alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Jalur Baru Sedang Dikaji

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pembangunan jalur baru di kawasan Pacet-Cangar, tengah dikaji. Jika tak ada kendala, pembangunan jalan turunan alternatif yang bakal membelah kawasan hutan itu bisa direalisasikan tahun depan.

Plt Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono menjelaskan, langkah mewujudkan wacana pembangunan jalur alternatif Pacet–Cangar tersebut tengah gencar digelar. Dalam waktu dekat, pihak terkait bakal menggelar koordinasi lebih intensif. ”Akhir bulan ini. Juga membahas anggaran dan segala macamnya supaya bisa realisasi. Harapannya, supaya tahun 2022 sudah terealisasi, tapi memang menyesuaikan dengan anggarannya juga,” terangnya.

Pihaknya masih belum bisa bicara banyak soal anggaran proyek tingkat provinsi itu. Sebab, sejauh ini, proyek untuk menekan angka kecelakaan di jalur Mojokerto-Batu itu tengah dilakukan pengkajian oleh pihak DPU Binamarga Prov Jatim UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto.

Baca Juga :  Pemkab Raih Predikat ’’Baik’’ dengan Skor 263

Menurutnya, proyek pembangunan tersebut bakal menelan APBD Provinsi Jatim ataupun APBN. ”Masih belum (bisa sebutkan anggaran), karena masih perlu pengkajian lebih lanjut. Yang jelas, kalau mundur lagi (belum terealisasi 2022), terus ada kecelakaan lagi, kita sudah ndak bisa ngomong,” tegasnya.

Yoyok menerangkan, penentuan titik ataupun pemetaan jalur baru tersebut merupakan keputusan bersama dengan stakeholder. Seperti pemetaan dan pengkajian jalur. Itu bakal dilakukan oleh DPU Binamarga Prov Jatim UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto. Sementara, Perhutani KPH Pasuruan yang bakal memberikan remomendasi titik pembangunan jalur di kawasan hutan tersebut. ”Karena ada sejumlah hal yang harus dipertimbangkan terkait aspek kawasan hutan itu. Mungkin ada kepentingan untuk paru-paru kota atau lainnya,” terangnya.

Sementara pihaknya bakal menyediakan fasilitas keselamatan jalan di jalur baru tersebut. Di antaranya, rambu lalu lintas, marka jalan, hingga lampu jalan. Tak menutup kemungkinan, fasilitas keselamatan di jalur turunan tersebut nantinya bakal lebih lengkap. Lantaran menyesuaikan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). ”Dalam fasilitas keselamatan jalan, nanti kami yang akan advice. Jadi kita akan pasang fasilitas keselamatan di sana sesuai persetujuan KNKT. Yang jelas kita berpikir secara general bahwa pengguna jalan perlu diberi fasilitas keselamatan yang memadai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sang Dokter Berstatus PNS, RSUD Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Meski begitu, pihaknya tak menjamin saat jalur baru yang bakal digunakan khusus untuk pengguna jalan dari Batu menuju Mojokerto itu rampung, bakal nihil kecelakaan. Sebab, kecelakaan lalu lintas seringkali dipengaruhi faktor manusia. Baik perilaku berkendara hingga faktor kelalaian. ”Meskipun nanti ada jalur baru itu, terus otomatis bebas dari kecelakaan? kan tidak. Karena kecelakaan itu sendiri menyangkut faktor manusia. Baik keterampilan berkendara dan keterampilan menguasai medan,” tandasnya. (vad/ron)

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Rencana pembangunan jalur baru di kawasan Pacet-Cangar, tengah dikaji. Jika tak ada kendala, pembangunan jalan turunan alternatif yang bakal membelah kawasan hutan itu bisa direalisasikan tahun depan.

Plt Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Yoyok Kristyowahono menjelaskan, langkah mewujudkan wacana pembangunan jalur alternatif Pacet–Cangar tersebut tengah gencar digelar. Dalam waktu dekat, pihak terkait bakal menggelar koordinasi lebih intensif. ”Akhir bulan ini. Juga membahas anggaran dan segala macamnya supaya bisa realisasi. Harapannya, supaya tahun 2022 sudah terealisasi, tapi memang menyesuaikan dengan anggarannya juga,” terangnya.

Pihaknya masih belum bisa bicara banyak soal anggaran proyek tingkat provinsi itu. Sebab, sejauh ini, proyek untuk menekan angka kecelakaan di jalur Mojokerto-Batu itu tengah dilakukan pengkajian oleh pihak DPU Binamarga Prov Jatim UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto.

Baca Juga :  Separo Jalan Ambles, Masih Dilewati Truk

Menurutnya, proyek pembangunan tersebut bakal menelan APBD Provinsi Jatim ataupun APBN. ”Masih belum (bisa sebutkan anggaran), karena masih perlu pengkajian lebih lanjut. Yang jelas, kalau mundur lagi (belum terealisasi 2022), terus ada kecelakaan lagi, kita sudah ndak bisa ngomong,” tegasnya.

Yoyok menerangkan, penentuan titik ataupun pemetaan jalur baru tersebut merupakan keputusan bersama dengan stakeholder. Seperti pemetaan dan pengkajian jalur. Itu bakal dilakukan oleh DPU Binamarga Prov Jatim UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto. Sementara, Perhutani KPH Pasuruan yang bakal memberikan remomendasi titik pembangunan jalur di kawasan hutan tersebut. ”Karena ada sejumlah hal yang harus dipertimbangkan terkait aspek kawasan hutan itu. Mungkin ada kepentingan untuk paru-paru kota atau lainnya,” terangnya.

Sementara pihaknya bakal menyediakan fasilitas keselamatan jalan di jalur baru tersebut. Di antaranya, rambu lalu lintas, marka jalan, hingga lampu jalan. Tak menutup kemungkinan, fasilitas keselamatan di jalur turunan tersebut nantinya bakal lebih lengkap. Lantaran menyesuaikan rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). ”Dalam fasilitas keselamatan jalan, nanti kami yang akan advice. Jadi kita akan pasang fasilitas keselamatan di sana sesuai persetujuan KNKT. Yang jelas kita berpikir secara general bahwa pengguna jalan perlu diberi fasilitas keselamatan yang memadai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bakal Optimalkan Pasar Mangkrak
- Advertisement -

Meski begitu, pihaknya tak menjamin saat jalur baru yang bakal digunakan khusus untuk pengguna jalan dari Batu menuju Mojokerto itu rampung, bakal nihil kecelakaan. Sebab, kecelakaan lalu lintas seringkali dipengaruhi faktor manusia. Baik perilaku berkendara hingga faktor kelalaian. ”Meskipun nanti ada jalur baru itu, terus otomatis bebas dari kecelakaan? kan tidak. Karena kecelakaan itu sendiri menyangkut faktor manusia. Baik keterampilan berkendara dan keterampilan menguasai medan,” tandasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Polisi Buru Jaringan Sumardi

Dinsos Bantah Mainkan Harga

Artikel Terbaru


/