Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Penghujan, Rawan Picu Genangan

Proyek Pembangunan Saluran Air di Kota

26 Oktober 2021, 12: 55: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Penghujan, Rawan Picu Genangan

PRIORITAS: Proyek pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit Kota Mojokerto yang mulai dilakukan tahap pembongkaran. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki musim pengujan, sejumlah proyek penanggulangan banjir di Kota Mojokerto masih dalam tahap pengerjaan. Akibatnya, titik proyek konstruksi rentan memicu masalah. Khususnya memicu timbulnya genangan.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto M. Afif Hasan mengungkapkan, total terdapat 15 paket pekerjaan pembangunan saluran air yang dialokasikan dalam program penanganan banjir tahun ini. Hingga memasuki akhir Oktober ini, seluruhnya masih dalam tahap pengerjaan. ’’Sudah berjalan semua,’’ terangnya kemarin (25/10).

Disebutkannya, proyek dengan total alokasi mencapai Rp 33 miliar itu masih berjalan sesuai jadwal. Namun, beberapa titik mengalami kendala pada material precast. Produk beton berupa U ditch dan box culvert untuk pembangunan saluran air itu mengalami keterlambatan produksi dan pengiriman. ’’Hanya satu-dua saja yang terlambat. Insya Allah masih on schedule,’’ tandasnya.

Baca juga: Pakai Kartu Pos, Berlatih Korespondensi

Distribusi material yang tersendat paket pekerjaan rehabilitasi saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit. Proyek dengan pagu anggaran Rp 6,3 miliar itu membutuhkan setidaknya 180-200 U ditch. Namun, pelaksana proyek baru mampu mendatangkan sekitar 110-115 unit.

Akibatnya, hingga kemarin belum dilakukan pekerjaan pembongkaran saluran air di sepanjang jalan pusat perniagaan Kota Mojokerto itu. ’’Kekurangannya kita tunggu dulu. Kalau sudah tersedia langsung dimulai pembongkaran semuanya,’’ paparnya.

Selain itu, kekurangan material precast juga terjadi pada proyek pembangunan saluran air dan trotoar di Jalan Empunala dengan alokasi Rp 5,6 miliar. Namun, dikatakan Afif, kendala tersebut tidak sampai berdampak pada molornya pekerjaan. ’’Insya Allah masih on schedule,’’ sebutnya.

Namun, pihaknya juga mewaspadai mulai turunnya hujan di wilayah Kota Mojokerto beberapa hari terakhir ini. Karena kondisi cuaca tersebut dapat berdampak pada pekerjaan proyek saluran air.

Terlebih, ungkap Afif, belasan proyek tersebut merupakan titik yang rawan genangan air. Sehingga dilakukan perbaikan dan revitalisasi dengan memperluas dimensi saluran agar daya tampung lebih besar. ’’Hujan pasti akan berdampak, karena  saluran lama dengan saluran baru kan belum terhubung. Tapi kami berupaya meminimalisir masalah itu,’’ pungkasnya.

Selain itu, proyek pembangunan saluran air juga dilaksanakan di Lingkungan Wates dan Lingkungan Bancang yang satu paket dengan pembangunan rumah pompa di Kelurahan Wates dengan anggaran Rp 5,6 miliar. Sedangkan titik lainnya tersebar di kelurahan-kelurahan berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan usulan pokir DPRD Kota Mojokerto.

Di samping itu, program penanggulangan banjir juga menyentuh pengadaan dan peningkatan mesin pompa air di sejumlah titik. Termasuk untuk pemeliharaan di seluruh saluran dan pintu air sebesar Rp 3,5 miliar dan operasional Rp 2,7 miliar. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia