alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 22, 2022

BBWS Brantas Bakal Bangun Dua Rumah Pompa

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya penanggulangan banjir tahunan di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tengah digeber. Kini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bakal membangun rumah pompa di daerah yang dilintasi sungai Afvour Jombok tersebut.

Petugas PPK dan Pantai 1 BBWS Brantas Rizal Arifuddin menerangkan, pengadaan pompa banjir tersebut digadang-gadang mampu meminimalisir imbas luapan sungai Afvour Jombok. Sekaligus melancarkan aliran air hujan lokal dari drainase ke sungai yang berpotensi membanjiri areal persawahan dan permukiman warga itu. Rencananya, pembangunan rumah pompa banjir tersebut bakal terealisasi tahun ini.

’’Ini kami sedang proses tender. Tahun ini pelaksanaan, kemungkinan terealisasi Maret,’’ ungkapnya, kemarin. Disebutkannya, pompa banjir tersebut bakal dipasang di sekitar jembatan penghubung Desa Tempuran dengan Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko. Pompa banjir tersebut berkapasitas 0,5 meter kubik per detik. Nantinya, pompa tersebut membantu proses pengaliran air dari luar tanggul dan jalan ke sungai Afvour Jombok.

’’Satu rumah pompa di Desa Tempuran rencanaya akan dipasang di hulu jembatan yang kemarin (salurannya) tersumbat sampah,” jelasnya. Rizal menjelaskan pihaknya juga bakal memasang pompa banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Baca Juga :  Dorong Pemulihan Ekonomi dan Penyerapan APBD 2021

Tepatnya di aliran Sungai Watudakon yang berbatasan dengan Desa Tempuran. ’’Jadi ada dua lokasi, masing-masing di Tempuran dan rencananya satu lagi di Jombok,’’ terangnya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi areal persawahan di Desa Tempuran itu akibat air hujan lokal yang terjebaknya tidak dapat masuk ke aliran sungai lantaran posisi tanggul lebih tinggi dari sawah maupun drainase. Sehingga dibutuhkan pompa banjir agar bisa segera surut. ’’Kita kan bangun tanggu. Nah, kalau air di afvour tinggi saluran drainasenya ndak bisa buang ke sungai. Kita bantu dengan pompa agar surutnya lebih cepat,’’ ucapnya.

Disinggung terkait anggaran yang dikucurkan untuk pemasangan pompa banjir tersebut, pihaknya enggan bicara banyak. Namun Rizal memastikan, anggaran tersebut satu paket dengan proyek penguatan tanggul di aliran Afvour Jombok dengan nilai Rp 96 miliar. ’’Jadi rumah pompa dan penguatan tanggul ini satu paket. Penguatan tanggul itu dibeton, yang panjangnya sekitar satu kilometer lebih,’’ urainya.

Baca Juga :  Wujudkan Kawasan Bebas Korupsi, Pelayanan Bisa Diakses Online

Sementara itu, Kepala Desa Tempuran Slamet menambahkan, banjir tahunan tersebut kerap terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Mojokerto dan Jombang. Baik dipicu luapan Sungai Afvour Jombok maupun banjir genangan akibat hujan lokal. Itu diperparah dengan rusaknya pintu klep saluran drainase yang posisinya terlalu tinggi sehingga aliran air terhambat.

’’Mestinya pemukiman kalau ada air itu otomatis mengalir turun ke sungai melalui drainase. Tapi ternyata dari situ lebih tinggi sungai daripada permukiman (dan drainase). Pintu klep juga tidak berfungsi. Jadi air hujan tidak bisa terbuang ke sungai, akhirnya justru airnya meluber,’’ bebernya.

Pihaknya menyambut baik rencana pemasangan pompa banjir yang digadang-gadang mampu menimilisir dampak banjir tersebut. Sehingga warga tidak terlalu khawatir ketika hujan lebat mengguyur Desa Tempuran. ’’Informasinya tahun ini dipasang pompa banjir di sekitar jembatan, beberapa hari yang lalu sudah ada petugas yang survei lokasi,’’ tandasnya. (vad/fen)

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya penanggulangan banjir tahunan di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tengah digeber. Kini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bakal membangun rumah pompa di daerah yang dilintasi sungai Afvour Jombok tersebut.

Petugas PPK dan Pantai 1 BBWS Brantas Rizal Arifuddin menerangkan, pengadaan pompa banjir tersebut digadang-gadang mampu meminimalisir imbas luapan sungai Afvour Jombok. Sekaligus melancarkan aliran air hujan lokal dari drainase ke sungai yang berpotensi membanjiri areal persawahan dan permukiman warga itu. Rencananya, pembangunan rumah pompa banjir tersebut bakal terealisasi tahun ini.

’’Ini kami sedang proses tender. Tahun ini pelaksanaan, kemungkinan terealisasi Maret,’’ ungkapnya, kemarin. Disebutkannya, pompa banjir tersebut bakal dipasang di sekitar jembatan penghubung Desa Tempuran dengan Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko. Pompa banjir tersebut berkapasitas 0,5 meter kubik per detik. Nantinya, pompa tersebut membantu proses pengaliran air dari luar tanggul dan jalan ke sungai Afvour Jombok.

’’Satu rumah pompa di Desa Tempuran rencanaya akan dipasang di hulu jembatan yang kemarin (salurannya) tersumbat sampah,” jelasnya. Rizal menjelaskan pihaknya juga bakal memasang pompa banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Baca Juga :  Siswa SDN Kranggan 1: Selamatkan Sekolah dan Masa Depan Kami

Tepatnya di aliran Sungai Watudakon yang berbatasan dengan Desa Tempuran. ’’Jadi ada dua lokasi, masing-masing di Tempuran dan rencananya satu lagi di Jombok,’’ terangnya.

Menurutnya, banjir yang menggenangi areal persawahan di Desa Tempuran itu akibat air hujan lokal yang terjebaknya tidak dapat masuk ke aliran sungai lantaran posisi tanggul lebih tinggi dari sawah maupun drainase. Sehingga dibutuhkan pompa banjir agar bisa segera surut. ’’Kita kan bangun tanggu. Nah, kalau air di afvour tinggi saluran drainasenya ndak bisa buang ke sungai. Kita bantu dengan pompa agar surutnya lebih cepat,’’ ucapnya.

- Advertisement -

Disinggung terkait anggaran yang dikucurkan untuk pemasangan pompa banjir tersebut, pihaknya enggan bicara banyak. Namun Rizal memastikan, anggaran tersebut satu paket dengan proyek penguatan tanggul di aliran Afvour Jombok dengan nilai Rp 96 miliar. ’’Jadi rumah pompa dan penguatan tanggul ini satu paket. Penguatan tanggul itu dibeton, yang panjangnya sekitar satu kilometer lebih,’’ urainya.

Baca Juga :  HTI Dibubarkan, di Mojokerto Tetap Berakivitas

Sementara itu, Kepala Desa Tempuran Slamet menambahkan, banjir tahunan tersebut kerap terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Mojokerto dan Jombang. Baik dipicu luapan Sungai Afvour Jombok maupun banjir genangan akibat hujan lokal. Itu diperparah dengan rusaknya pintu klep saluran drainase yang posisinya terlalu tinggi sehingga aliran air terhambat.

’’Mestinya pemukiman kalau ada air itu otomatis mengalir turun ke sungai melalui drainase. Tapi ternyata dari situ lebih tinggi sungai daripada permukiman (dan drainase). Pintu klep juga tidak berfungsi. Jadi air hujan tidak bisa terbuang ke sungai, akhirnya justru airnya meluber,’’ bebernya.

Pihaknya menyambut baik rencana pemasangan pompa banjir yang digadang-gadang mampu menimilisir dampak banjir tersebut. Sehingga warga tidak terlalu khawatir ketika hujan lebat mengguyur Desa Tempuran. ’’Informasinya tahun ini dipasang pompa banjir di sekitar jembatan, beberapa hari yang lalu sudah ada petugas yang survei lokasi,’’ tandasnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/