alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

Jelang Mudik, Terapkan Satu Pintu dan Wajib Lapor

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski pemerintah telah menetapkan pengetatan larangan mudik, tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada warga dari luar daerah yang nekat ke Kota Mojokerto. Tahun ini, wilayah Kota Onde-Onde kembali memberlakukan wajib lapor dan menerapkan satu pintu di permukiman.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, untuk mengantisipasi adanya pemudik, sejumlah pintu masuk menuju Kota Mojokerto bakal dilakukan penyekatan. Menurutnya, pembatasan akses tersebut telah ditentukan oleh Polres Mojokerto bersama Dishub Kota Mojokerto. ’’Yang jelas kita mengikuti kebijakan dari pusat. Ada beberapa titik yang dilakukan penyekatan,’’ ulasnya.

Rencananya, berdasarkan hasil mapping Polres Mojokerto, terdapat dua jalur utama yang bakal diterapkan penyetakan. Masing-masing di Jembatan Gajah Mada dan Jalan Bypass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kedua akses tersebut merupakan jalur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo.

Baca Juga :  Mudik Prematur Diprediksi Naik 50 Persen

Namun, tidak menutup kemungkinan titik penyekatan bakal bertambah. Mengingat terdapat jalur lain yang berpotensi diakses oleh pemudik. Khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi. ’’Karena sudah ada kebijakan larangan operasional untuk angkutan umum di masa peniadaan mudik,’’ ulasnya.

Rencananya, teknis pelaksanaan akan diputuskan dalam apel kesiapan pengamanan larangan mudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 yang digelar hari ini di Mapolres Mojokerto Kota. Selain jalur protokol, antisipasi pemudik juga akan kembali diterapkan hingga di tingkat RT/RW.

Camat Prajurit Kulon M. Hekamarta Fanani menambahkan, pihaknya mengaku masih menunggu arahan resmi dari pemkot maupun satgas Covid-19 terkait kebijakan larangan mudik. Namun, di wilayahnya sudah melakukan sejumlah persiapan dalam mengantisipasi pemudik.

Tak berbeda dengan tahun lalu, Posko Covid-19 di setiap RW akan kembali diaktifkan untuk memperketat pengawasan. Sejauh ini, keaktifan pos-pos tersebut disesuaikan dengan tingkat risiko penyebaran. ’’Sekarang semua posko sudah siap. Meskipun tidak semua RW punya lokasi untuk karantina,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Sarapan dan Belajar di Luar Kelas

Selain membantu penanganan Covid-19 di lingkungan, keberadaan posko tersebut difungsikan melakukan pengawasan terhadap setiap tamu yang datang. Tidak hanya itu, pengawasan juga dilakukan terhadap warga luar daerah yang tinggal di Kota Mojokerto. Mereka juga diminta untuk menunda agar tidak pulang ke daerah asal.

Untuk memudahkan pengawasan, di wilayahnya juga bakal menerapkan penyekatan dengan sistem satu pintu. Di samping itu, setiap tamu juga diminta wajib lapor. ’’Per wilayah RW nanti menerapkan satu pintu. Terutama di perumahan yang memang aksesnya terlalu banyak,’’ tegas Hekamarta. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meski pemerintah telah menetapkan pengetatan larangan mudik, tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada warga dari luar daerah yang nekat ke Kota Mojokerto. Tahun ini, wilayah Kota Onde-Onde kembali memberlakukan wajib lapor dan menerapkan satu pintu di permukiman.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, untuk mengantisipasi adanya pemudik, sejumlah pintu masuk menuju Kota Mojokerto bakal dilakukan penyekatan. Menurutnya, pembatasan akses tersebut telah ditentukan oleh Polres Mojokerto bersama Dishub Kota Mojokerto. ’’Yang jelas kita mengikuti kebijakan dari pusat. Ada beberapa titik yang dilakukan penyekatan,’’ ulasnya.

Rencananya, berdasarkan hasil mapping Polres Mojokerto, terdapat dua jalur utama yang bakal diterapkan penyetakan. Masing-masing di Jembatan Gajah Mada dan Jalan Bypass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kedua akses tersebut merupakan jalur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo.

Baca Juga :  Sarapan dan Belajar di Luar Kelas

Namun, tidak menutup kemungkinan titik penyekatan bakal bertambah. Mengingat terdapat jalur lain yang berpotensi diakses oleh pemudik. Khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi. ’’Karena sudah ada kebijakan larangan operasional untuk angkutan umum di masa peniadaan mudik,’’ ulasnya.

Rencananya, teknis pelaksanaan akan diputuskan dalam apel kesiapan pengamanan larangan mudik jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 yang digelar hari ini di Mapolres Mojokerto Kota. Selain jalur protokol, antisipasi pemudik juga akan kembali diterapkan hingga di tingkat RT/RW.

Camat Prajurit Kulon M. Hekamarta Fanani menambahkan, pihaknya mengaku masih menunggu arahan resmi dari pemkot maupun satgas Covid-19 terkait kebijakan larangan mudik. Namun, di wilayahnya sudah melakukan sejumlah persiapan dalam mengantisipasi pemudik.

- Advertisement -

Tak berbeda dengan tahun lalu, Posko Covid-19 di setiap RW akan kembali diaktifkan untuk memperketat pengawasan. Sejauh ini, keaktifan pos-pos tersebut disesuaikan dengan tingkat risiko penyebaran. ’’Sekarang semua posko sudah siap. Meskipun tidak semua RW punya lokasi untuk karantina,’’ sambungnya.

Baca Juga :  Rusunawa Disiapkan Jadi Gedung Isolasi Pekerja Migran

Selain membantu penanganan Covid-19 di lingkungan, keberadaan posko tersebut difungsikan melakukan pengawasan terhadap setiap tamu yang datang. Tidak hanya itu, pengawasan juga dilakukan terhadap warga luar daerah yang tinggal di Kota Mojokerto. Mereka juga diminta untuk menunda agar tidak pulang ke daerah asal.

Untuk memudahkan pengawasan, di wilayahnya juga bakal menerapkan penyekatan dengan sistem satu pintu. Di samping itu, setiap tamu juga diminta wajib lapor. ’’Per wilayah RW nanti menerapkan satu pintu. Terutama di perumahan yang memang aksesnya terlalu banyak,’’ tegas Hekamarta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/