alexametrics
24.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Kepala Dinkes Sembuh dari Virus Korona, Hari Ini Langsung Masuk Kerja

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah tingginya pertambahan angka pasien positif, upaya penyembuhan para pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto juga mengalami peningkatan.

Termasuk dua orang yang sebelumnya sudah dinyatakan negatif usai menjalani perawatan intensif. Salah satunya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, yang sempat tercatat sebagai pasien positif nomor 05. Bahkan, hari ini, Sujatmiko sudah mulai aktif bekerja setelah uji swab ketiganya menunjukkan hasil negatif.

Sabtu (23/5), hasil uji swab ketiga keluar dengan tanda negatif. Sehingga resmi dinyatakan terbebas dari infeksi Covid-19 setelah dua kali uji swab yang menyatakan negatif. ’’Sesuai protap penanganan Covid-19, jika sudah dua kali hasil negatif, berarti sudah bisa pulang,’’ tutur Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sujatmiko sendiri sebelumnya sudah dinyatakan sembuh sejak swab negatif pertama keluar 5 Mei lalu. Hanya, hasil tersebut belum bisa menyatakan dirinya terbebas dari virus yang telah menyerangnya sejak rapid test 14 April lalu.

Baca Juga :  Gedung SLB Ambruk

Sehingga pria 57 tahun ini masih harus memperpanjang masa isolasi mandiri di rumahnya, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, selama 14 hari lagi. Cara itu untuk memastikan sudah tidak ada lagi virus yang tersisa di paru-parunya.

’’Perpanjangan itu kan untuk njagani (berjaga-jaga) barangkali masih ada virus yang masih menempel meskipun hanya satu,’’ tambahnya. Meski sudah terbebas, tetapi dirinya mengaku masih tetap menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Mulai dari memakai masker, menyemprotkan hand sanitizer, hingga menjaga jarak saat bersosialisasi dengan orang lain.

Termasuk membatasi komunikasi saat masa Lebaran saat ini. Bahkan, ia juga belum menerima kunjungan bersama kerabat dan keluarga lainnya untuk saling silaturahmi, kecuali jika ada urusan penting. Termasuk saat aktif bekerja di kantor mulai hari ini.

Baca Juga :  Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Hal ini terpaksa dilakukan untuk meminimalisir penularan di masa pandemi yang terus menunjukkan tren kenaikan pasien Positif Covid-19. ’’Kalau tidak ada urusan sangat penting, lebih baik di rumah saja,’’ ujarnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Di tengah tingginya pertambahan angka pasien positif, upaya penyembuhan para pasien Covid-19 di Kabupaten Mojokerto juga mengalami peningkatan.

Termasuk dua orang yang sebelumnya sudah dinyatakan negatif usai menjalani perawatan intensif. Salah satunya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, yang sempat tercatat sebagai pasien positif nomor 05. Bahkan, hari ini, Sujatmiko sudah mulai aktif bekerja setelah uji swab ketiganya menunjukkan hasil negatif.

Sabtu (23/5), hasil uji swab ketiga keluar dengan tanda negatif. Sehingga resmi dinyatakan terbebas dari infeksi Covid-19 setelah dua kali uji swab yang menyatakan negatif. ’’Sesuai protap penanganan Covid-19, jika sudah dua kali hasil negatif, berarti sudah bisa pulang,’’ tutur Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sujatmiko sendiri sebelumnya sudah dinyatakan sembuh sejak swab negatif pertama keluar 5 Mei lalu. Hanya, hasil tersebut belum bisa menyatakan dirinya terbebas dari virus yang telah menyerangnya sejak rapid test 14 April lalu.

Baca Juga :  Santunan Kematian Korban Covid-19, Baru Sasar Separo Ahli Waris

Sehingga pria 57 tahun ini masih harus memperpanjang masa isolasi mandiri di rumahnya, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, selama 14 hari lagi. Cara itu untuk memastikan sudah tidak ada lagi virus yang tersisa di paru-parunya.

’’Perpanjangan itu kan untuk njagani (berjaga-jaga) barangkali masih ada virus yang masih menempel meskipun hanya satu,’’ tambahnya. Meski sudah terbebas, tetapi dirinya mengaku masih tetap menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Mulai dari memakai masker, menyemprotkan hand sanitizer, hingga menjaga jarak saat bersosialisasi dengan orang lain.

- Advertisement -

Termasuk membatasi komunikasi saat masa Lebaran saat ini. Bahkan, ia juga belum menerima kunjungan bersama kerabat dan keluarga lainnya untuk saling silaturahmi, kecuali jika ada urusan penting. Termasuk saat aktif bekerja di kantor mulai hari ini.

Baca Juga :  Nasib PPPK, Delapan Bulan tanpa Kejelasan

Hal ini terpaksa dilakukan untuk meminimalisir penularan di masa pandemi yang terus menunjukkan tren kenaikan pasien Positif Covid-19. ’’Kalau tidak ada urusan sangat penting, lebih baik di rumah saja,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Body Shaming

Pemilik Gedung Harus Tanggung Jawab

Petani Cabai Menjerit

Artikel Terbaru


/