Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Mal Pelayanan Publik Bakal Dibuka

Pasca 10 Bulan Tak Beroperasi

26 Oktober 2021, 10: 25: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Mal Pelayanan Publik Bakal Dibuka

MASIH TERBATAS: Akses mal pelayanan publik di Gedung Gajah Mada Kota Mojokerto sudah kembali dibuka, kemarin. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Setelah hampir setahun tak beroperasi, Pemkot Mojokerto berencana membuka kembali Mal Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Gajah Mada. Mulai bulan depan, seluruh konter pelayanan publik akan mulai ditempati belasan instansi.

Pasca dilakukan penutupan sementara, sekat pembatas di pusat pelayanan publik di lantai dua Gedung Gajah Mada atau sebelumnya bernama GMSC itu kembali dibuka. Menyusul telah rampungnya perbaikan plafon MPP yang ambruk pada 9 Januari lalu. ”Sekarang tinggal pembersihan dan kami tata ulang mebel-mebelnya,” terang Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kota Mojokerto Moch. Zaini, Senin (25/10).

Rencananya, seluruh instansi pemberi layanan publik akan kembali menempati konter di MPP, pekan kedua November nanti. Di antaranya pelayanan perbankan, keimigrasian, pertanahan, samsat corner, dan sejumlah pelayanan publik lainnya. ”Ada 18 instansi yang akan kembali menempati tentant-tenant di MPP,” tandasnya.

Baca juga: Jalur Baru Sedang Dikaji

Sebelumnya, seluruh pelayanan publik tersebut terpaksa ditutup dengan pertimbangan faktor keamanan. Hanya pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan perizinan yang diboyong ke lantai tiga Gedung Gajah Mada. Masing-masing harus berbagi tempat dengan kantor induk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan DPMPTSP dan Naker. ”Pelayanan perizinan dan dispendukcapil nanti juga akan dipusatkan lagi di lantai bawah (MPP),” paparnya

Zaini menyatakan, penempatan konter MPP pada pertengahan November nanti baru sebatas persiapan. Pihaknya memberi kesempatan sekitar dua minggu bagi penyedia jasa layanan publik untuk melakukan penataan. Menurutnya, MPP ditargetkan kembali membuka akses pelayanan masyrakat di awal Desember mendatang. ”Rencananya minggu pertama Desember MPP sudah bisa dibuka full,” sebutnya.

Meski demikian, hall Gedung Gajah Mada masih belum bisa diakses untuk publik. Pasalnya, graha pertemuan yang berada di lantai empat tersebut akan dilakukan perbaikan. Pekerjaan fisik yang juga menyentuh bagian plafon itu dialokasikan melalui perubahan APBD 2021 dengan alokasi sekitar Rp 500 juta. ”Plafonnya akan diganti total. Karena hasil investigasi dinas PUPR dan inspektorat itu kan miring, khawatirnya membahayakan,” imbuhnya.

Zaini menyebut, proyek perbaikan plafon itu diterget rampung di penghujung tahun ini. Sehingga, hall Gedung Gajah Mada paling cepat baru bisa dibuka untuk masyarakat umum di awal tahun 2022 mendatang. (ram/ron)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia