alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Monday, May 16, 2022

Gus Pur Berpulang saat Berceramah di Lamongan

MOJOKERTO – Keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Darul Hikmah, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, berduka. KH Imam Sampurno atau  akrab disapa Gus Pur, pengasuh, wafat di usia muda. Putra almarhum Romo KH Ismail Ibrahim ini mengembuskan napas terakhir saat tengah berceramah di Lamongan, Kamis (27/10) petang.

Kabar wafatnya Gus Pur ini pun menyebar di tengah kalangan alumni dan Nahdliyin. Di berbagai media sosial (medos) juga banjir ucapan duka, doa dan rasa kehilangan. Menyusul, sosok kiai muda dikenal kharismatik ini sangat dekat dengan santri, alumni, Nahdliyin, dan masyarakat biasa.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Gus Pur. Namun, kabar lain menyebutkan, Gus Pur wafat di tengah menghadiri undangan pengajian di Lamongan, secara mendadak. Kabar itu bahkan dalam waktu singkat langsung menyebar luas. ’’Kami (santri) sangat kehilangan sosok guru yang sangat kami hormati,’’ ujar Saiful Amin Sholihin, alumni PP Darul Hikmah.

Baca Juga :  Praktik Kerja, Pelajar SMK Tewas

Hingga malam ini, ribuan petakziah terdiri atas kerabat, saudara, alumni, santri dan warga memenuhi halaman PP Darul Hikmah. Termasuk kiai, pengasuh pesantren, dan ratusan petakziah terus berdatangan dari berbagai kota. Jenazah Gus Pur yang dijadwalkan tiba di rumah duka antara pukul 23.00-24.00 rencananya lantas disalati di masjid pesantren.

Sedianya, kiai muda yang dikenal banyak menelurkan santri sukses ini dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga. Yakni, berdampingan dengan makam ayahnya, Kiai Ismail, dan saudaranya, Kiai Basyaruddin Ismail, serta beberapa keluarga pengasuh pesantren.

’’Warga NU juga sangat kehilangan beliau. Sosok guru, pengasuh, dan inspirasi bagi kaum muda NU,’’ papar pengurus PCNU Kabupaten Mojokerto, H. Shobirin.

Baca Juga :  Pertengahan Tahun, Baru 14 Proyek Dilelang

 

MOJOKERTO – Keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Darul Hikmah, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, berduka. KH Imam Sampurno atau  akrab disapa Gus Pur, pengasuh, wafat di usia muda. Putra almarhum Romo KH Ismail Ibrahim ini mengembuskan napas terakhir saat tengah berceramah di Lamongan, Kamis (27/10) petang.

Kabar wafatnya Gus Pur ini pun menyebar di tengah kalangan alumni dan Nahdliyin. Di berbagai media sosial (medos) juga banjir ucapan duka, doa dan rasa kehilangan. Menyusul, sosok kiai muda dikenal kharismatik ini sangat dekat dengan santri, alumni, Nahdliyin, dan masyarakat biasa.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Gus Pur. Namun, kabar lain menyebutkan, Gus Pur wafat di tengah menghadiri undangan pengajian di Lamongan, secara mendadak. Kabar itu bahkan dalam waktu singkat langsung menyebar luas. ’’Kami (santri) sangat kehilangan sosok guru yang sangat kami hormati,’’ ujar Saiful Amin Sholihin, alumni PP Darul Hikmah.

Baca Juga :  Smooting, Mahkota Wanita Lebih Indah

Hingga malam ini, ribuan petakziah terdiri atas kerabat, saudara, alumni, santri dan warga memenuhi halaman PP Darul Hikmah. Termasuk kiai, pengasuh pesantren, dan ratusan petakziah terus berdatangan dari berbagai kota. Jenazah Gus Pur yang dijadwalkan tiba di rumah duka antara pukul 23.00-24.00 rencananya lantas disalati di masjid pesantren.

- Advertisement -

Sedianya, kiai muda yang dikenal banyak menelurkan santri sukses ini dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga. Yakni, berdampingan dengan makam ayahnya, Kiai Ismail, dan saudaranya, Kiai Basyaruddin Ismail, serta beberapa keluarga pengasuh pesantren.

’’Warga NU juga sangat kehilangan beliau. Sosok guru, pengasuh, dan inspirasi bagi kaum muda NU,’’ papar pengurus PCNU Kabupaten Mojokerto, H. Shobirin.

Baca Juga :  Jalur di Pacet Ambrol, Truk Bermuatan Dilarang Melintas

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/