Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Kain Seragam SMPN di Bawah Standar

Rekanan Pengadaan Terkena Denda Kemoloran

26 Oktober 2021, 14: 10: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Kain Seragam SMPN di Bawah Standar

Kepala Dispendik Kabupaten Zainul Arifin (dok jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Ketahanan luntur warna terhadap sinar menjadi satu-satunya pemicu penolakan seragam gratis SMPN oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto dari penyedia. Hal itu terungkap dari hasil penilaian yang dikeluarkan tim ahli, jika sampel kain yang dilakukan uji laboratorium di bawah standar.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, penolakan produk kain batik dari penyedia tak lain berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dikeluarkan Sekolah Tinggi Tegnologi Warga (STTW) Surakarta. Dari surat bernomor 028/Um/STTW/IX/2021 menyebutkan jika dari 14 item yang menjadi tolok ukur, ada satu poin yang nilainya di bawah standar. ’’Dari hasil laboratorium itu disebutkan jika kain bahan seragam ada kekurangan pada item ketahanan luntur warna terhadap nilai tahan sinar,’’ ungkapnya.

Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan dengan membaca hasil laboratorium tim STTW secara keseluruhan sebenarnya kain itu sesuai dengan spesifikasinya. Bahkan untuk item tetal pakan melebihi tiga helai dari spesifikasi teknis. Hal ini disebut-sebut bakal menguntungkan terkait dengan kekuatan tarik kain. Namun, dari hasil penilaian yang dilakukan ahli, ada satu item yang nilainya di bawa standar. Yakni, dua dari empat nilai standar yang bisa ditoleransi.

Baca juga: Waspada Potensi Banjir dan Angin Kencang

’’Atas dasar itulah maka secara teknis kain perlu ada perbaikan pada nilai ketahanan luntur warna terhadap sinar. Jadi belum bisa kami terima, karena ada satu poin yang tidak sesuai spesifikasi,’’ tegasnya.

Alhasil, karena penyedia punya hak untuk menyempurnakan sesuai perjanjian, pengerjaan diperpanjang hingga 19 November. Imbasnya terjadi kemoloran dalam pendistribusia kain batik kepada 24.316 siswa SMPN yang tersebar di 18 kecamatan. Namun, di tengah penyempurnaan ini, sesuai kontrak, penyedia tetap dikenakan denda akibat terjadi kemoloran dalam menyediakan barang. ’’Selain denda tetap berjalan, jika nanti sampai batas waktu, penyedia tidak bisa menyelesaikan ya putus kontrak dan langsung kami blacklist (daftar hitam) selama dua tahun,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pengadaan kain batik untuk pelajar tahun ini memang dibagi dalam dua paket proyek. Masing-masing Bantuan Operasional Daerah (Bosda) SDN dengan nilai kontrak Rp 4.252.287.600 dari pagu Rp 4.999.954.500 dimenangkan CV Menara Mas Kita Sidoarjo. Sedangkan Bosda SMPN dengan nilai kontak Rp 1.956.586.940 dari pagu Rp 1.999.800.000 dimenangkan CV Ada Nada Sidoarjo. Keduanya bersumber dari APBD tahun ini. Dari dua paket seragam gratis, untuk kain batik bagi 61.728 siswa SD seluruhnya sudah dibagikan. Namun untuk yang kain batik SMP belum terdistribusikan. (ori/abi)

(mj/ori/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia