alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

14 Perjalanan KA Dibatalkan, Tiket Calon Penumpang Dikembalikan

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Larangan mudik di tengah pandemi Covid-19 tahun ini berimbas pada moda trasportasi umum. Salah satunya di Stasiun Mojokerto.

Tercatat, setidaknya ada 14 kereta api (KA) harus dibatalkan perjalanannya. ’’Untuk semua perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan,’’ ungkap Wahyudi, Kepala Stasiun Mojokerto, Sabtu (25/4) kemarin.

Pembatalan ini berdasarkan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H, dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Di Permenhub disebutkan, larangan beroperasi terhitung mulai 24 April hingga 15 Juni 2020, untuk kereta api. Secara tidak langsung, aktivitas di Stasiun Mojokerto akan turun drastis saat pandemi Covid-19 ini.

Situasi tersebut tentu berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya aktivitas masih normal, tahun ini semua aktivitas dibatasi. Imbasnya, terjadi penurunan penumpang hingga 95 persen.

Termasuk perjalanan moda trasportasi KA. Memang, Mojokerto merupakan daerah lintasan atau bukan tujuan utama. ’’Khusus KA yang perjalanannya dibatalkan yang melintasi Stasiun Mojokerto ada 14 kereta,’’ tegasnya.

Rinciannya, KA Turangga, Argowilis, Mutiara Selatan, Pasundan, Bangunkarta, Sancaka, Kogawa, Sri Tanjung, Bima, Ranggajati, Wijaya Kusuma, Gaya Baru Malam, Jayakarta Premium, dan KA lokal Jenggala. Wahyudi menegaskan, tidak beroperasinya 14 kereta ini tidak semuanya dilakukan sejak diterbitkannya Permenhub.

Baca Juga :  Truk Tabrak Pagar Rumah di Sukosari Trawas

Namun, jauh-jauh hari, sebagian KA sebenaranya sudah berhenti beroperasi dari 29 Maret lalu. ’’Untuk kereta jarak jauh semua perjalanannya dibatalkan. Sekarang hanya kereta lokal Mojokerto-Kertosono-Malang PP (pulang-pergi) yang masih jalan,’’ terangnya.

Langkah itu sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19. Dengan adanya Permenhub 25/2020, juga menjadi dasar hukum tidak beropersinya KA selama pandemi korona. Padahal, untuk tiket mudik tahun ini sebagian besar sebelumnya sudah habis terjual.

Dengan demikian, akan berimbas pada pembatalan keberangkatan semua penumpang. Untuk itu, terkait kebijakan pengembalian tiket (refund) bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pada tanggal-tanggal tersebut, juga telah diatur dalam Permenhub.

Bahwa, badan usaha atau operator transportasi wajib mengembalikan biaya refund tiket calon penumpang secara utuh. ’’Selain refund tiket, juga diberikan pilihan untuk melakukan reschedule, dan reroute,’’ tegasnya. Termasuk di Stasiun Mojokerto. Uang tiket akan dikembalikan secara utuh.

’’Secara teknis, terlebih dulu penumpang harus membatalkan sebelum mendapatkan uangnya kembali. Bisa secara online atau langsung ke stasiun,’’ tandasnya. Perlu diketahui, pengaturan transportasi ini berlaku untuk transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian.

Baca Juga :  Sulit Rapid Antigen, Stasiun Sepi

Khususnya untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang membawa penumpang. Misalnya, angkutan umum, seperti bus, mobil penumpang, kereta api, pesawat, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, serta kapal laut. Serta kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.

Namun demikian, ada beberapa angkutan yang dikecualikan dari pelarangan. Seperti kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI; kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI dan Polri; kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, serta mobil barang/logistik dengan tidak membawa penumpang.

Sementara itu, kondisi ini tak mempengaruhi kondisi di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. ’’Kalau di sini (Terminal Kertajaya, Red) tidak berdampak, karena hanya lintasan,’’ ungkap Yoyok Kristyowahono, Kepala UPT DLLAJ Mojokerto.

Meski hanya lintasan, dalam percepatan penanganan virus korona kali ini, di dalam terminal didirikan posko skrining. Posko yang dijaga petugas gabungan dari gugus tugas ini untuk mendata semua pendatang dan yang mau berangkat dari terminal tersebut.

Di antaranya memastikan kesehatan penumpang. Salah satunya dilakukan pengukuran suhu badan dengan thermogun. ’’Termasuk mendata dari dan kemana tujuannya. Ini sebagai upaya memutus mata rantai persebaran korona,’’ tandas dia. 

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Larangan mudik di tengah pandemi Covid-19 tahun ini berimbas pada moda trasportasi umum. Salah satunya di Stasiun Mojokerto.

Tercatat, setidaknya ada 14 kereta api (KA) harus dibatalkan perjalanannya. ’’Untuk semua perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan,’’ ungkap Wahyudi, Kepala Stasiun Mojokerto, Sabtu (25/4) kemarin.

Pembatalan ini berdasarkan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H, dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Di Permenhub disebutkan, larangan beroperasi terhitung mulai 24 April hingga 15 Juni 2020, untuk kereta api. Secara tidak langsung, aktivitas di Stasiun Mojokerto akan turun drastis saat pandemi Covid-19 ini.

Situasi tersebut tentu berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya aktivitas masih normal, tahun ini semua aktivitas dibatasi. Imbasnya, terjadi penurunan penumpang hingga 95 persen.

Termasuk perjalanan moda trasportasi KA. Memang, Mojokerto merupakan daerah lintasan atau bukan tujuan utama. ’’Khusus KA yang perjalanannya dibatalkan yang melintasi Stasiun Mojokerto ada 14 kereta,’’ tegasnya.

- Advertisement -

Rinciannya, KA Turangga, Argowilis, Mutiara Selatan, Pasundan, Bangunkarta, Sancaka, Kogawa, Sri Tanjung, Bima, Ranggajati, Wijaya Kusuma, Gaya Baru Malam, Jayakarta Premium, dan KA lokal Jenggala. Wahyudi menegaskan, tidak beroperasinya 14 kereta ini tidak semuanya dilakukan sejak diterbitkannya Permenhub.

Baca Juga :  Merawat Jalur Kereta Api Demi Keselamatan Penumpang

Namun, jauh-jauh hari, sebagian KA sebenaranya sudah berhenti beroperasi dari 29 Maret lalu. ’’Untuk kereta jarak jauh semua perjalanannya dibatalkan. Sekarang hanya kereta lokal Mojokerto-Kertosono-Malang PP (pulang-pergi) yang masih jalan,’’ terangnya.

Langkah itu sebagai upaya memutus mata rantai persebaran Covid-19. Dengan adanya Permenhub 25/2020, juga menjadi dasar hukum tidak beropersinya KA selama pandemi korona. Padahal, untuk tiket mudik tahun ini sebagian besar sebelumnya sudah habis terjual.

Dengan demikian, akan berimbas pada pembatalan keberangkatan semua penumpang. Untuk itu, terkait kebijakan pengembalian tiket (refund) bagi penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pada tanggal-tanggal tersebut, juga telah diatur dalam Permenhub.

Bahwa, badan usaha atau operator transportasi wajib mengembalikan biaya refund tiket calon penumpang secara utuh. ’’Selain refund tiket, juga diberikan pilihan untuk melakukan reschedule, dan reroute,’’ tegasnya. Termasuk di Stasiun Mojokerto. Uang tiket akan dikembalikan secara utuh.

’’Secara teknis, terlebih dulu penumpang harus membatalkan sebelum mendapatkan uangnya kembali. Bisa secara online atau langsung ke stasiun,’’ tandasnya. Perlu diketahui, pengaturan transportasi ini berlaku untuk transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian.

Baca Juga :  Tiket H-3 Lebaran Ludes

Khususnya untuk kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang membawa penumpang. Misalnya, angkutan umum, seperti bus, mobil penumpang, kereta api, pesawat, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, serta kapal laut. Serta kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor.

Namun demikian, ada beberapa angkutan yang dikecualikan dari pelarangan. Seperti kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI; kendaraan dinas operasional berpelat dinas, TNI dan Polri; kendaraan dinas operasional petugas jalan tol, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, serta mobil barang/logistik dengan tidak membawa penumpang.

Sementara itu, kondisi ini tak mempengaruhi kondisi di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. ’’Kalau di sini (Terminal Kertajaya, Red) tidak berdampak, karena hanya lintasan,’’ ungkap Yoyok Kristyowahono, Kepala UPT DLLAJ Mojokerto.

Meski hanya lintasan, dalam percepatan penanganan virus korona kali ini, di dalam terminal didirikan posko skrining. Posko yang dijaga petugas gabungan dari gugus tugas ini untuk mendata semua pendatang dan yang mau berangkat dari terminal tersebut.

Di antaranya memastikan kesehatan penumpang. Salah satunya dilakukan pengukuran suhu badan dengan thermogun. ’’Termasuk mendata dari dan kemana tujuannya. Ini sebagai upaya memutus mata rantai persebaran korona,’’ tandas dia. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/