alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Di Tengah Lebaran, Tambah 5 Lagi, Positif Covid-19 Jadi 29 Orang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat Kabupaten Mojokerto dituntut lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan dan persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Dengan tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Terutama tidak keluar rumah dan menghindari keramaian atau kerumunan massa. Atau bahkan terkesan mengabaikan virus mematikan yang tidak terlihat secara kasat mata tersebut. Menyusul, tren jumlah pasien yang positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Mojokerto saat ini terus mengalami kenaikan signifikan.

Dalam dua hari pelaporan, terdapat 10 pasien yang resmi terkonfirmasi positif. Termasuk 5 pasien baru yang menambah daftar persebaran positif Covid-19. Sehingga per Senin (25/5) total pasien positif menjadi 29 orang.

Namun, hingga tadi malam, tim tracing Dinkes Kabupaten Mojokerto masih mencoba melacak kronologi dan keberadaan kelima pasien baru tersebut. Pelacakan berlangsung lama mengingat keberadaan pasien yang sebagian besar kini berada di luar kabupaten. Termasuk proses terpaparnya yang disinyalir ada di luar kota.

Baca Juga :  Warga Miskin Terima Rp 600 Ribu

Bahkan, tempat perawatan sebagian besar pasien juga di rumah sakit luar kabupaten. ’’Masih dicari kronologisnya oleh tim tracing. Karena hampir semuanya ada di luar Mojokerto. Mereka yang positif kebanyakan adalah yang aktivitasnya di luar daerah, tapi identitasnya tercatat di Kabupaten Mojokerto,’’ tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Sujatmiko kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sebelumnya, Kabupaten Mojokerto juga sempat mendapat ’’parsel mengejutkan’’ tepat di malam Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu (23/5). Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang). Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Kelima pasien tersebut di antaranya perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu.

Baca Juga :  Rumah Warga Kutorejo Dilalap Api

Lalu laki-laki berusia 62 tahun berinisial S, juga dari Sooko yang baru saja pulang dari tempatnya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Surabaya.

Kemudian laki-laki berinisial G berusia 29 tahun asal Kecamatan Puri yang sempat mengeluh suhu badannya mencapai 38 derajat Celsius pada 8 Mei lalu. Selanjutnya, tenaga medis perempuan usia 50 tahun asal Kecamatan Pungging yang bekerja di salah satu puskesmas di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Dan terakhir adalah ibu rumah tangga berinisial R usia 49 tahun asal Kecamatan Jetis. Pada 8 Mei lalu, suaminya meninggal dunia di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga dimakamkan dengan protokol Covid-19. 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Masyarakat Kabupaten Mojokerto dituntut lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan dan persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) di tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

Dengan tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Terutama tidak keluar rumah dan menghindari keramaian atau kerumunan massa. Atau bahkan terkesan mengabaikan virus mematikan yang tidak terlihat secara kasat mata tersebut. Menyusul, tren jumlah pasien yang positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Mojokerto saat ini terus mengalami kenaikan signifikan.

Dalam dua hari pelaporan, terdapat 10 pasien yang resmi terkonfirmasi positif. Termasuk 5 pasien baru yang menambah daftar persebaran positif Covid-19. Sehingga per Senin (25/5) total pasien positif menjadi 29 orang.

Namun, hingga tadi malam, tim tracing Dinkes Kabupaten Mojokerto masih mencoba melacak kronologi dan keberadaan kelima pasien baru tersebut. Pelacakan berlangsung lama mengingat keberadaan pasien yang sebagian besar kini berada di luar kabupaten. Termasuk proses terpaparnya yang disinyalir ada di luar kota.

Baca Juga :  PNS Positif Covid-19, Sepuluh Kelurahan di Kota Mojokerto Zona Merah

Bahkan, tempat perawatan sebagian besar pasien juga di rumah sakit luar kabupaten. ’’Masih dicari kronologisnya oleh tim tracing. Karena hampir semuanya ada di luar Mojokerto. Mereka yang positif kebanyakan adalah yang aktivitasnya di luar daerah, tapi identitasnya tercatat di Kabupaten Mojokerto,’’ tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Sujatmiko kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Sebelumnya, Kabupaten Mojokerto juga sempat mendapat ’’parsel mengejutkan’’ tepat di malam Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Sabtu (23/5). Lima warga sekaligus resmi ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

- Advertisement -

Kelimanya tersebar di empat kecamatan zona merah. Mulai dari Sooko 2 orang, Pungging (1 orang), Jetis (1 orang), dan Puri (1 orang). Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Bumi Majapahit. Kelima pasien tersebut di antaranya perempuan asal Kecamatan Sooko, yang baru saja melahirkan secara caesar pada 15 Mei lalu.

Baca Juga :  Keseriusan Pemkab Dipertanyakan

Lalu laki-laki berusia 62 tahun berinisial S, juga dari Sooko yang baru saja pulang dari tempatnya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Surabaya.

Kemudian laki-laki berinisial G berusia 29 tahun asal Kecamatan Puri yang sempat mengeluh suhu badannya mencapai 38 derajat Celsius pada 8 Mei lalu. Selanjutnya, tenaga medis perempuan usia 50 tahun asal Kecamatan Pungging yang bekerja di salah satu puskesmas di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Dan terakhir adalah ibu rumah tangga berinisial R usia 49 tahun asal Kecamatan Jetis. Pada 8 Mei lalu, suaminya meninggal dunia di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Sehingga dimakamkan dengan protokol Covid-19. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/