alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

104 UMKM Adu Keahlian Ciptakan Onde-Onde

Bebaskan Peserta Berkreasi di Festival Onde-Onde

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 104 UMKM Kota Mojokerto unjuk keahlian dan kreativitas dalam lomba festival Onde-onde besutan Diskopukmperindag. Festival tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke 104 Kota Mojokerto.

Tak hanya kalangan ibu-ibu, bahkan bapak-bapak terlihat antusias mengikuti lomba kreasi kue yang menjadi branding Kota Mojokerto ini.

Sejumlah peserta bahkan ada yang mengenakan kostum unik dalam festival ini. Di antaranya, menggunakan topi caping lengkap dengan rumbai-rumbai tali rafia. Ada pula yang mengenakan mahkota bunga di kepala.

Meski begitu, mereka semua tampak telaten mengulen adonan Onde-onde berbagai jenis varian.

Festival Onde-onde yang digulirkan di sepanjang Jalan Surodinawan ini juga dikunjungi oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Forkopimda.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota sempat bercengkrama dengan sejumlah peserta, dan mencicipi Onde-onde kreasi peserta. “Nikmat sekali rasanya,” ucapnya usai menilik peserta festival penggorengan Onde-onde.

Baca Juga :  Test Case Pemain di Ajang AFP Cup Tim Futsal Kota Proyeksi Porprov VIII

Ning Ita mengatakan, festival lomba Onde-onde merupakan salah satu rangkaian HUT ke 104 Kota Mojokerto. Dia sengaja mengeluarkan seluruh potensi masyarakat di dalam festival-festival yang dibuat. Tak terkecuali, potensi pembuatan Onde-onde diseluruh UMKM.

“Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai Kota Onde-onde. Maka potensi pembuatan di seluruh UMKM kita ajak untuk menampilkan kreatifitasnya dalam membuat Onde-onde berbagai varian dan kreasinya,” ucap dia.

ANTUSIAS: Salah satu stan tengah menggoreng onde-onde, Minggu (26/6). (Sofan K/Jawaposradarmojokerto.id)

Ning Ita berharap masyarakatnya bisa semakin mempopulerkan makanan yang umurnya sudah lebih dari setengah abad tersebut dengan inovasi yang kekinian atau mengikuti pangsa pasar. Lantaran, begitu aneka ragam jajanan modern yang hits di pasaran saat ini.

“Agar bisa menyesuaikan dengan lidah anak-anak milenial. Serta bisa bersaing dengan jajanan kekinian yang sudah marak sekali diciptakan di industri makanan,” bebernya.

Baca Juga :  Balap Liar Depan Kantor Bulog Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto Kambuh

Sementara itu, Kadiskopukmperindag (Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Mojokerto) Ani Wijaya menambahkan, jumlah peserta mencapai 104 orang ini, dipilih sesuai usia Kota Mojokerto yang sudah mencapai ke 104 tahun pada 20 Juni 2022.

“Untuk peserta kita sesuaikan dengan usia hari jadi Kota Mojokerto. Yakni 104, jadi ada 104 orang yang ikut serta,” ucap Ani.

Ani menyebutkan, berbagai varian rasa olahan peserta dilombakan. Ada yang menggunakan wijen putih, dan ada juga wijen hitam.

“Peserta bebas berkreasi dan berinovasi. Baik bentuk, rasa dan ukuran. Tentunya tetap Onde-onde, sebab ini jadi salah satu ikon kita. Semoga para pemenang bisa terus berkreasi, dan berinovasi,” tandasnya. (oce/fen)

Bebaskan Peserta Berkreasi di Festival Onde-Onde

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 104 UMKM Kota Mojokerto unjuk keahlian dan kreativitas dalam lomba festival Onde-onde besutan Diskopukmperindag. Festival tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke 104 Kota Mojokerto.

Tak hanya kalangan ibu-ibu, bahkan bapak-bapak terlihat antusias mengikuti lomba kreasi kue yang menjadi branding Kota Mojokerto ini.

Sejumlah peserta bahkan ada yang mengenakan kostum unik dalam festival ini. Di antaranya, menggunakan topi caping lengkap dengan rumbai-rumbai tali rafia. Ada pula yang mengenakan mahkota bunga di kepala.

Meski begitu, mereka semua tampak telaten mengulen adonan Onde-onde berbagai jenis varian.

Festival Onde-onde yang digulirkan di sepanjang Jalan Surodinawan ini juga dikunjungi oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Forkopimda.

- Advertisement -

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota sempat bercengkrama dengan sejumlah peserta, dan mencicipi Onde-onde kreasi peserta. “Nikmat sekali rasanya,” ucapnya usai menilik peserta festival penggorengan Onde-onde.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam Tak Wajar, Tembus Rp 34 Ribu

Ning Ita mengatakan, festival lomba Onde-onde merupakan salah satu rangkaian HUT ke 104 Kota Mojokerto. Dia sengaja mengeluarkan seluruh potensi masyarakat di dalam festival-festival yang dibuat. Tak terkecuali, potensi pembuatan Onde-onde diseluruh UMKM.

“Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai Kota Onde-onde. Maka potensi pembuatan di seluruh UMKM kita ajak untuk menampilkan kreatifitasnya dalam membuat Onde-onde berbagai varian dan kreasinya,” ucap dia.

ANTUSIAS: Salah satu stan tengah menggoreng onde-onde, Minggu (26/6). (Sofan K/Jawaposradarmojokerto.id)

Ning Ita berharap masyarakatnya bisa semakin mempopulerkan makanan yang umurnya sudah lebih dari setengah abad tersebut dengan inovasi yang kekinian atau mengikuti pangsa pasar. Lantaran, begitu aneka ragam jajanan modern yang hits di pasaran saat ini.

“Agar bisa menyesuaikan dengan lidah anak-anak milenial. Serta bisa bersaing dengan jajanan kekinian yang sudah marak sekali diciptakan di industri makanan,” bebernya.

Baca Juga :  Lagi, Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Tol Sumo Bertambah

Sementara itu, Kadiskopukmperindag (Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Mojokerto) Ani Wijaya menambahkan, jumlah peserta mencapai 104 orang ini, dipilih sesuai usia Kota Mojokerto yang sudah mencapai ke 104 tahun pada 20 Juni 2022.

“Untuk peserta kita sesuaikan dengan usia hari jadi Kota Mojokerto. Yakni 104, jadi ada 104 orang yang ikut serta,” ucap Ani.

Ani menyebutkan, berbagai varian rasa olahan peserta dilombakan. Ada yang menggunakan wijen putih, dan ada juga wijen hitam.

“Peserta bebas berkreasi dan berinovasi. Baik bentuk, rasa dan ukuran. Tentunya tetap Onde-onde, sebab ini jadi salah satu ikon kita. Semoga para pemenang bisa terus berkreasi, dan berinovasi,” tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/