alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pola Hidup Sehat, Cegah DBD, dan Covid-19

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Poli Anak RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto menggelar promosi kesehatan anak dengan tema pola hidup sehat dan pencegahan penyakit DBD di Ruangan Poli Anak, Selasa (25/1). Kegiatan rutin menghadirkan narasumber dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo Sp.A yang merupakan dokter spesialis anak RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto.

dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo,Sp.A  mengatakan untuk mengurangi risiko penularan virus covid 19 dan penyakit lain pada anak harus mempertahankan kondisi tubuh. Serta tindakan patuh terhadap berbagai protokol kesehatan bisa menjadi pencegahan efektif.

Dia juga mengajurkan anak yang berusia 6-11 tahun untuk vaksin covid 19 karena terbukti efektif. Dalam hal ini tim merekomendasikan berbagai tips untuk mencegah terjadinya infeksi. Pencegahan virus Covid-19 dengan menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh dengan sempurna yakni dengan makan makanan bergizi 5 sehat 5 sempurna, olah raga teratur, istirahat cukup dan tidak panik. Protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan air mengalir,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Libur Lebaran, RSUD Fokuskan Perawatan Gawat Darurat

Pada kesempatan ini dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo Sp.A juga menjelaskan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau sering disebut dengan Dengue Hemorhagic Fever (DHF). Menurutnya DBD  ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bersarang di bejana-bejana yang berisi air jernih dan tawar seperti bak mandi, bak penampungan air, kaleng bekas, dan lain sebagainya.

Nyamuk ini menggigit pada pagi  dan sore hari. ’’Sementara itu, ciri-ciri gejala DBD tidak langsung muncul. Seseorang baru merasakan gejala pada 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk bervirus dengue. Gejala paling umum yaitu demam tinggi hingga 38-40 derajat celcius. Bintik-bintik merah yang muncul di permukaan kulit merupakan tanda terjadinya pendarahan pada kulit akibat penurunan trombosit,’’ rincinya.

Apabila terdapat gelaja DBD segera lapor ke perangkat desa dan puskesmas atau rumah sakit terdekat. ’’Kasus DBD meningkat pada musim penghujan, menyerang anak-anak maupun dewasa dengan gejala utama demam tinggi, nyeri otot dan sendi,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Ikfina Pimpin Aksi Tanam 1.400 Pohon

Saat ini merupakan masa penularan penyakit infeksi dengue terutama bagi daerah-daerah yang intensitas curah hujan cukup tinggi. Dimana tempat penampungan air akan menjadi sarang utama bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegpty. Sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mengambil upaya pencegahan dengan melakukan pencegahan gigitan nyamuk  melaksanakan kegiatan 4 M, dan dengan menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh dengan sempurna yakini dengan  makan bergizi 5 sehat 5 sempurna, olah raga teratur ,istirahat cukup dan tidak panik.

’’Selain menjaga kondisi tubuh juga harus aktif melaksanakan 4 M yakni menguras penampungan air bersih atau mengeringkan genangan air, menutup kolam atau wadah penampungan air dan mengubur barang bekas atau mendaur ulang limbah bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk,’’ pungkasnya. (bas/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Poli Anak RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto menggelar promosi kesehatan anak dengan tema pola hidup sehat dan pencegahan penyakit DBD di Ruangan Poli Anak, Selasa (25/1). Kegiatan rutin menghadirkan narasumber dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo Sp.A yang merupakan dokter spesialis anak RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto.

dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo,Sp.A  mengatakan untuk mengurangi risiko penularan virus covid 19 dan penyakit lain pada anak harus mempertahankan kondisi tubuh. Serta tindakan patuh terhadap berbagai protokol kesehatan bisa menjadi pencegahan efektif.

Dia juga mengajurkan anak yang berusia 6-11 tahun untuk vaksin covid 19 karena terbukti efektif. Dalam hal ini tim merekomendasikan berbagai tips untuk mencegah terjadinya infeksi. Pencegahan virus Covid-19 dengan menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh dengan sempurna yakni dengan makan makanan bergizi 5 sehat 5 sempurna, olah raga teratur, istirahat cukup dan tidak panik. Protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan air mengalir,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Jembatan Rejoto Kini, Pasar Kaget Menghilang, Jadi Jujukan Pemancing

Pada kesempatan ini dr Anggono Ratma Arfianto Supriyo Sp.A juga menjelaskan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD) atau sering disebut dengan Dengue Hemorhagic Fever (DHF). Menurutnya DBD  ialah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bersarang di bejana-bejana yang berisi air jernih dan tawar seperti bak mandi, bak penampungan air, kaleng bekas, dan lain sebagainya.

Nyamuk ini menggigit pada pagi  dan sore hari. ’’Sementara itu, ciri-ciri gejala DBD tidak langsung muncul. Seseorang baru merasakan gejala pada 4 hingga 10 hari setelah digigit nyamuk bervirus dengue. Gejala paling umum yaitu demam tinggi hingga 38-40 derajat celcius. Bintik-bintik merah yang muncul di permukaan kulit merupakan tanda terjadinya pendarahan pada kulit akibat penurunan trombosit,’’ rincinya.

Apabila terdapat gelaja DBD segera lapor ke perangkat desa dan puskesmas atau rumah sakit terdekat. ’’Kasus DBD meningkat pada musim penghujan, menyerang anak-anak maupun dewasa dengan gejala utama demam tinggi, nyeri otot dan sendi,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Industri Rumahan Minyak Goreng Terbakar
- Advertisement -

Saat ini merupakan masa penularan penyakit infeksi dengue terutama bagi daerah-daerah yang intensitas curah hujan cukup tinggi. Dimana tempat penampungan air akan menjadi sarang utama bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegpty. Sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mengambil upaya pencegahan dengan melakukan pencegahan gigitan nyamuk  melaksanakan kegiatan 4 M, dan dengan menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh dengan sempurna yakini dengan  makan bergizi 5 sehat 5 sempurna, olah raga teratur ,istirahat cukup dan tidak panik.

’’Selain menjaga kondisi tubuh juga harus aktif melaksanakan 4 M yakni menguras penampungan air bersih atau mengeringkan genangan air, menutup kolam atau wadah penampungan air dan mengubur barang bekas atau mendaur ulang limbah bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk,’’ pungkasnya. (bas/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/