alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Penghujan, Rawan Picu Genangan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki musim pengujan, sejumlah proyek penanggulangan banjir di Kota Mojokerto masih dalam tahap pengerjaan. Akibatnya, titik proyek konstruksi rentan memicu masalah. Khususnya memicu timbulnya genangan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto M. Afif Hasan mengungkapkan, total terdapat 15 paket pekerjaan pembangunan saluran air yang dialokasikan dalam program penanganan banjir tahun ini. Hingga memasuki akhir Oktober ini, seluruhnya masih dalam tahap pengerjaan. ’’Sudah berjalan semua,’’ terangnya kemarin (25/10).

Disebutkannya, proyek dengan total alokasi mencapai Rp 33 miliar itu masih berjalan sesuai jadwal. Namun, beberapa titik mengalami kendala pada material precast. Produk beton berupa U ditch dan box culvert untuk pembangunan saluran air itu mengalami keterlambatan produksi dan pengiriman. ’’Hanya satu-dua saja yang terlambat. Insya Allah masih on schedule,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Jaminan Kecelakaan dan Kematian Pegawai Non-ASN Pemkot Dicover

Distribusi material yang tersendat paket pekerjaan rehabilitasi saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit. Proyek dengan pagu anggaran Rp 6,3 miliar itu membutuhkan setidaknya 180-200 U ditch. Namun, pelaksana proyek baru mampu mendatangkan sekitar 110-115 unit.

Akibatnya, hingga kemarin belum dilakukan pekerjaan pembongkaran saluran air di sepanjang jalan pusat perniagaan Kota Mojokerto itu. ’’Kekurangannya kita tunggu dulu. Kalau sudah tersedia langsung dimulai pembongkaran semuanya,’’ paparnya.

Selain itu, kekurangan material precast juga terjadi pada proyek pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan Empunala dengan alokasi Rp 5,6 miliar. Namun, dikatakan Afif, kendala tersebut tidak sampai berdampak pada molornya pekerjaan. ’’Insya Allah masih on schedule,’’ sebutnya.

Namun, pihaknya juga mewaspadai mulai turunnya hujan di wilayah Kota Mojokerto beberapa hari terakhir ini. Karena kondisi cuaca tersebut dapat berdampak pada pekerjaan proyek saluran air.

Baca Juga :  268 Hektare Sawah Rawan Tergenang Banjir

Terlebih, ungkap Afif, belasan proyek tersebut merupakan titik yang rawan genangan air. Sehingga dilakukan perbaikan dan revitalisasi dengan memperluas dimensi saluran agar daya tampung lebih besar. ’’Hujan pasti akan berdampak, karena  saluran lama dengan saluran baru kan belum terhubung. Tapi kami berupaya meminimalisir masalah itu,’’ pungkasnya.

Selain itu, proyek pembangunan saluran air juga dilaksanakan di Lingkungan Wates dan Lingkungan Bancang yang satu paket dengan pembangunan rumah pompa di Kelurahan Wates dengan anggaran Rp 5,6 miliar. Sedangkan titik lainnya tersebar di kelurahan-kelurahan berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan usulan pokir DPRD Kota Mojokerto.

Di samping itu, program penanggulangan banjir juga menyentuh pengadaan dan peningkatan mesin pompa air di sejumlah titik. Termasuk untuk pemeliharaan di seluruh saluran dan pintu air sebesar Rp 3,5 miliar dan operasional Rp 2,7 miliar. (ram/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki musim pengujan, sejumlah proyek penanggulangan banjir di Kota Mojokerto masih dalam tahap pengerjaan. Akibatnya, titik proyek konstruksi rentan memicu masalah. Khususnya memicu timbulnya genangan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto M. Afif Hasan mengungkapkan, total terdapat 15 paket pekerjaan pembangunan saluran air yang dialokasikan dalam program penanganan banjir tahun ini. Hingga memasuki akhir Oktober ini, seluruhnya masih dalam tahap pengerjaan. ’’Sudah berjalan semua,’’ terangnya kemarin (25/10).

Disebutkannya, proyek dengan total alokasi mencapai Rp 33 miliar itu masih berjalan sesuai jadwal. Namun, beberapa titik mengalami kendala pada material precast. Produk beton berupa U ditch dan box culvert untuk pembangunan saluran air itu mengalami keterlambatan produksi dan pengiriman. ’’Hanya satu-dua saja yang terlambat. Insya Allah masih on schedule,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dipentaskan di Panggung hingga Layar Kaca

Distribusi material yang tersendat paket pekerjaan rehabilitasi saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit. Proyek dengan pagu anggaran Rp 6,3 miliar itu membutuhkan setidaknya 180-200 U ditch. Namun, pelaksana proyek baru mampu mendatangkan sekitar 110-115 unit.

Akibatnya, hingga kemarin belum dilakukan pekerjaan pembongkaran saluran air di sepanjang jalan pusat perniagaan Kota Mojokerto itu. ’’Kekurangannya kita tunggu dulu. Kalau sudah tersedia langsung dimulai pembongkaran semuanya,’’ paparnya.

Selain itu, kekurangan material precast juga terjadi pada proyek pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan Empunala dengan alokasi Rp 5,6 miliar. Namun, dikatakan Afif, kendala tersebut tidak sampai berdampak pada molornya pekerjaan. ’’Insya Allah masih on schedule,’’ sebutnya.

- Advertisement -

Namun, pihaknya juga mewaspadai mulai turunnya hujan di wilayah Kota Mojokerto beberapa hari terakhir ini. Karena kondisi cuaca tersebut dapat berdampak pada pekerjaan proyek saluran air.

Baca Juga :  Korban Hanya Ngopi, Tanpa Beli Berkarcis

Terlebih, ungkap Afif, belasan proyek tersebut merupakan titik yang rawan genangan air. Sehingga dilakukan perbaikan dan revitalisasi dengan memperluas dimensi saluran agar daya tampung lebih besar. ’’Hujan pasti akan berdampak, karena  saluran lama dengan saluran baru kan belum terhubung. Tapi kami berupaya meminimalisir masalah itu,’’ pungkasnya.

Selain itu, proyek pembangunan saluran air juga dilaksanakan di Lingkungan Wates dan Lingkungan Bancang yang satu paket dengan pembangunan rumah pompa di Kelurahan Wates dengan anggaran Rp 5,6 miliar. Sedangkan titik lainnya tersebar di kelurahan-kelurahan berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan usulan pokir DPRD Kota Mojokerto.

Di samping itu, program penanggulangan banjir juga menyentuh pengadaan dan peningkatan mesin pompa air di sejumlah titik. Termasuk untuk pemeliharaan di seluruh saluran dan pintu air sebesar Rp 3,5 miliar dan operasional Rp 2,7 miliar. (ram/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/