’’ terangnya.

Dengan diserahkannya rusunawa tersebut, pihaknya segera melakukan pendataan ulang bagi para calon penghuni. Sebab, pada akhir 2019 lalu, sebanyak 54 Kepala Keluarga (KK) telah ditetapkan tim verifikasi sebagai calon penghuni rusunawa. Namun, mereka batal menempati rusunawa di awal 2020 lantaran pandemi Covid-19. Pasalnya, Pemkot Mojokerto mengalihfungsikan Rusunawa Cinde sebagai gedung isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Sebab, hunian setara tipe 36 itu sudah dilengkapi fasilitas rumah tangga dan mebeler di dalamnya. ’’Sudah tinggal menempati saja sebenarnya, tapi karena ada korona tidak jadi ditempati,’’ paparnya.

Baca Juga :  Terminal Mulai Padat Hari Ini

Saat ini, pihaknya bakal kembali mendata para calon penghuni yang sebelumnya sudah terverifikasi. Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini menyebut, verifikasi ulang dilakukan untuk mengetahui jumlah warga yang masih berminat untuk tinggal di rusunawa.

Tahapan tersebut sekaligus memastikan apakah calon penghuni sudah mempunyai tempat tinggal mandiri atau pindah ke luar daerah. Sebab, kata Mashudi, beberapa KK sudah ada yang memberikan sinyal bakal mengajukan pengunduran diri sebagai calon penghuni. ’’Makanya kita verifikasi lagi apakah yang bersangkutan masih membutuhkan atau tidak berkenan menghuni,’’ ulasnya.

Jika memang ada yang mundur, maka mereka akan dicoret dari calon penguni. Mashudi menyatakan, kunci hunian di Rusunawa Cinde akan dilimpahkan kepada KK yang sebelumnya masuk dalam waiting list atau daftar tunggu. ’’Kami beri kesempatan warga yang belum terakomodir,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pelayanan Pengadilan Agama Di-Stop

Disebutkanya, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan persiapan hunian. Mengingat, setelah hampir 2 tahun dijadikan tempat karantina, sentuhan pemeliharaan diakui kurang maksimal. Karena sebelumnya, pekerja harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap untuk memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sehingga, pengisian hunian di Rusunawa Cinde baru akan direalisasikan di awal 2022 mendatang. ’’Kamar kan ada yang bocor dan beberapa fasilitas yang tidak berfungsi. Ini kita perbaiki agar sebelum dihuni sudah steril dan ready,’’ pungkas Mashudi.

Sementara untuk tarif sewa hunian belum dilakukan perubahan. Biaya sewa tertinggi telah ditetapkan Rp 350 ribu per bulan di lantai dasar. Sedangkan di lantai dua selisih lebih rendah dengan tarif Rp 325 ribu per bulan. Sementara lantai tiga dibebankan Rp 300 ribu per bulan dan lantai empat Rp 275 ribu per bulan. (ram/abi)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot mendata ulang calon penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jalan Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Langkah itu setelah gedung empat lantai itu tak difungsikan lagi sebagai gedung isolasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Mashudi menyatakan, Rusunawa Cinde sudah tak difungsikan lagi sebagai tempat isolasi terpusat (isoter). Itu menyusul telah diterimanya pemberitahuan tertulis dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) untuk menyerahkan gedung hunian tersebut. ’’Rusunawa sudah dikembalikan, kami sudah dapat suratnya dari dinas kesehatan,’’ terangnya.

Dengan diserahkannya rusunawa tersebut, pihaknya segera melakukan pendataan ulang bagi para calon penghuni. Sebab, pada akhir 2019 lalu, sebanyak 54 Kepala Keluarga (KK) telah ditetapkan tim verifikasi sebagai calon penghuni rusunawa. Namun, mereka batal menempati rusunawa di awal 2020 lantaran pandemi Covid-19. Pasalnya, Pemkot Mojokerto mengalihfungsikan Rusunawa Cinde sebagai gedung isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Sebab, hunian setara tipe 36 itu sudah dilengkapi fasilitas rumah tangga dan mebeler di dalamnya. ’’Sudah tinggal menempati saja sebenarnya, tapi karena ada korona tidak jadi ditempati,’’ paparnya.

Baca Juga :  Jukir Liar Berseragam Resmi Ditindak

Saat ini, pihaknya bakal kembali mendata para calon penghuni yang sebelumnya sudah terverifikasi. Mantan Kasatpol PP Kota Mojokerto ini menyebut, verifikasi ulang dilakukan untuk mengetahui jumlah warga yang masih berminat untuk tinggal di rusunawa.

Tahapan tersebut sekaligus memastikan apakah calon penghuni sudah mempunyai tempat tinggal mandiri atau pindah ke luar daerah. Sebab, kata Mashudi, beberapa KK sudah ada yang memberikan sinyal bakal mengajukan pengunduran diri sebagai calon penghuni. ’’Makanya kita verifikasi lagi apakah yang bersangkutan masih membutuhkan atau tidak berkenan menghuni,’’ ulasnya.

Jika memang ada yang mundur, maka mereka akan dicoret dari calon penguni. Mashudi menyatakan, kunci hunian di Rusunawa Cinde akan dilimpahkan kepada KK yang sebelumnya masuk dalam waiting list atau daftar tunggu. ’’Kami beri kesempatan warga yang belum terakomodir,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dewan Minta Pemasangan Portal Kampung Dibuka Kembali
- Advertisement -

Disebutkanya, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan persiapan hunian. Mengingat, setelah hampir 2 tahun dijadikan tempat karantina, sentuhan pemeliharaan diakui kurang maksimal. Karena sebelumnya, pekerja harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap untuk memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sehingga, pengisian hunian di Rusunawa Cinde baru akan direalisasikan di awal 2022 mendatang. ’’Kamar kan ada yang bocor dan beberapa fasilitas yang tidak berfungsi. Ini kita perbaiki agar sebelum dihuni sudah steril dan ready,’’ pungkas Mashudi.

Sementara untuk tarif sewa hunian belum dilakukan perubahan. Biaya sewa tertinggi telah ditetapkan Rp 350 ribu per bulan di lantai dasar. Sedangkan di lantai dua selisih lebih rendah dengan tarif Rp 325 ribu per bulan. Sementara lantai tiga dibebankan Rp 300 ribu per bulan dan lantai empat Rp 275 ribu per bulan. (ram/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/