alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Ikfina Dorong Inovasi Pembangunan untuk Tingkatkan Kesadaran Wajib Pajak

Pemkab Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXVI

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bupati Ikfina Fahmawati dan Wabup Muhammad Albarra menghadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) Ke XXVI 2022 secara daring di Pendapa Graha Majatama, Senin (25/4) pagi. Peringatan tersebut sebagai bagian refleksi pencapaian terhadap pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Ikfina mengatakan, untuk meningkatkan otonomi daerah di Kabupaten Mojokerto, pemkab akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan. ’’Waktu ini adalah waktu yang bisa kita manfaatkan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat yakni, dengan pemanfaatan lahan sawah dilindungi (LSD) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pendataan Keluarga 2021, Bupati Ikfina Jadi Sasaran Perdana

Lebih lanjut, dalam meningkatkan ptonomi daerah pada sektor investasi perusahaan, bupati akan mengevaluasi perusahaan yang ada. Terutama terkait aturan dan kemanfaatan dari investasi perusahaan tersebut.

’’Kalau kita tidak memberikan suatu rambu-rambu yang jelas, tidak menutup kemungkinan investasi itu hanya melakukan eksplorasi terhadap sumber daya alam (SDA) yang kita miliki. Tapi tidak memberikan kemanfaatan lebih kepada masyarakat. Contoh misalkan, buat perusahaan disini eksplorasi besar-besaran, kemudian terkait dengan dampaknya terhadap lingkungan ini kita tidak terpantau. Terus kemudian tenaga kerjanya sebagian besar ambil bukan orang Mojokerto,’’ terangnya.

Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, menjelaskan terkait pemanfaatan PAD yang tinggi. Sehingga dapat menjadi pengembangan daerah sebagai keleluasaan otonomi daerah.

Baca Juga :  Atap Madrasah Ambruk, Kemenag Beri Donasi Rp 18 Juta

’’Kalau PAD setidaknya ya 50 persen dari anggarannya, maka tidak akan berpengaruh kalau terjadi pengurangan transfer dari pusat. Dan PAD kan lebih leluasa pemakaiannya sebetulnya,’’ ujarnya.

Dikatakan Ikfina, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam hal pembangunan dan pelayanan untuk masyarakat. Sehingga, kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak akan lebih tinggi. ’’Kalau kita semakin transparan dan semakin banyak pembangunan yang diberikan kepada masyarakat, kita yakin masyarakat kita itu rasa nasionalismenya pasti bagus, Saya bayar pajak untuk bagun daerahku,’’ tegasnya. (prm/adv)

Pemkab Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXVI

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bupati Ikfina Fahmawati dan Wabup Muhammad Albarra menghadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) Ke XXVI 2022 secara daring di Pendapa Graha Majatama, Senin (25/4) pagi. Peringatan tersebut sebagai bagian refleksi pencapaian terhadap pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Ikfina mengatakan, untuk meningkatkan otonomi daerah di Kabupaten Mojokerto, pemkab akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemanfaatan lahan. ’’Waktu ini adalah waktu yang bisa kita manfaatkan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat yakni, dengan pemanfaatan lahan sawah dilindungi (LSD) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, Ada Sekolah yang Minta Siswa Membayar SPP

Lebih lanjut, dalam meningkatkan ptonomi daerah pada sektor investasi perusahaan, bupati akan mengevaluasi perusahaan yang ada. Terutama terkait aturan dan kemanfaatan dari investasi perusahaan tersebut.

’’Kalau kita tidak memberikan suatu rambu-rambu yang jelas, tidak menutup kemungkinan investasi itu hanya melakukan eksplorasi terhadap sumber daya alam (SDA) yang kita miliki. Tapi tidak memberikan kemanfaatan lebih kepada masyarakat. Contoh misalkan, buat perusahaan disini eksplorasi besar-besaran, kemudian terkait dengan dampaknya terhadap lingkungan ini kita tidak terpantau. Terus kemudian tenaga kerjanya sebagian besar ambil bukan orang Mojokerto,’’ terangnya.

Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, menjelaskan terkait pemanfaatan PAD yang tinggi. Sehingga dapat menjadi pengembangan daerah sebagai keleluasaan otonomi daerah.

Baca Juga :  Kesesatan Berpikir dan Pelemahan terhadap Kebebasan Pers Harus Ditolak
- Advertisement -

’’Kalau PAD setidaknya ya 50 persen dari anggarannya, maka tidak akan berpengaruh kalau terjadi pengurangan transfer dari pusat. Dan PAD kan lebih leluasa pemakaiannya sebetulnya,’’ ujarnya.

Dikatakan Ikfina, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan inovasi dalam hal pembangunan dan pelayanan untuk masyarakat. Sehingga, kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak akan lebih tinggi. ’’Kalau kita semakin transparan dan semakin banyak pembangunan yang diberikan kepada masyarakat, kita yakin masyarakat kita itu rasa nasionalismenya pasti bagus, Saya bayar pajak untuk bagun daerahku,’’ tegasnya. (prm/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/