alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Lapas Over Kapasitas, Isolasi Lima Napi Positif Dipindah

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi lima warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II-B Mojokerto yang positif terpapar Covid-19 hari ini dijadwalkan dipindah ke RSUD prof dr Soekandar Mojosari.

Hal itu menyusul ruang isolasi di dalam lapas kurang memenuhi unsur keamanan dan rentan terjadi persebaran virus SARS-CoV-2. Langkah itu sekaligus sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19 di lingkungan lapas yang kini mengalami over kapasitas. Yakni, dihuni 642 WBP dari kapasitas maksimum 344 WBP.

Kasi Binadik Lapas Klas IIB Mojokerto Andi Prasetyo mengatakan, pemindaan lima narapidana (napi) ini menjadi pilihan untuk menghindari persebaran di dalam lapas.

’’Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kota, lima WBP yang positif bisa diisolasi di luar. Nah, ternyata di kota katanya penuh. Jadi kita dapat izin di kabupaten ini,’’ ungkapnya.

Hari ini (26/8), pihaknya pun akan melakukan koordinasi langsung dengan pihak rumah sakit pelat merah itu terkait teknis isolasi lima warga binaannya. ’’Kalau memang besok (hari ini red) sudah di Acc dan ready ruangannya, otomatis langsung kita eksekusi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pemkot Jadi Rising Star ’’KI Award’’ Tahun 2021

Pemindahan lokasi isolasi sendiri terpaksa dilakukan lantaran aktivitas jangkauan lima WBP yang terkonfirmasi positif virus mematikan masih berada di dalam lingkungan Lapas Kelas IIB yang memiliki lahan terbatas.

Ruang tertutup yang kini dipilih menjadi ruang isolasi lima napi masih rentan dijangkau WBP lain. ’’Ditambah ruang isolasi di lapas kurang memenuhi standar,’’ ujarnya.

Sejak hasil swab dan dinyatakan positif, lima WBP yang tersandung kasus narkoba dan penipuan harus berbagi ruang isolasi. Secara otomatis, hal itu masih sangat berisiko jika tetap diisolasi mandiri di dalam lapas.

Andi juga tak menyangka, jika lingkungan lapas menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Padahal protokol kesehatan sejak awal pandemi dilakukan cukup ketat. ’’Virus ini sulit di-tracing dari mana. Apalagi statusnya OTG. Tapi kami sudah berkordinasi dengan pimpinan pusat dan pemerintah daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Terpukul Pandemi, Jarang Terbang, Pilot Jajal Bisnis Online Shop

Sebagai upaya  antisipasi penyebaran secara masif, lapas menambah intensitas penyemprotan disinfektan, berjemur, pemberian multivitamin dan probiotik. Termasuk menjemur seluruh pakaian dan tempat tidur juga dilakukan.

’’Sekarang ditambah jadi dua kali seminggu. Caring jatah WBP juga jadi ditambah dua sampai tiga kali seminggu secara bergantian. Terakhir pemberian multivitamin dan probiotik yang secara mandiri lapas sediakan, untuk WBP dan petugas,’’ paparnya.

Disinggung terkait proses pengamanan ke lima WBP, Andi, memastikan dilakukan dua personel lapas berpakaian APD lengkap.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko membenarkan pemindahan tersebut. Pemindahan sendiri dilakukan lantaran mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas di lapas ’’Teknisnya tinggal koordinasi dengan RSUD,’’ jawabnya singkat. (ori/abi)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Isolasi lima warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II-B Mojokerto yang positif terpapar Covid-19 hari ini dijadwalkan dipindah ke RSUD prof dr Soekandar Mojosari.

Hal itu menyusul ruang isolasi di dalam lapas kurang memenuhi unsur keamanan dan rentan terjadi persebaran virus SARS-CoV-2. Langkah itu sekaligus sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19 di lingkungan lapas yang kini mengalami over kapasitas. Yakni, dihuni 642 WBP dari kapasitas maksimum 344 WBP.

Kasi Binadik Lapas Klas IIB Mojokerto Andi Prasetyo mengatakan, pemindaan lima narapidana (napi) ini menjadi pilihan untuk menghindari persebaran di dalam lapas.

’’Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Kota, lima WBP yang positif bisa diisolasi di luar. Nah, ternyata di kota katanya penuh. Jadi kita dapat izin di kabupaten ini,’’ ungkapnya.

Hari ini (26/8), pihaknya pun akan melakukan koordinasi langsung dengan pihak rumah sakit pelat merah itu terkait teknis isolasi lima warga binaannya. ’’Kalau memang besok (hari ini red) sudah di Acc dan ready ruangannya, otomatis langsung kita eksekusi,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Lima Petugas Terpapar Covid-19, PMI Kota Mojokerto Di-Lockdown

Pemindahan lokasi isolasi sendiri terpaksa dilakukan lantaran aktivitas jangkauan lima WBP yang terkonfirmasi positif virus mematikan masih berada di dalam lingkungan Lapas Kelas IIB yang memiliki lahan terbatas.

- Advertisement -

Ruang tertutup yang kini dipilih menjadi ruang isolasi lima napi masih rentan dijangkau WBP lain. ’’Ditambah ruang isolasi di lapas kurang memenuhi standar,’’ ujarnya.

Sejak hasil swab dan dinyatakan positif, lima WBP yang tersandung kasus narkoba dan penipuan harus berbagi ruang isolasi. Secara otomatis, hal itu masih sangat berisiko jika tetap diisolasi mandiri di dalam lapas.

Andi juga tak menyangka, jika lingkungan lapas menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Padahal protokol kesehatan sejak awal pandemi dilakukan cukup ketat. ’’Virus ini sulit di-tracing dari mana. Apalagi statusnya OTG. Tapi kami sudah berkordinasi dengan pimpinan pusat dan pemerintah daerah,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pembangunan Daerah Terhambat

Sebagai upaya  antisipasi penyebaran secara masif, lapas menambah intensitas penyemprotan disinfektan, berjemur, pemberian multivitamin dan probiotik. Termasuk menjemur seluruh pakaian dan tempat tidur juga dilakukan.

’’Sekarang ditambah jadi dua kali seminggu. Caring jatah WBP juga jadi ditambah dua sampai tiga kali seminggu secara bergantian. Terakhir pemberian multivitamin dan probiotik yang secara mandiri lapas sediakan, untuk WBP dan petugas,’’ paparnya.

Disinggung terkait proses pengamanan ke lima WBP, Andi, memastikan dilakukan dua personel lapas berpakaian APD lengkap.

Kadinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko membenarkan pemindahan tersebut. Pemindahan sendiri dilakukan lantaran mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas di lapas ’’Teknisnya tinggal koordinasi dengan RSUD,’’ jawabnya singkat. (ori/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/