alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Demam Berdarah Masih Marak, Kurun Januari-Juni Tembus 57 Kasus

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mojokerto dari Januari hingga Juni ini menembus puluhan kasus. Warga diminta untuk meningkatkan kegiatan bersih-bersih di lingkungannya.

Kabid Pencegahan dan Pemgendalian Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, dalam kurun waktu setengah tahun ini, kasus DBD meningkat. Sampai saat ini, kasus DBD tercatat 57 kejadian. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat hanya 38 kasus. ’’Hingga Juni ini, sudah ada 57 kasus yang tercatat. Padahal, tahun lalu, selama enam bulan hanya ada 38 kasus,’’ sebut dia.

Mantan Kepala Puskesmas Mentikan ini menuturkan, meski kejadian DBD melonjak dibandingkan tahun lalu, sampai saat ini belum tercatat adanya korban yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. ’’Dari sisi usia, yang paling banyak terjangkit DBD usia produktif. Mulai dari 15-44 tahun,’’ sebut dia. Semua kasus ini tersebar di tiga kecamatan.

Baca Juga :  Manjakan Tubuh dengan Sajian Wedang Uwuh

Masih kata Lily, peningkatan kasus DBD juga dibarengi dengan maraknya kasus Demam Dengue (DD). DD sendiri merupakan penyakit sejenis DBD namun masih bergejala ringan. ’’Kalau DD itu risiko bahayanya masih sekitar 20 persen dibandingkan DBD. Tapi, dengan penambahan jumlah yang banyak ini juga harus kita waspadai,’’ jelasnya. Adapun, total kasus DD tahun ini mencapai 138 kejadian.

Lily mengungkapkan faktor lingkungan yang kurang bersih menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kasus DBD tersebut. ’’Banyaknya genangan air di sekitar rumah yang tidak mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut menimbulkan banyaknya sarang nyamuk,’’ kata dia.

Oleh karenanya, pihaknya berharap masyarakat bisa meningkatkan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pasalnya, curah hujan diprediksi terjadi hingga Juli mendatang. Kondisi tersebut diharapkan menjadi titik tolak warga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga :  Takut Hangus, Rela Bermalam di Depan Kantor Bank Penyalur

’’Pengendalian DBD maupun DD menjadi perhatian kami. Sebab penyakit ini menyebar di seluruh kecamatan. PHBS dapat membantu pemberantasan sarang nyamuk,’’ ujarnya. (oce/fen)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di Kota Mojokerto dari Januari hingga Juni ini menembus puluhan kasus. Warga diminta untuk meningkatkan kegiatan bersih-bersih di lingkungannya.

Kabid Pencegahan dan Pemgendalian Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily mengatakan, dalam kurun waktu setengah tahun ini, kasus DBD meningkat. Sampai saat ini, kasus DBD tercatat 57 kejadian. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang tercatat hanya 38 kasus. ’’Hingga Juni ini, sudah ada 57 kasus yang tercatat. Padahal, tahun lalu, selama enam bulan hanya ada 38 kasus,’’ sebut dia.

Mantan Kepala Puskesmas Mentikan ini menuturkan, meski kejadian DBD melonjak dibandingkan tahun lalu, sampai saat ini belum tercatat adanya korban yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. ’’Dari sisi usia, yang paling banyak terjangkit DBD usia produktif. Mulai dari 15-44 tahun,’’ sebut dia. Semua kasus ini tersebar di tiga kecamatan.

Baca Juga :  Gelar Buka Bersama Anak Yatim Piatu

Masih kata Lily, peningkatan kasus DBD juga dibarengi dengan maraknya kasus Demam Dengue (DD). DD sendiri merupakan penyakit sejenis DBD namun masih bergejala ringan. ’’Kalau DD itu risiko bahayanya masih sekitar 20 persen dibandingkan DBD. Tapi, dengan penambahan jumlah yang banyak ini juga harus kita waspadai,’’ jelasnya. Adapun, total kasus DD tahun ini mencapai 138 kejadian.

Lily mengungkapkan faktor lingkungan yang kurang bersih menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kasus DBD tersebut. ’’Banyaknya genangan air di sekitar rumah yang tidak mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut menimbulkan banyaknya sarang nyamuk,’’ kata dia.

Oleh karenanya, pihaknya berharap masyarakat bisa meningkatkan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pasalnya, curah hujan diprediksi terjadi hingga Juli mendatang. Kondisi tersebut diharapkan menjadi titik tolak warga untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Baca Juga :  Takut Hangus, Rela Bermalam di Depan Kantor Bank Penyalur
- Advertisement -

’’Pengendalian DBD maupun DD menjadi perhatian kami. Sebab penyakit ini menyebar di seluruh kecamatan. PHBS dapat membantu pemberantasan sarang nyamuk,’’ ujarnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/