alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Mojokerto Alami Cuaca Ekstrem hingga Tiga Hari

MOJOKERTO – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini mengharuskan masyarakat untuk lebih waspada akan potensi terjadinya bencana. Baik pohon tumbang, banjir, tanah longsor, banjir bandang, maupun angin puting beliung.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika,  (BMKG), cuaca tak bersahabat ini masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. ’’Bencana bisa datang dan terjadi kapan saja,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini Jumat (26/1).

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. ’’Terpenting di cuaca seperti ini, jangan sampai kita berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan disertai angin,’’ tambahnya. Menurut Zaini, berteduh di bawah pohon dianggap cukup berbahaya. Bahkan, mengancam keselamatan.

Menyusul, hujan kali ini disertai dengan kecepatan angin yang cenderung tinggi. Kecepatannya mencapai 30 hingga 40 km per jam. Kecepatan setinggi ini, dari analisa BPBD, cukup berpotensi memporak-porandakan bangunan, hingga menumbangkan pohon.

Baca Juga :  Kabid Peternakan Disperta Positif, Tujuh Staf Reaktif

’’Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hari,’’ tegasnya. Tak heran, tingginya kecepatan angin belakangan banyak mengakibat pohon bertumbangan. Sebagian pohon yang tumbang karena tak mampu menahan terpaan angin juga menimpa rumah dan warung milik warga.

’’Jadi, dari assessment, di cuaca ekstrem sekarang, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Harus bisa tanggap dan sigap jika sewaktu-waktu ada bencana,’’ paparnya. Tidak pohon tumbang, angin puting beliung, melainkan juga terhadap banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.

Terutama di sejumlah wilayah yang dipetakan rawan. Meliputi, Kecamatan Ngoro, Trawas, Pacet, Jatirejo, Gondang. Menyusul, kawasan tersebut secara geografis berada di lereng pegunungan dan perbukitan. Demikian juga dengan daerah di dataran rendah. Potensi banjir juga tiak boleh diabaikan.

Baca Juga :  Kirab Budaya Harmoni Kebangsaan, Wujud Kerukunan dalam Keberagaman

Seperti di Kecamatan Pungging, Bangsal, Mojoanyar, dan Kutorejo. Sebab, delapan kecamatan tersebut hingga kini masih ditetapkan pemerintah sebagai daerah status tanggap darurat bencana. Dari sebelumnya status siaga bencana.

Sementara itu, akibat cauca ekstrem dua pohon tumbang juga terjadi di Kota Mojokerto. Tepatnya di Jalan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Meski tidak ada korban, namun pohon yang melintang di jalan raya tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas.

’’Warga dibantu petugas langsung menyeret pohon ke pinggir jalan agar arus lalu lintas kembali normal,’’ kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrullah.

 

MOJOKERTO – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini mengharuskan masyarakat untuk lebih waspada akan potensi terjadinya bencana. Baik pohon tumbang, banjir, tanah longsor, banjir bandang, maupun angin puting beliung.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika,  (BMKG), cuaca tak bersahabat ini masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. ’’Bencana bisa datang dan terjadi kapan saja,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M. Zaini Jumat (26/1).

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. ’’Terpenting di cuaca seperti ini, jangan sampai kita berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan disertai angin,’’ tambahnya. Menurut Zaini, berteduh di bawah pohon dianggap cukup berbahaya. Bahkan, mengancam keselamatan.

Menyusul, hujan kali ini disertai dengan kecepatan angin yang cenderung tinggi. Kecepatannya mencapai 30 hingga 40 km per jam. Kecepatan setinggi ini, dari analisa BPBD, cukup berpotensi memporak-porandakan bangunan, hingga menumbangkan pohon.

Baca Juga :  Objek Wisata Rawan Bencana

’’Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hari,’’ tegasnya. Tak heran, tingginya kecepatan angin belakangan banyak mengakibat pohon bertumbangan. Sebagian pohon yang tumbang karena tak mampu menahan terpaan angin juga menimpa rumah dan warung milik warga.

’’Jadi, dari assessment, di cuaca ekstrem sekarang, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Harus bisa tanggap dan sigap jika sewaktu-waktu ada bencana,’’ paparnya. Tidak pohon tumbang, angin puting beliung, melainkan juga terhadap banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.

- Advertisement -

Terutama di sejumlah wilayah yang dipetakan rawan. Meliputi, Kecamatan Ngoro, Trawas, Pacet, Jatirejo, Gondang. Menyusul, kawasan tersebut secara geografis berada di lereng pegunungan dan perbukitan. Demikian juga dengan daerah di dataran rendah. Potensi banjir juga tiak boleh diabaikan.

Baca Juga :  Dua Pejabat Tersisih

Seperti di Kecamatan Pungging, Bangsal, Mojoanyar, dan Kutorejo. Sebab, delapan kecamatan tersebut hingga kini masih ditetapkan pemerintah sebagai daerah status tanggap darurat bencana. Dari sebelumnya status siaga bencana.

Sementara itu, akibat cauca ekstrem dua pohon tumbang juga terjadi di Kota Mojokerto. Tepatnya di Jalan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Meski tidak ada korban, namun pohon yang melintang di jalan raya tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas.

’’Warga dibantu petugas langsung menyeret pohon ke pinggir jalan agar arus lalu lintas kembali normal,’’ kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Mojokerto Hatta Amrullah.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/