alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Sekolah Tatap Muka di Kota Segera Mulai

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pasca mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Mojokerto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto menginstruksikan ke masing-masing sekolah untuk menyebarkan kuesioner izin orang tua. Tak hanya itu, seluruh sekolah diberi aturan skema pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama pandemi. Masuk sekolah dibagi menjadi dua gelombang per harinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid menuturkan, mekanisme PTM tetap sama dengan beberapa waktu lalu. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi menjadi dua tahap pembelajaran. Meski begitu, durasi pembelajaran setiap jenjang mengalami penambahan selama lima menit dari sebelumnya. ’’Pembelajaran PTM SD selama 2 jam 15 menit dan SMP 2 jam 45 menit tanpa istirahat, kegiatan olahraga, maupun kantin,’’ ujarnya, Rabu (25/8).

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka Tunggu Ajaran Baru

Masih kata Amin, setiap pergantian gelombang, akan diberi waktu selama satu jam untuk kegiatan sterilisasi. Tak hanya itu, para guru wajib mengenakan masker lengkap dengan face shield. Sedangkan murid memakai masker yang telah disiapkan selama berada di sekolah. ’’Kita tetap melakukan pengumpulan izin orang tua melalui kuesioner mulai hari ini (kemarin) sampai Jumat (27/8) nanti. Sekolah tetap melayani siswa yang tidak diizinkan wali murid ikut PTM dengan pembelajaran moda daring,’’ sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin menyebutkan, hingga kemarin (25/8) belum mendapatkan instruksi dari pemkab terkait keberlangsungan PTM di kabupaten. Termasuk untuk penentuan jadwal masuk sekolah, belum bisa ditentukan. Pun disinggung terkait vaksinasi pelajar, Zainul menyebutkan, para siswa belum tersentuh vaksinasi. ’’Dari kementerian sendiri, anak-anak tidak diwajibkan vaksin sebelum masuk. Yang jelas untuk gurunya harus sudah tuntas vaksin dosis kedua,’’ sebut dia.

Baca Juga :  Sekolah Tatap Muka, DPRD Ingatkan Izin Ortu

Terpisah, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik)Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Kabupaten Mojokerto Adi Prayitno mengatakan, kemarin surat edaran untuk persiapan gelar PTM jenjang SMA, SMK, dan SLB, sudah dilayangkan ke pemkot maupun pemkab. Namun, masing-masing sekolah harus berkoordinasi dan memperoleh persetujuan dari satgas lingkungan sekolah sebelum melaksanakan PTM. Tak hanya itu, para siswa harus tetap membawa surat izin orangtua sebelum mengikuti tatap muka. ’’Untuk pelaksanaan besok (hari ini) atau Senin (30/8) depan sudah bisa, asalkan sudah dalam persiapan yang matang dan mendapat izin Satgas setempat. Tetap utamakan keselamatan peserta didik, guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan,’’ pungkasnya. 

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pasca mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Mojokerto, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto menginstruksikan ke masing-masing sekolah untuk menyebarkan kuesioner izin orang tua. Tak hanya itu, seluruh sekolah diberi aturan skema pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas selama pandemi. Masuk sekolah dibagi menjadi dua gelombang per harinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid menuturkan, mekanisme PTM tetap sama dengan beberapa waktu lalu. Jumlah siswa dalam satu kelas dibagi menjadi dua tahap pembelajaran. Meski begitu, durasi pembelajaran setiap jenjang mengalami penambahan selama lima menit dari sebelumnya. ’’Pembelajaran PTM SD selama 2 jam 15 menit dan SMP 2 jam 45 menit tanpa istirahat, kegiatan olahraga, maupun kantin,’’ ujarnya, Rabu (25/8).

Baca Juga :  Polisi Tembak Dua Begal Ngoro

Masih kata Amin, setiap pergantian gelombang, akan diberi waktu selama satu jam untuk kegiatan sterilisasi. Tak hanya itu, para guru wajib mengenakan masker lengkap dengan face shield. Sedangkan murid memakai masker yang telah disiapkan selama berada di sekolah. ’’Kita tetap melakukan pengumpulan izin orang tua melalui kuesioner mulai hari ini (kemarin) sampai Jumat (27/8) nanti. Sekolah tetap melayani siswa yang tidak diizinkan wali murid ikut PTM dengan pembelajaran moda daring,’’ sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin menyebutkan, hingga kemarin (25/8) belum mendapatkan instruksi dari pemkab terkait keberlangsungan PTM di kabupaten. Termasuk untuk penentuan jadwal masuk sekolah, belum bisa ditentukan. Pun disinggung terkait vaksinasi pelajar, Zainul menyebutkan, para siswa belum tersentuh vaksinasi. ’’Dari kementerian sendiri, anak-anak tidak diwajibkan vaksin sebelum masuk. Yang jelas untuk gurunya harus sudah tuntas vaksin dosis kedua,’’ sebut dia.

Baca Juga :  Banyak Guru Terpapar, Wali Murid Resah

Terpisah, Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik)Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Kabupaten Mojokerto Adi Prayitno mengatakan, kemarin surat edaran untuk persiapan gelar PTM jenjang SMA, SMK, dan SLB, sudah dilayangkan ke pemkot maupun pemkab. Namun, masing-masing sekolah harus berkoordinasi dan memperoleh persetujuan dari satgas lingkungan sekolah sebelum melaksanakan PTM. Tak hanya itu, para siswa harus tetap membawa surat izin orangtua sebelum mengikuti tatap muka. ’’Untuk pelaksanaan besok (hari ini) atau Senin (30/8) depan sudah bisa, asalkan sudah dalam persiapan yang matang dan mendapat izin Satgas setempat. Tetap utamakan keselamatan peserta didik, guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan,’’ pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/