alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Plengsengan Ambrol Semakin Lebar

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan Kali Sadar di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, yang ambrol semakin lebar. Hujan deras yang turun Minggu (24/1) sore membuat aliran air naik dan menyapu dinding tanggul yang sebelumnya sudah longsor.

Plengsengan yang jebol berada di sisi utara sungai tepat di bawah rumah pompa air Ngaglik. Dinding tanggul setebal 35 sentimeter dan tinggi kira-kira empat meter itu mengalami longsor sepanjang tujuh meter. Ambrolnya plengsengan ini bertambah luas sekitar 4 meter dibandingkan sehari sebelumnya.

’’Hujan deras kemarin (Minggu, Red) mulai pukul 15.00 sampai sekitar pukul 17.00 membuat air naik hingga hampir meluber,’’ ungkap Ketua RW 05 Lingkungan Ngaglik Mujiono, di lokasi kemarin. Menurutnya debit air baru bisa mulai surut sekitar pukul 23.00.

Mujiono mengatakan, derasnya aliran air membuat dinding tanggul yang sebelumnya longsor semakin tergerus. Dampak itu terlihat dari besarnya titik longsoran yang kini mencapai tujuh meter. Selain itu, longsoran tersebut juga mengenai fondasi bangunan rumah pompa air.

Baca Juga :  Kranggan Pilot Project Kampung RJ di Kota Mojokerto

Di sekitar lokasi plengsengan yang jebol juga tampak dipasang gedek untuk menghambat arus air. Batang-batang bambu juga dipakai menahan bangunan rumah pompa air. Selain itu, tampak sejumlah material batu dan pasir yang didatangkan ke lokasi.

Dia mengatakan, pemasangan gedek bersamaan dengan datangnya material bangunan dari dinas terkait dua hari yang lalu. ’’Sebelum hujan deras kemarin (Minggu,Red) di sini sudah dipasang gedek dan dikasih cagak bambu. Dan hari ini (kemarin, Red) penanggulan darurat sudah mulai dikerjakan,’’ terangnya.

Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Mojokerto Mohammad Afif Hasan mengatakan, setelah mendapatkan info mengenai ambrolnya plengsengan sisi utara Kali Sadar tersebut, pihaknya langsung memasang tanggul sementara. Hal ini lantaran titik longsor berada tepat di lokasi rumah pompa air. Sehingga, meskipun pemeliharaan tanggul berada di bawah kewenangan BBWS Brantas, pihaknya tetap memberi penanganan darurat.

Baca Juga :  Jamaah Haji Langsung Sowan Baginda Rasul

’’Per Sabtu kemarin sudah kami pasang kesdam (tanggul sementara) karena di situ ada aset yang harus kami jaga (rumah pompa air). Rencananya satu dua hari ini akan kami perbaiki dengan fondasi dan kami naikkan ketinggiannya,’’ ungkapnya.

Afif mengatakan, penanganan plengsengan jebol mulai digarap Senin (25/1). Dalam penanganan darurat ini pihaknya juga telah mendatangkan pasir dan batu masing-masing satu rit. Material ini dipakai untuk penanggulan ulang plengsengan yang sudah jebol lebih dari satu minggu itu. ’’Setelah laporan kami layangkan ke BBWS Brantas beberapa hari yang lalu, langsung kami lakukan penanganan darurat. Karena ini bersifat emergency,’’ pungkasnya. (adi)

KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Plengsengan Kali Sadar di Lingkungan Ngaglik, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, yang ambrol semakin lebar. Hujan deras yang turun Minggu (24/1) sore membuat aliran air naik dan menyapu dinding tanggul yang sebelumnya sudah longsor.

Plengsengan yang jebol berada di sisi utara sungai tepat di bawah rumah pompa air Ngaglik. Dinding tanggul setebal 35 sentimeter dan tinggi kira-kira empat meter itu mengalami longsor sepanjang tujuh meter. Ambrolnya plengsengan ini bertambah luas sekitar 4 meter dibandingkan sehari sebelumnya.

’’Hujan deras kemarin (Minggu, Red) mulai pukul 15.00 sampai sekitar pukul 17.00 membuat air naik hingga hampir meluber,’’ ungkap Ketua RW 05 Lingkungan Ngaglik Mujiono, di lokasi kemarin. Menurutnya debit air baru bisa mulai surut sekitar pukul 23.00.

Mujiono mengatakan, derasnya aliran air membuat dinding tanggul yang sebelumnya longsor semakin tergerus. Dampak itu terlihat dari besarnya titik longsoran yang kini mencapai tujuh meter. Selain itu, longsoran tersebut juga mengenai fondasi bangunan rumah pompa air.

Baca Juga :  Pakde Karwo: Dewan Tak Taat Undang-Undang, Ini Tugas Malaikat

Di sekitar lokasi plengsengan yang jebol juga tampak dipasang gedek untuk menghambat arus air. Batang-batang bambu juga dipakai menahan bangunan rumah pompa air. Selain itu, tampak sejumlah material batu dan pasir yang didatangkan ke lokasi.

Dia mengatakan, pemasangan gedek bersamaan dengan datangnya material bangunan dari dinas terkait dua hari yang lalu. ’’Sebelum hujan deras kemarin (Minggu,Red) di sini sudah dipasang gedek dan dikasih cagak bambu. Dan hari ini (kemarin, Red) penanggulan darurat sudah mulai dikerjakan,’’ terangnya.

- Advertisement -

Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) Kota Mojokerto Mohammad Afif Hasan mengatakan, setelah mendapatkan info mengenai ambrolnya plengsengan sisi utara Kali Sadar tersebut, pihaknya langsung memasang tanggul sementara. Hal ini lantaran titik longsor berada tepat di lokasi rumah pompa air. Sehingga, meskipun pemeliharaan tanggul berada di bawah kewenangan BBWS Brantas, pihaknya tetap memberi penanganan darurat.

Baca Juga :  NU Itu Menjaga Perdamaian, Silaturahim, dan Keharmonisan

’’Per Sabtu kemarin sudah kami pasang kesdam (tanggul sementara) karena di situ ada aset yang harus kami jaga (rumah pompa air). Rencananya satu dua hari ini akan kami perbaiki dengan fondasi dan kami naikkan ketinggiannya,’’ ungkapnya.

Afif mengatakan, penanganan plengsengan jebol mulai digarap Senin (25/1). Dalam penanganan darurat ini pihaknya juga telah mendatangkan pasir dan batu masing-masing satu rit. Material ini dipakai untuk penanggulan ulang plengsengan yang sudah jebol lebih dari satu minggu itu. ’’Setelah laporan kami layangkan ke BBWS Brantas beberapa hari yang lalu, langsung kami lakukan penanganan darurat. Karena ini bersifat emergency,’’ pungkasnya. (adi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/