alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Bahas Kemandirian Desa Melalui Pemaksimalan BUMDes

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo menerima Wakil Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) Budi Arie Setiadi beserta rombongan Komisi V DPR RI, pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Mojokerto di Peringgitan Rumah Dinas Bupati  Sabtu siang (24/10).

Pjs Bupati Mojokerto pada sambutan selamat datang mengungkapan pandangannya terkait pembangunan Indonesia yang harus dimulai dari desa-desa.

’’Kita sedang membuat connectivity destination tourism. Desa-desa di sini banyak yang potensial, baik dilihat dari ekonomi maupun wisata. Namun selain menjual potensi, kita berharap agar itu dikelola secara mandiri dan berkelanjutan, agar memberi manfaat jangka panjang,’’ kata Pjs Bupati Mojokerto.

Budi Arie Setiadi pada pertemuan ini menyampaikan maksud tujuan kunjungan kerjanya bersama tim, untuk melihat potensi-potensi desa di Jawa Timur termasuk Kabupaten Mojokerto. Salah satu yang ditinjau Budi dan rombongannya adalah Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang.

’’Kunker kami ini ke Mojokerto, Jombang dan Madiun. Semuanya punya khas masing-masing. Jika bicara masa depan Indonesia, kita catat ada empat. Yakni pertanian, peternakan, pariwisata dan perikanan. Semuanya itu banyak yang berada di desa,’’ kata Budi Arie Setiadi.

Baca Juga :  Pjs Bupati Mojokerto Tilik Sidang Yustisi Pelanggar Protokol Kesehatan

Berbicara pengelolaan potensi desa, Budi Arie Setiadi juga menyertakan BUMDes sebagai sarana tepat untuk mengakomodir hal tersebut. BUMDEs, tambahnya, saat ini telah diakui secara badan hukum dan perbankan. Dengan kata lain, akses permodalannya akan jauh lebih mudah, mumpuni dan berkembang. Hal itu akan sangat membawa pengaruh positif, bagi desa-desa yang ingin mempercepat pemaksimalan potensi mereka melalui BUMDes. Dalam pandangannya pula, Budi menilai bahwa anak-anak muda merupakan SDM paling tepat untuk mengelola unit tersebut.

’’Ciri-ciri desa yang mau maju itu ada tiga. Pertama, anak mudanya banyak. Kedua, penuh SDM kreatif-inovatif. Ketiga, ada partisipasi warga. Saya sependapat dengan Pak Pjs, kita jangan hanya jadi penonton. Kita harus kelola sendiri. BUMDes saat ini sudah banyak yang bagus, dengan dikelola anak-anak muda,’’ tandas Budie Arie Setiadi.

Baca Juga :  Seragam Anggaran 10 OPD Lemot

Sementara itu, di Desa Kebontunggul Budi Arie Setiadi berdialog dengan warga, kelompok masyarakat, lembaga kemasyarakatan desa, dan aparatur Pemerintahan Desa Kebontunggul. Pihaknya mengingatkan pentingnya mewujudkan desa mandiri dengan memiliki kemampuan menata, mengatur, mengelola, dan mengembangkan kekayaan potensi aset yang dimiliki desa sebagai sumber pendapatan asli desa.

Budi Arie Setiadi optimistis Desa Kebontunggul menjadi desa rujukan bagi desa-desa di Indonesia, dari desa tertinggal, berkembang, maju dan hingga saat ini menyandang strata desa produktif menuju mandiri menyejahterakan.

Pemerintah Desa Kebontunggul di bawah kepemimpinan Kepala Desa Siandi, SH, MM, memberi ruang kesempatan bagi generasi mudanya untuk menata, mengatur, mengelola sekaligus mengembangkan 1 unit usaha dari 5 unit bisnis yang dikembangkan BUMDes Gajah Mada. Antara lain, Ekowisata Lembah Mbencirang, pengelolaan air bersih BPAM, pengelolaan Pertashop, pengelolaan pembiayaan simpan pinjam dan Agropolitan (pertanian). (tik)

Pjs Bupati Mojokerto Himawan Estu Bagijo menerima Wakil Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) Budi Arie Setiadi beserta rombongan Komisi V DPR RI, pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Mojokerto di Peringgitan Rumah Dinas Bupati  Sabtu siang (24/10).

Pjs Bupati Mojokerto pada sambutan selamat datang mengungkapan pandangannya terkait pembangunan Indonesia yang harus dimulai dari desa-desa.

’’Kita sedang membuat connectivity destination tourism. Desa-desa di sini banyak yang potensial, baik dilihat dari ekonomi maupun wisata. Namun selain menjual potensi, kita berharap agar itu dikelola secara mandiri dan berkelanjutan, agar memberi manfaat jangka panjang,’’ kata Pjs Bupati Mojokerto.

Budi Arie Setiadi pada pertemuan ini menyampaikan maksud tujuan kunjungan kerjanya bersama tim, untuk melihat potensi-potensi desa di Jawa Timur termasuk Kabupaten Mojokerto. Salah satu yang ditinjau Budi dan rombongannya adalah Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang.

’’Kunker kami ini ke Mojokerto, Jombang dan Madiun. Semuanya punya khas masing-masing. Jika bicara masa depan Indonesia, kita catat ada empat. Yakni pertanian, peternakan, pariwisata dan perikanan. Semuanya itu banyak yang berada di desa,’’ kata Budi Arie Setiadi.

Baca Juga :  Temuan Situs Baru Diduga Permukiman Era Majapahit

Berbicara pengelolaan potensi desa, Budi Arie Setiadi juga menyertakan BUMDes sebagai sarana tepat untuk mengakomodir hal tersebut. BUMDEs, tambahnya, saat ini telah diakui secara badan hukum dan perbankan. Dengan kata lain, akses permodalannya akan jauh lebih mudah, mumpuni dan berkembang. Hal itu akan sangat membawa pengaruh positif, bagi desa-desa yang ingin mempercepat pemaksimalan potensi mereka melalui BUMDes. Dalam pandangannya pula, Budi menilai bahwa anak-anak muda merupakan SDM paling tepat untuk mengelola unit tersebut.

- Advertisement -

’’Ciri-ciri desa yang mau maju itu ada tiga. Pertama, anak mudanya banyak. Kedua, penuh SDM kreatif-inovatif. Ketiga, ada partisipasi warga. Saya sependapat dengan Pak Pjs, kita jangan hanya jadi penonton. Kita harus kelola sendiri. BUMDes saat ini sudah banyak yang bagus, dengan dikelola anak-anak muda,’’ tandas Budie Arie Setiadi.

Baca Juga :  Pjs Bupati Mojokerto Tilik Sidang Yustisi Pelanggar Protokol Kesehatan

Sementara itu, di Desa Kebontunggul Budi Arie Setiadi berdialog dengan warga, kelompok masyarakat, lembaga kemasyarakatan desa, dan aparatur Pemerintahan Desa Kebontunggul. Pihaknya mengingatkan pentingnya mewujudkan desa mandiri dengan memiliki kemampuan menata, mengatur, mengelola, dan mengembangkan kekayaan potensi aset yang dimiliki desa sebagai sumber pendapatan asli desa.

Budi Arie Setiadi optimistis Desa Kebontunggul menjadi desa rujukan bagi desa-desa di Indonesia, dari desa tertinggal, berkembang, maju dan hingga saat ini menyandang strata desa produktif menuju mandiri menyejahterakan.

Pemerintah Desa Kebontunggul di bawah kepemimpinan Kepala Desa Siandi, SH, MM, memberi ruang kesempatan bagi generasi mudanya untuk menata, mengatur, mengelola sekaligus mengembangkan 1 unit usaha dari 5 unit bisnis yang dikembangkan BUMDes Gajah Mada. Antara lain, Ekowisata Lembah Mbencirang, pengelolaan air bersih BPAM, pengelolaan Pertashop, pengelolaan pembiayaan simpan pinjam dan Agropolitan (pertanian). (tik)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/