alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Visa-Paspor Beres, Pagi Ini, CJH Mojokerto Terbang Menuju Tanah Suci

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proses pemberangkatan rombongan jamaah haji Kabupaten Mojokerto dimulai pagi ini di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto.

Sebanyak 630 calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61 dan 62 menjadi yang pertama dilepas Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Disusul 1.184 CJH lain yang terbagi dalam empat kloter juga bakal diberangkatkan di tiga hari berikutnya berturut-turut. Yakni, Sabtu (27/7), Minggu (28/7), dan Minggu (4/8). 

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, menjelaskan, dari 1.818 CJH yang terdaftar, 484 CJH harus terpisah dari rombongan induk Kabupaten Mojokerto. Tergabung dalam kloter daerah lain.

Baca Juga :  Objek Wisata Diberlakukan Buka-Tutup

Terdiri dari 190 CJH di kloter 61, 210 CJH di kloter 67 dan 84 CJH di kloter 84. Status daerah penyangga tak bisa dipisahkan dari rombongan haji Kabupaten Mojokerto. Sehingga, harus mengisi kloter daerah lain yang mengalami kekosongan.

’’Rombongan Haji Kabupaten Mojokerto masih kategori kloter penyangga. Sehingga, mau tidak mau harus ada yang berangkat terpisah dari rombongan induk,’’ tuturnya. Dari hasil inventarisasi kemenag, hampir seluruh proses administrasi jamaah telah beres. Tinggal beberapa jamaah susulan yang masih belum menerima Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH).

Namun, kendala tersebut diyakini kemenag bisa diminimalisir hingga jelang keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. ’’KKJH untuk jamaah susulan akan dibagikan saat ada di bus. Insya Allah semua administrasi jamaah sudah selesai. Baik visa maupun paspor,’’ tandasnya.

Baca Juga :  IPHI Sebut Pembayaran Dam Dikoordinir KBIH Memudahkan Jamaah

Sesuai jadwal keberangkatan, dari 1.818 CJH akan diawali kloter 61 yang akan dilepas pagi ini. Selanjutnya, secara berturut-turut disusul kloter 62, 63, dan 64 yang dijadwalkan terbang sehari setelahnya. Kemudian menyusul kloter 67 dan kloter 84 yang paling akhir tergabung bersama CJH asal Bali, Surabaya, dan Nganjuk. 

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proses pemberangkatan rombongan jamaah haji Kabupaten Mojokerto dimulai pagi ini di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto.

Sebanyak 630 calon jamaah haji (CJH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 61 dan 62 menjadi yang pertama dilepas Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Disusul 1.184 CJH lain yang terbagi dalam empat kloter juga bakal diberangkatkan di tiga hari berikutnya berturut-turut. Yakni, Sabtu (27/7), Minggu (28/7), dan Minggu (4/8). 

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, menjelaskan, dari 1.818 CJH yang terdaftar, 484 CJH harus terpisah dari rombongan induk Kabupaten Mojokerto. Tergabung dalam kloter daerah lain.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Limbah Pabrik Kecap

Terdiri dari 190 CJH di kloter 61, 210 CJH di kloter 67 dan 84 CJH di kloter 84. Status daerah penyangga tak bisa dipisahkan dari rombongan haji Kabupaten Mojokerto. Sehingga, harus mengisi kloter daerah lain yang mengalami kekosongan.

’’Rombongan Haji Kabupaten Mojokerto masih kategori kloter penyangga. Sehingga, mau tidak mau harus ada yang berangkat terpisah dari rombongan induk,’’ tuturnya. Dari hasil inventarisasi kemenag, hampir seluruh proses administrasi jamaah telah beres. Tinggal beberapa jamaah susulan yang masih belum menerima Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH).

Namun, kendala tersebut diyakini kemenag bisa diminimalisir hingga jelang keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. ’’KKJH untuk jamaah susulan akan dibagikan saat ada di bus. Insya Allah semua administrasi jamaah sudah selesai. Baik visa maupun paspor,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Gergaji Puluhan Reklame Ilegal
- Advertisement -

Sesuai jadwal keberangkatan, dari 1.818 CJH akan diawali kloter 61 yang akan dilepas pagi ini. Selanjutnya, secara berturut-turut disusul kloter 62, 63, dan 64 yang dijadwalkan terbang sehari setelahnya. Kemudian menyusul kloter 67 dan kloter 84 yang paling akhir tergabung bersama CJH asal Bali, Surabaya, dan Nganjuk. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/