alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Cegah Klaster Ponpes, Awasi Prokes Wisuda

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berkaca pada kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) wisuda yang belakangan berujung pembubaran, Satgas Covid-19 Kecamatan Magersari memelototi acara lulusan santri yang bakal digelar dua pondok pesantren (ponpes). Petugas mewanti-wanti prokes ketat selama kegiatan harus ditaati jika acara tak ingin dibubarkan.

Jumat (25/6), jajaran Polsek Magersari bersama pihak kelurahan memeriksa persiapan prokes dua wisuda ponpes. Di antaranya, wisuda santri Ponpes Mambaul Qur,an di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates yang digelar hari ini pukul 08.00-11.30 serta Ponpes Darul Qur’an di Gang Kemuning, Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, yang rencananya dilaksanakan pada Senin (28/6) pukul 08.00-11.30.

Kapolsek Magersari Kompol Syamsul Mu’arif mengatakan, pengecekan ini untuk memastikan pihak penyelenggara telah menyiapkan sarana dan prasarana penerapan prokes selama kegiatan. Sebab, hal ini menjadi syarat mutlak bagi setiap gelaran acara pada masa pandemi Covid-19 ini. ”Ada suratnya ke saya, otomatis ngecek sesuai dengan surat yang ditembuskan ke saya,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Bimbingan Belajar Bahasa Inggris

Menurut Syamsul, dua ponpes tersebut telah melayangkan surat pemberitahuan dan penyataan bermaterai terkait acara lulusan santri yang bakal mereka gelar. Dua kegiatan ini bakal diikuti total 89 peserta. Meliputi, 50 santriwati  pada wisuda Ponpen Mambaul Qur,an dan 39 santriwati pada Ponpes Darul Qur’an. ’’Apa yang dibuat di surat pernyataan harus sesuai dengan apa yang di lapangan,” imbuhnya.

Yakni, mulai dari memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, cek suhu tubuh, jaga jarak dengan pengaturan jarak tempat duduk minimal 1,5 meter, tidak berkerumun dan tidak menyediakan makanan secara prasmanan, antrean penyerahan ijazah berikut urutannya tidak berdesakan. ’’Kalau sampai ada yang dilanggar dan tidak sesuai harus siap dibubarkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  35 Calon Kepsek Urung Dilantik

Pihaknya mewanti-wanti betul, seluruh isi surat itu harus dipatuhi. Terkhusus penyataan yang berisi komitmen untuk mematuhi prokes selama kegiatan. ’’Bukan berarti kalau ada pemberitahuan bisa seenaknya sendiri. Tetap kita pantau sebelum dan pada hari H,’’ tegas Syamsul.

Dia menyatakan, selagi sesuai prokes, pihaknya tak melarang gelaran wisuda ini. Namun, sebagaimana dalam surat penyataan, jika terjadi pelanggaran, maka satgas Covid-19 langsung melakukan pembubaran. ” Apalagi data (kasus Covid-19) saat ini menigkat. Jangan sampai terjadi klaster pondok, sehingga harus diantisipasi,’’ pungkasnya. (adi)

MAGERSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berkaca pada kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) wisuda yang belakangan berujung pembubaran, Satgas Covid-19 Kecamatan Magersari memelototi acara lulusan santri yang bakal digelar dua pondok pesantren (ponpes). Petugas mewanti-wanti prokes ketat selama kegiatan harus ditaati jika acara tak ingin dibubarkan.

Jumat (25/6), jajaran Polsek Magersari bersama pihak kelurahan memeriksa persiapan prokes dua wisuda ponpes. Di antaranya, wisuda santri Ponpes Mambaul Qur,an di Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates yang digelar hari ini pukul 08.00-11.30 serta Ponpes Darul Qur’an di Gang Kemuning, Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, yang rencananya dilaksanakan pada Senin (28/6) pukul 08.00-11.30.

Kapolsek Magersari Kompol Syamsul Mu’arif mengatakan, pengecekan ini untuk memastikan pihak penyelenggara telah menyiapkan sarana dan prasarana penerapan prokes selama kegiatan. Sebab, hal ini menjadi syarat mutlak bagi setiap gelaran acara pada masa pandemi Covid-19 ini. ”Ada suratnya ke saya, otomatis ngecek sesuai dengan surat yang ditembuskan ke saya,” katanya.

Baca Juga :  Sekolah Gratis Jadi Kunci Kebaikan

Menurut Syamsul, dua ponpes tersebut telah melayangkan surat pemberitahuan dan penyataan bermaterai terkait acara lulusan santri yang bakal mereka gelar. Dua kegiatan ini bakal diikuti total 89 peserta. Meliputi, 50 santriwati  pada wisuda Ponpen Mambaul Qur,an dan 39 santriwati pada Ponpes Darul Qur’an. ’’Apa yang dibuat di surat pernyataan harus sesuai dengan apa yang di lapangan,” imbuhnya.

Yakni, mulai dari memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, cek suhu tubuh, jaga jarak dengan pengaturan jarak tempat duduk minimal 1,5 meter, tidak berkerumun dan tidak menyediakan makanan secara prasmanan, antrean penyerahan ijazah berikut urutannya tidak berdesakan. ’’Kalau sampai ada yang dilanggar dan tidak sesuai harus siap dibubarkan,’’ tegasnya.

Baca Juga :  35 Calon Kepsek Urung Dilantik

Pihaknya mewanti-wanti betul, seluruh isi surat itu harus dipatuhi. Terkhusus penyataan yang berisi komitmen untuk mematuhi prokes selama kegiatan. ’’Bukan berarti kalau ada pemberitahuan bisa seenaknya sendiri. Tetap kita pantau sebelum dan pada hari H,’’ tegas Syamsul.

- Advertisement -

Dia menyatakan, selagi sesuai prokes, pihaknya tak melarang gelaran wisuda ini. Namun, sebagaimana dalam surat penyataan, jika terjadi pelanggaran, maka satgas Covid-19 langsung melakukan pembubaran. ” Apalagi data (kasus Covid-19) saat ini menigkat. Jangan sampai terjadi klaster pondok, sehingga harus diantisipasi,’’ pungkasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/