alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

16 Guru Madrasah Belum Sarjana

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kabupaten Mojokerto mengeluarkan kebijakan baru. Setiap guru madrasah swasta harus mengantongi ijazah minimal Diploma 4 atau S-1. Jika tidak, hak-hak yang seharusnya bisa diperoleh, akan lenyap.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, dari total 4.861 guru di jenjang RA hingga MA, terdapat 16 guru yang belum memenuhi syarat tersebut.

Padahal, kewajiban tersebut sudah diatur dalam KMA (Keputusan Menteri Agama) Nomor  1006 tahun 2021 tentang Pengangkatan Guru pada Madrasah yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. ”Mereka ini merupakan guru yang mengajar di madrasah pondok. Biasanya mengajar kitab, makanya belum sarjana. Tapi, kita pastikan untuk guru mapel umum sudah sarjana semua,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  UMK 2021 Berpotensi Turun

Masih menurut Tamam, saat ini madrasah swasta dinilai sudah selektif dalam melakukan perekrutan guru. Terlebih, aturan rekrutmen guru tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Yakni kualifikasi akademik wajib dicapai melalui program pendidikan tinggi sarjana atau diploma 4. Capaian ini diatur untuk menyelaraskan kompetensi guru dengan tujuan pendidikan nasional. ’’Makanya kalau masih ada pun (guru belum sarjana), ya jumlahnya sedikit dan pastinya hanya untuk mengajar kitab. Bukan pelajaran umum,” tandas Tamam.

Tamam menegaskan, guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik ini tidak akan mendapatkan hak sebagai guru. Seperti sertifikasi. Namun, dia memastikan, pihaknya bakal menggelar peningkatan kualifikasi pendidikan. Khususnya bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik agar segera mendapatkan hak secara utuh. ”Itu menjadi salah satu program prioritas Kemenag saat ini. Mereka harus bisa segera dientaskan supaya sesuai dengan kriteria guru profesional,” ulasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Motor Beat Mendadak Terbakar

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kemenag Kabupaten Mojokerto mengeluarkan kebijakan baru. Setiap guru madrasah swasta harus mengantongi ijazah minimal Diploma 4 atau S-1. Jika tidak, hak-hak yang seharusnya bisa diperoleh, akan lenyap.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, dari total 4.861 guru di jenjang RA hingga MA, terdapat 16 guru yang belum memenuhi syarat tersebut.

Padahal, kewajiban tersebut sudah diatur dalam KMA (Keputusan Menteri Agama) Nomor  1006 tahun 2021 tentang Pengangkatan Guru pada Madrasah yang Diselenggarakan oleh Masyarakat. ”Mereka ini merupakan guru yang mengajar di madrasah pondok. Biasanya mengajar kitab, makanya belum sarjana. Tapi, kita pastikan untuk guru mapel umum sudah sarjana semua,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga :  Lahan di Sembilan KUA Belum Bersertifikat Hak Pakai

Masih menurut Tamam, saat ini madrasah swasta dinilai sudah selektif dalam melakukan perekrutan guru. Terlebih, aturan rekrutmen guru tercantum dalam Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Yakni kualifikasi akademik wajib dicapai melalui program pendidikan tinggi sarjana atau diploma 4. Capaian ini diatur untuk menyelaraskan kompetensi guru dengan tujuan pendidikan nasional. ’’Makanya kalau masih ada pun (guru belum sarjana), ya jumlahnya sedikit dan pastinya hanya untuk mengajar kitab. Bukan pelajaran umum,” tandas Tamam.

Tamam menegaskan, guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik ini tidak akan mendapatkan hak sebagai guru. Seperti sertifikasi. Namun, dia memastikan, pihaknya bakal menggelar peningkatan kualifikasi pendidikan. Khususnya bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik agar segera mendapatkan hak secara utuh. ”Itu menjadi salah satu program prioritas Kemenag saat ini. Mereka harus bisa segera dientaskan supaya sesuai dengan kriteria guru profesional,” ulasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  UMK 2021 Berpotensi Turun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/