Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Waspada Potensi Banjir dan Angin Kencang

26 Oktober 2021, 09: 40: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Waspada Potensi Banjir dan Angin Kencang

SIAGA: Peserta apel kontijensi kesiapsiagaan bencana alam mendapat pelatihan pertolongan pertama korban kecelakaan di depan kantor Pemkot kemarin. (Sofan Kurniawan/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan personel gabungan disiapkan untuk menghadapi kerawanan bencana jelang musim hujan. Meliputi kesiapsiagaan potensi banjir hingga angin kencang. Selain pengecekan sarana prasarana, petugas lapangan juga juga mendapat pelatihan pertolongan perama korban kecelakaan.

Persiapan itu dikukuhkan dalam apel gelar pasukan yang melibatkan Forkopimda Pemkot Mojokerto serta sejumlah elemen kebencanaan ini berlangsung di depan kantor wali kota Jalan Gajah Mada, Senin pagi (25/10). Selain itu, sejumlah sarana prasarana penanganan bencana juga tampak diperiksa. Mulai dari kendaraan pemadam kebakaran, alat berat, mesin pemotong pohon, hingga piranti dapur umum.

’’Keinginan kita tidak ada bencana. Tapi, seandainya terjadi kita sudah siap. Langkah yang harus dilakukan apa sudah paham. Dan koordinasinya kepada siapa sudah nyambung. Maka pelayanan publiknya cepat,’’ jelas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan seusai apel.

Baca juga: Memasuki Karantina sebelum Grand Final

Seribu lebih personel dilibatkan dalam kesiapsiagaan bencana ini. Meliputi 567 personel Polri, serta ratusan personel dari satuan lain. Meliputi TNI, satpol PP dan damkar, dishub, dinsos, linmas, potensi relawan, hingga pramuka. Dalam kesempatan ini, personel juga mendapat pelatihan penanggulangan pelatihan gawat darurat (PPGD) dari dokter RS Gatoel. Mereka ditunjukkan langkah-langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan terdapat korban kecelakaan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menanggulangi potensi bencana alam ke depan. Selain bencana non-alam seperti kecelakaan, menurutnya, kerawanan bencana alam di wilayah hukum Polresta cukup banyak. Meliputi bencana banjir, angin puting beliung, hingga kebakaran. Seperti peristiwa angin puting beliung yang menerjang permukiman warga Perum Griya Jetis Permai, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Minggu petang (24/10). 45 rumah dilaporkan rusak. Sedangkan, dua warga mengalami luka ringan akibat tertimpa atap.

Hingga Senin dini hari (25/10) tercatat 45 rumah mengalami kerusakan. Soegeng merinci, kondis kerusakan rumah meliputi 17 rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 19 rusak ringan. ’’Kerusakannya pada bagian atap rumah,’’ kata Kapolsek Jetis Kompol Soegeng Prajitno.

Tak hanya itu, atap rumah yang tersapu angin juga menimpa sejumlah penghuni rumah. Setidaknya dua warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat. ’’Ada dua warga yang luka ringan karena tertimpa atap,’’ terang dia. ’’Kedua korban merupakan perempuan Gorgi, 22, dan Anawati, 30, yang lecek lantaran tertimpa atap berbahan seng.

Pendataan korban dan kerusakan ini dilakukan setelah pihaknya bersama BPBD Kabupaten Mojokerto mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kemarin malam. Sementara ini, bantuan berupa 15 terpal diberikan kepada warga yang terdampak. Sejumlah bantuan berupa asbes, kayu, dan genting masih diusulkan. Pihaknya menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat hujan lebat yang berlangsung sekitar 30 menit. Tingginya curah hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. (adi/abi)

(mj/ADI/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia